Search and Hit Enter

Apa eSIM Bisa Berlaku di Semua Negara?; Logo Baru Uber; Isu Mental Youtuber

Kemarin Apple sungguh mengulur waktu dengan iPhone terbarunya, sedangkan pemikiranku selanjutnya tertuju Apple Watch konsisten dengan layanan kesehatannya dan ini yang membuat perlawanan lainnya tegangak, jika pun ingin mengejar sebagai Smart Watch kategori kesehatan, Apple Watch sudah keduluan berada di posisi pertama sebagai pemimpin, kompetitor berharap Apple sedikit melenceng pemasarannya ketika iPhone ditinggikan dengan harga mahal dan satunya iPhone XR memilih konsumen menengah, agar tiap tahun Apple lengah akan ada lubang yang bisa diisi.

Bercerita iPhone setiap tahun memang terasa sudah tua, coba menjadi pemandang dari sisi Apple, mereka sudah obsesi dengan produknya sendiri, lambat hanya untuk menjadi terbaik di antara terbaik, waktu nonton Apple Event kemarin, apa yang Apple tonjolkan, karya terbaru-nya A12 Bionic dan siapa yang bisa merasakan benda nano ini?, Apple sendiri.

Mungkin inilah yang membuat publik sedikit kecewa setiap tahun Apple hanya mencicil iPhone, setiap tahun orang non-teknologi pun berharap banyak dari Apple, kecuali nama iPhone itu sendiri sudah berada di hati terdalam konsumen, ganti dengan harga paling mahal pun, mereka tetap bangga kalau ini terbaru.

Oh ya, iOS 12 akan rilis tanggal 17 September 2018.


Apa eSIM Bisa Berlaku di Semua Negara?

Kedengarannya berat. Apple kemarin merilis Apple Watch 4 layanan selullar yang menggunakan sistem eSIM, iPhone XS juga menambah Dual SIM antara eSIM dan nano-SIM, beberapa negara maju sudah menerapkan dukungan eSIM di Apple Watch, termasuk negara terdekat Singapura SingTel juga mendukung.

Yang menjadi pertanyaanku, jika eSIM akan terbiasa di negara maju?, apa negara lainnya juga perlu berharap beralih ke sistem eSIM?, bahkan Amerika sendiri dan Apple merasa keringat dingin tentang eSIM, takut bocornya privasi, sebagai identitas kartu operator tanpa kartu fisik di dalam Smartphone..

Produk seperti Apple Watch memang cocok untuk ukuran eSIM, tapi Smartphone hati manusia sehari – hari, akan memberatkan suasana hati Operator, walaupun Operator sendiri yang mengubahnya, pasti ada manfaat dan buruknya dari efektivitas ini?

  1. Tidak ada belanja – belanja kartu baru, eSIM bisa memberatkan registrasi kartu, tapi ada bagusnya keamanan, hak pengguna mengganti operator mereka seperti mengganti bahasa sistemnya.
  2. Apakah ini sebagai bahan untuk beradaptasi teknologi 5G
  3. Katanya eSIM akan kedengaran aneh ketika kamu nanyakan apa yang orang pakai operatornya ‘Mereka akan bilang pengguna iPhone atau Samsung’
  4. Operator bisa menghapus budget untuk operasional kartu fisik

Eropa lebih peduli lagi soal transformas eSIMi ini dari presentasi Investor supplier chip STMicroelectronics-nya, tapi pengguna sana belum melihat apa kegunaan perpindahan ini. Dan pertanyaan ini lebih dua kali lipat jauhnya, terutama negara berkembang, yang masih beli kartu buang sekali pakai demi kuota.


Logo Baru Uber, Seolah Ingin Merasa Rendah Hati

Uber_U-frame_02-1440x810

Karena logo sebelumnya, futuristik ambisius seperti merasa menang dengan ego-nya dan logo ini menurutku ada rasa ingin mendekati apa rasanya di lingkaran orang – orang ramai untuk memulai aktivitasnya dengan mengingat bahwa Uber adalah transportasi keseharianmu.

