Retail Kecil Seperti Square Cash dan ‘The Power of Small’ Jack Ma

Pembahasan hari ini, mengingat BOOM-nya digital distribusi eksistensi kategori bisnis, sebagai topik pembicaraan juga dan ku pikir keselamatan harus menjadi prioritas, berpikir sebagai perusahaan kecil yang jelas menawarkan produknya.

Kedua, bagaimana membangun bisnis kreatif dari pandangan Emily Cohen? Dan ketika Sosial Media menjadi kenangan terindahmu untuk pacar masa lalu.

Karena hari ini libur, jurnal ini ku berikan akses gratis. Beli langganan KICIKKU Memberships sekarang untuk jurnal Letters of Idea berikutnya dan sebelumnya.


Seperti Retail Kecil Square Cash dan ‘The Power of Small’ Jack Ma

Melihat ide dari Square Cash, aku merasa ini finansial tech yang sedikit membebaskan gerah penggunanya. Sebagai aplikasi Digital Wallet, registrasi mudah dan yang menonjol, dua minggu berikutnya mereka mengirimkan kartu debit MasterCard yang bisa kamu inginkan ilustrasinya gimana. Square Cash, seolah – olah lepas dari perjanjian Bank, kartu Visa Debit ini sinkron dengan sistem Digital Wallet, kalau merasa kartu Cash Card-nya hilang, kamu bisa menonaktifkannya dari pilihannya.

Melihat model aplikasi untuk aktivitas sehari – hari, hanya tergantung dengan satu kotak datar dengan berbasis tulisan angka hanya bersentuh di atas lapisan kaca, produk seperti ini akan terus berdatangan, sebagai fitur bisnis distribusi dan Square berusaha tetap menjadi kecil, kata kuncinya ‘Transaksi’.

Jack Ma Alibaba dari ‘The Power of Small’, sekarang melepaskan jabatannya dari Alibaba Group dan mengingat dirinya ingin mengajar lagi sebagai guru, keluar dari tanggung jawabnya di korporasi membawa hasil sukses tak terkira angkanya untuk sistem pendidikan masa depan dunia.

Karena Jack Ma aku punya satu pertanyaan untuk pasar digital sekarang?, kenapa kita tidak menjadi retail kecil saja?, retail aplikasi yang tidak perlu mengambil segala bidang berbisnis, setidaknya kita bisa mulai dari obsesi sendiri atau hal sekitar. Karena mimpi – mimpi seperti Alibaba dan Amazon, karena mereka ‘The Power of Small’, ingat apa kesan 1 triliun US Dollar Amazon, berasal dari toko buku online. Yang ku khawatirkan, eksistensi digital bukan lagi sebagai bahan merintis tapi kebutuhan hidup dan membuat retail ini tidak bisa dihindarkan tetap kecil, sebagai disiplin tak terikuti oleh orang lain, agar selamat.


Membangun Bisnis Kreatif ‘Brutality Honest’ Emily Cohen

Brutality Honest
MAEKAN

Cerita MAEKAN ini panduan sebenarnya, pertama kalinya, cara membangun bisnis kreatif, studio desain, agensi iklan, produksi film. Konsultan bisnis Emily Cohen, membangun arah manajemen, trust, hingga ketetapan nilai proyek client. Beliau fokus untuk desainer individual dan studio kecil, studio besar menurutnya sudah terlanjur besar untuk mengubah cara eksekusinya.

Perhatianku, diskusinya ‘Design Firm Bubble’, seolah permintaan menjadi desainer tinggi apalagi millenials mudahnya menjadi pengusaha dan permintaan proyek desain rendah di sana, contohnya kebanyakan retail sekarang memberhentikan operasi toko-nya. Sehingga Studio desain sekarang harus lebih spesifik jasa desain yang ditawarkan yang tidak bisa dilakukan oleh lainnya, misalnya grafis desain terlalu umum sekarang, coba dibagi lagi apa itu grafis desain bagimu, tapi jika kamu bisa membangun desain web dengan React, itulah spesialnya. Istilah mereka antara ‘Generalist’ dan ‘Specialist’. Ya cara bertahannya, kita harus belajar hal baru terus – menerus.

Chloe Scheffe Design, illustration, etc.
Chloe Scheffe

Mungkin kamu harus merasakan apa rasanya menjadi desainer generalist yang sudah dapat nama di kalangannya, desainer Chloe Scheffe punya kategori karya di bidang publikasi dan grafis dan jika kamu termasuk desainer umum seperti Chloe di antara desainer umum lainnya, tidak ada salahnya sebagai umum punya kelebihan untuk rendah hati.

Pentagran Works on Cytora - KICIKKU
Pentagram

Bicara soal spesialis, siapa yang terbayang membangun brand untuk perusahaan Startup fondasi kecerdasan buatan AI. Studio besar Pentagram sudah merealisasikannya, Cytora, perusahaan kontraktor supply data untuk kebutuhan perusahaan asuransi, dan maunya mungkin abstrak dan jiwa muda. Karya ini seharusnya umum, mendesain brand dan segala macam atonomi-nya, namun jika klien percaya dengan Pentagram, berarti Pentagram punya spesialis terpendam atas nama grafis desain.


Ada Kalanya Sosial Media Mengenang Dirimu Sendiri

Opini sosial media itu sudah masuk cerita emosi, The Atlantic mengubah keadaan ketika sosial media tidak membuatmu depresi dengan mengenang apa – apa kamu upload di Facebook, penulis membagi pengalamannya, Facebook memang menyimpan baik – baik data rekaman pribadi-mu selama mengonsumsi, bahkan disediakan tombol download percuma, ya wajar ini memang datamu.

Kesimpulan dari pengalamannya, jauhkan dulu dari ancaman algoritma, privasi tak pernah selesai urusannya ke mana, kembali di mana nama Facebook belum eksis, kembali awal – awal Facebook memang untuk mendekatkan teman jauh, mengingatkan jurnal pribadi dulu seperti Blogging, ‘sebagai kotak mainan kehidupan’.


Baca juga

Cerita utama The New Yorker, Mark Zuckerberg bukan orang tipe bangun pagi, sudah mulai tidak nyaman dengan Interview, setelah efek samping Facebook menjadi kontroversial di beberapa belahan dunia dan Mark bisa dikatakan sedikit ‘tidak menerima kekalahan’?, sekecil apapun?

Contohnya, Rodrigo Duterte, Presiden Filipina sekarang memanfaatkan Facebook sebagai senjata politiknya dan Facebook sedikit membantunya – Bloomberg Businessweek

Orang Amerika mengharapkan dapat berita dari sosial media, tapi sosial media tidak punya harapan untuk berita akurat – Nieman Lab

Menyinggung soal budaya ilmu teknik komputer sekarang menjadi dambaan untuk mengubah perilaku kebiasaan manusia, bagaimana Coder menyinggung dan memanfaatkan eksistensi internet dan AI menjadi karya seni, biasa dipanggil Media Art – Axios

Lihat koleksi artikel tentang dampak buruk sosial media beserta alatnya Smartphone dari REDEF


Kritik, masukan cerita, suggesti atau perkenalan, silakan email diriku!