Mungkin Instagram Geng Pasarnya Ecommerce

Ide ini datang sesuai alurnya, komunitas pengguna platform visual ini sudah terbukti membuahkan hasil transaksi secara tidak formal. Anak perusahaan Facebook ini memanfaatkannya, walaupun Facebook sendiri sudah jatuh, punya produk jangka panjang dan pertumbuhan cepat di Instagram, Facebook harus berkontribusi lebih.

Selagi merintis di IGTV, dari liputan The Verge, sedang mengerjakan platform sendiri atas nama Instagram, Axios Sara Fischer menyebut headline-nya sebagai Disruptor dan aku setuju, ku lampiaskan sebagai pengalaman yang tidak kaku. Karena Instagram sudah memiliki segalanya dan produktivitas antara konten dan produk, pengguna nya ada di mana – mana. Kemarin saja, Instagram menambahkan layanan pembayaran dan tombol di atas layar konten, sehingga pengguna langsung berinteraksi juga membeli secara instan. Instan ini yang akan dicari Instagram sebagai Ecommerce.

Memanfaatkan sosial online, data kebiasaan pengguna sudah terbaca jelas, ya Instagram tidak perlu memasarkan dirinya ketika pengusaha online bersenggolan memasarkan dirinya di Instagram, tingkat kompetisi Instagram bisa saja lebih tinggi dari Ecommerce lainnya, mereka sendiri sebagai penguasa media.

Konsekuensinya ada, apa lagi kisah Instagram sebagai distriknya visual?, sekarang mereka sudah menjadi pasar tradisional tambah pelabuhannya tambah orang – orang ngantri cari apapun itu sebagai influenced, mengingat Facebook pun sangat lapar untuk membangun inovasi apapun, yang membuat Mark Zuckerberg semakin berat menerima beban, ketika hal buruk tak terduga terjadi, bapak dari seluruh keluarga.

Siapa yang mampu berteriak keras di pasar, tandanya ada yang berinvestasi banyak sebagai partner bisnis Instagram, meminimalisir kemudahan apapun di sosial media, akan bertolak belakang bagaimana cara kamu bertahan di pasar, sesak keramaian Ecommerce ini, cicil mencicil Instagram akan tahu menagih para penjual kecil agar kamu bisa stand-out di antara lainnya, ‘periklanan’ senjata jangka panjang Instagram, sebagai transaksi penyinggung bahwa apa yang kamu inginkan.

Siap saja geng pasar ini menciptakan halusinasi, mau tidak mau ujung – ujungnya kamu ditagih bulanan geng pasar dan 25 juta pengguna bisnis termasuk memikul beban ini, tidak ada yang gratis di sini, sama – sama ambil untung, berikan tanggung jawab ini ke tiga empat rumusan algoritma mereka.

Isu nama aplikasinya IG Shopping, ketika IGTV mendorong pengguna menjadi Creator-nya, kamu sebagai orang toko akan membuka toko sendiri di Instagram dan ini yang akan menganggu *disrupt jagat – jagat layanan pengembang Ecommerce seperti Shopify dan WooCommerce, kita saja misalnya membangun website harus perlu promosi di sosial media, jika sosial media itu sendiri punya Ecommerce, kenapa kita perlu investasi lebih di Ecommerce?, jika iya IG Shopping berlayanan membuka toko seperti membuat akun sosmed, Dropshipper akan menumpuk, enaknya punya ribuan followers, mereka tinggal menambah gambar, kasih harga dan cari perhatian demi hasil jualan pertama.