Jadi konsultan brand ini merasa ada cerita ketika Typography didesain untuk tetap terbaca ketika orang sedang gegabah mementingkan transportasinya dalam keadaan transit. Mereka memilih mengulang sejarah, mengambil Highway Gothic dari Amerika dan DIN dari Jerman, dua pilihan berkonsep suasana lalu lintas. ‘Typefaces ini sudah sebagai faktor manusia di hati mereka’.

Soal logo konsultan ingin ada kebiasaan sekejap, ketika pengguna percaya inilah Uber tempat untuk pergi ke tujuan tempat, sempat juga mendengar komplain, ‘Antara pengguna dan driver mereka tidak mengerti istilah simbol ini’, padahal desain itu mengidentitaskan perusahaan Uber. Brand punya harapan atas pesan perusahaannya, ketika Uber berhasil menghidupkannya.


Youtuber Merasakan Burnout, Apa Tanggung Jawab Youtube?

Burnout *Pengaruh mental dan fisik dampak dari terlalu stress karena pekerjaan

Edisi kedua artikel The Guardians membahas Youtube Burnout, sebelumnya dua jurnal terdahulu juga sempat membahas, menyimak cerita – cerita Youtuber tentang permasalahan mental kesehatan. Padahal mereka begitu cepat gampang mendapatkan pencapaian yang bikin orang iri, uang ratusan juta dari sponsor, video jadi top trending, terus kenapa mereka kehilangan sesuatu?

Seharusnya ketika kreativitas terbuka pintunya, seluruh penonton sudah berada di satu tempat, gimana mau. ‘Ini sudah jelas mimpiku, tapi kenapa diriku tidak happy, jelas ga masuk akal, kenapa aku tidak menikmatinya, bodoh sekali’, bahasa halus dari Youtuber ElleOfTheMills merasa burnout berumur 19 tahun.

Memang diperlukan Youtuber perlu lari dunia virtualnya dan menuju realitasnya, bagaimana juga dengan seniman – seniman terdahulu, mereka berbulan – bulan lari dari proyeknya, hingga mulai nyaman lagi mengerjakannya sedikit demi sedikit. Tapi Youtuber jika angka adalah tanggung jawabnya, ini permasalahan mereka, takut angka itu menenggelamkan mereka, produktivitas tak berhenti – henti. Apa ini termasuk rasa takut, Youtuber merasa terancam, dari segi finansial dan kepercayaan, yang mengaku dirinya sudah menjadi profesi.

Permasalahan selanjutnya Algoritma, manusia butuh istirahat di jangka waktunya, algoritma tidak butuh istirahat manusia, bahkan kena tawa-kan, ‘sistem ini hanya memikirkan kuantitas daripada kualitas’, menurut Youtuber Matt Lees. Katherine Lo, seorang riset komunitas online, ‘sangat kecil kemungkinan mimpi ini menjadi indah, sedikit sekali persentase Youtuber aman secara finansial, padahal mayoritas menganggap ada harapan sukses di sini.’

Jika Youtuber – Youtuber muda ini semakin berdatangan debut sebagai Creator menetap, Algoritma akan semakin mengacak – acak konten kamu, sehingga clickbait selalu jadi jawaban untuk menarik perhatianmu itu demi angka. Sayang bukan, pihak Youtube perlu memiliki sisi sumber daya manusia ini, menemukan solusinya.


Baca juga

Sosial Media Are.na mengubah perspektifnya terhadap sosial media saatnya berubah menuju kolaborasi dan produktivitas, sebagai refleksi dan tempat belajar, kabarnya menawarkan sistem langganan – Fast Company

Karyawan Google keluar dari perusahaan dambaan calon karyawan lainnya, karena proyek rahasia Google untuk China – Buzzfeed News

Teknologi ECG Apple Watch bisa melakukan nilai lebih dari ‘bagus’-nya – Wired


Silakan kritik, suggesti dan komentar jurnal ini, atau secangkir kopi untuk membahas ceritamu -> firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: