Search and Hit Enter

Instagram Kehilangan Dirinya Sendiri; India Tidak Mau 5G dari China

Jurnal hari ini sedikit berantkan, ketidaksiplinan antara ingin maju lagi untuk menulis kumpulan kabar ini, karena banyak prioritas masuk daftar pilih. Aku berikan beberapa kolumn penting tentang teknologi media, tentang kritik – kritik tak henti yang harus mereka terima.

Menulis ini tidak bisa ku-anggap sebagai profesi, ini hanya sedikit persembahan bahwa sukses itu suka bergoyang – goyang tak tentu, tapi pembaca mana, apalagi Indonesia yang akan menikmatinya dan mencerminkan kebutuhan digital ini, karena ini pun jurnal tak enak dinikmati, masa di mana Internet hanya untuk menggairahkan diri sendiri.

Founders Instagram Keluar dari Facebook

Ketika mereka lepas dari kerajaannya, beralih ke Facebook dengan pembelian harga 1 Milliar US Dollar cash, berangsur Mark Zuckerberg memang pintar menggaet nilainya sudah hampir 4 milliar US Dollar, bagaimana rasanya Instagram kehilangan tipe darahnya sendiri?. Ini cerita besar yang aku tunggu sesuai dengan pernyataan mereka Kevin Systrom dan Mike Krieger, ‘kami tunggu apa yang akan dilakukan eksistensi perusahaan ini’.

Berdua berpikir positif ‘Kami mundur sejenak, kembali belajar dan kreatif lagi untuk membangun sesuatu yang baru. Laporan yang membuatku bingung ada pecah argumen pimpinan Facebook dan operasional Instagram, serunya adalah mereka meinggalkan jejak ‘apa masa depan Instagram?’, dengan tanggung jawab Facebook.

Dari TechCrunch, ada perbedaan opini antara Mark dan Systrom tentang Sharing konten dari Instagram ke Facebook, Mark ingin produksi konten Instagram pengguna juga bersambung ke Facebook, sedang Systrom tetap berada di lingkarannya.

Dari Alex Webb Bloomberg Opinion, pengguna sudah lari dari Facebook karena kualitas konten turun, tidak hanya itu sebabnya, iklan kebanyakan berasal dari kalangan bisnis menengah ke bawah, membuat newsfeed-mu selalu dipenuhi konten komersial bersampah. Investor sebenarnya dengan daya positif pertumbuhan bisnis iklan Facebook, sayang berita bahagia ini sedikit beresiko untuk ikut campur duo founders Systrom dan Krieger.

Surat kabar Casey Newton pengantar katanya, sebagai permulaan, ini menuju akhir dari Instagram, perang ide apa yang sedang terjadi sana, beberapa perang berasal dari lemparan luar. ‘Berikan apa yang sudah terjadi dengan founders, sambil Mark sedang memperhatikan apa buatan mereka selanjutnya’. Kabarnya, Wired dan The Information akan ada wawancara dengan Kevin Systrom, untuk mengetahui keputusan mereka.

Ben Thompson Stratechery mengulas sejarah Instagram, ’secara teknik Instagram dulu perusahaan, jalan bisnisnya diperlakukan produk’, taktik negosiasi atas pembelian Instagram memasukkan lebih dalam lagi posisi Mark di istana-nya, memerlukan Instagram siapa pemimpin seharusnya agar berdiri terus, juga Kevin Systrom mengakui mengambil ide dari Snapchat, melihat bagaimana Systrom operasi pimpinan menerapkannya di Instagram adalah spesialisnya, ’tidak ada contoh lain yang lebih baik selain IGTV.


India Tidak Berharap Lisensi Infrastruktur 5G dari China

Liputan ET Telecom, alasan keamanan, India sudah melakukan uji coba dengan Cisco, Samsung, Ericsson dan Nokia. Pilihan Huawei dan ZTE membuatnya khawatir tentang isu keamanan siber yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah China. Kepercayaan ini berasal dari referensi Amerika dan Australis berusaha menghindari kontrak infrakstruktur China. Belajar dari kesalahan yang telah terjadi di negara lain. Salah satu pemain, Huawei sedang mengalami penurunan revenue di pasar telekomunikasi.


Bagaimana Aplikasi Game yang Melengahkan Anak Kecil Mengoleksi Data Mereka – NYTimes

Cerita ini berlangsung di Mexico, badan hukum lokal tidak menerima para pengembang game yang telah dimainkan anaknya, memanfaatkan privasi hak data keluarganya, entah itu mengirim ke vendor atau keuntungan diri sendiri. Kasus ini menyalahi undang – undang privasi anak .

NYTimes juga melakukan riset antara perlakukan kategori game anak dibawah umur antara iOS dan Android, rata – rata, Android membagikan lokasi data ke perusahaan lain dan untuk versi iOS mengirimkan sebuah kode ID iklan ke Apple sendiri yang sebenarnya Apple sudah melarang kategori anak – anak menggunakan jaringan iklan. Ini masalahnya dari pembuat game itu sendiri, dari analisanya 20 aplikasi anak terindikasi mengoleksi data mereka, 10 dari iOS dan 10 dari Android. Pihak Google pun mengatakan, ini tanggung jawab pengembang, apa pilihan deklarasi mereka sebagai hiburan anak yang seharusnya menaati aturan di tingkat keluarga.


TheVerge tentang Youtube

Youtube menggagalkan kreatornya sendiri – TheVerge

Youtube menggagalkan Kreatornya sendiri, kreativitas mereka tergantung dua tiga rumusan algoritma yang membuatmu terpaksa menulis judul kapital semua dan menggairahkan kontenmu hampir setiap hari, demi perhatian penonton. Karena ini, sehingga mereka mengalami stress, berharap bahagia profesi ‘Dreamy’ Youtuber. Pihak Youtube mengatakan, masih banyak Kreator sebulan sekali upload konsisten dengan interaksi penontonnya.

Mengingat Youtuber bukanlah pekerjaan terlindung asuransi, masih jangkauan ‘Gig Economy’. Jika Youtuber memang ingin berkomitmen konten bisnis, seharusnya mereka tidak bekerja independen, mereka harus punya tim dan editor, untuk berpikir kualitas daripada mengejar kuantitas, takut kehilangan rating.

Youtubers bukanlah temanmu, walaupun kamu sudah melihat segala ruangan dan produktivitasnya, cara akrabnya, pasti dibaliknya belum tentu versi kehidupan nyata. ’Tapi sebagai fans seorang selebriti, tetap tahu mereka hanya melakukan pekerjaannya.’ sebagai teman emosionalmu.


Jangan sampai ini tulisan letters of idea-ku, aku mulai berpikir ke arah essay, agar bisa fokus terhadap risetnya untuk suatu topik, tidak mengurut campur – campur begini. Berikan motivasi, perkenalan, kritik, suggesti-mu -> firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: