Search and Hit Enter

Catatan Era Baru Facebook; Apple dan Komputer iPad Pro

Facebook adalah contoh inovasi sebuah sistem demokrasi kebebasan berpendapat memang berhasil, dari tontonan PBS Frontline ‘The Facebook Dilemma’, bahkan setiap orang punya kewenangan berpendapat berargumen dengan puluhan identitas palsu berhasil mempengaruhi untuk menegakkan sesuatu, istilah ‘Fake News’,  bukan istilah tersentuh bagi prinsip Facebook, siapa yang menang, siapa kalah, yang terpenting bagi Facebook adalah tumpukan ‘growth’ semakin tinggi.

Ini era baru bagi Facebook setelah masalah globalisasi sebagai user basenya sudah menjatuhkan pihak tak terima di sejumlah negara, laporan earnings Q3 terbarunya Facebook mengalami jatuh growth revenue hingga 42% dari kuarter sebelumnya, user growth naik 9%. Ambisi Mark Zuckerberg kelihatannya akan fokus terhadap momen Stories dan sisi komersial, daripada News Feed, penyakit informasi yang perusahaannya sendiri belum tahu cara mengendalikannya.

Jika aku mengaitkan visi apa arti makna menulis di blog sendiri KICIKKU, aku tidak tahan lagi menulis Facebook lagi, tidak ada boost kreativitas lagi dari perusahaan ini, memprediksi apa yang sudah terjadi dari masalahnya, justru hanya menempel di masalah itu. Sayangnya menulis teknologi hanya terus menempel ke masalah ini, daripada apa yang sedang terjadi ketika arsitek bisa memvariasi bangunan berubah di setiap musim?

Pengkritik favorit baruku, Shira Ovide dari Bloomberg Opinion, janji terus membuat sesuatu selagi membetulkan sesuatu Mark Zuckerberg kelihatannya tidak menjanjikan bagi Investors memberikan prospek finansial untuk ladang revenue baru, Stories di Instagram, dilema WhatsApp, streaming video Facebook, ambisi – ambisi ini kelihatan menyenangkan bagi Millennial, ini bisa berada berada di jalan berbahaya untuk tujuan salah.

Bagaimana dengan budaya Instagram sekarang?, salah satu anak berkontribusi banyak untuk bapaknya Facebook, pertanyaan ini membuatku menghapus akun Instagram. Informasi dari berisi teks sudah menjadi grafis untuk pos visual Instagram, misinformasi dan Fake News pun juga sudah tersebar di sana, tidak ada lagi apresiasi kreativitas seni fotografi atau desainer lagi di lingkaran sosial media tersebut, sudah terlalu ‘umum’ bicaranya, apalagi panduan Freelancer sekarang hanya menumpukkan karya demi promosi sosial media, rela habiskan waktu untuk menarik perhatian, ini salah, lebih baik cari kepercayaan dari luar dulu, berteman menghampiri orang luar daripada bersaing cara sama.

Baca juga dari Bloomberg Opinion lainnya , ketika Facebook tahu pengguna loyalnya tidak akan lepas darinya dan tetap ‘move fast and break things’, Apple juga lebih memilih tetap berada di lingkaran network effectsnya daripada men-disrupt semua inovasi untuk brandnya, dua perusahaan ini bukan termasuk supplier ide original kalau soal berinovasi, mereka ahli menyampaikan narasi berbeda dari ide sudah eksis.


Menunggu momen Macbook Air paling menantikan, iPad Pro terbaru paling menjanjikan. Minggu ini Apple memberikan kejutan kategori Mac, seharusnya kita bicara apa kesan dari hawa peluncuran iPad Pro tanpa home button ini, memberikan tanda bahwa mereka berada di tengah antara kategori mobile dan computing, this is iPad. Ini langkah selanjutnya iOS menuju mobile advanced desktop.

Adobe Photoshop CC untuk iPad
Adobe Photoshop CC untuk iPad

Kebetulan aku seorang iOS Developer, ketika melihat aplikasi iPad sekarang, ini sudah pengembangan kelas tinggi, sudah menghampiri kapasitas platform Dekstop. Adobe berhasil mengadaptasi keseluruhan Photoshop untuk iPad, Apple memang berkomitmen untuk kecintaannya untuk pengembang App iOS, ‘Like a computer, Unlike any Computer’, sesungguhnya iPad Pro akan menjadi perjalanan panjang bagi Apple dan yang memanfaatkan framework-nya untuk media kreatif selanjutnya.

Sederhana, Apple hanya menyelesaikan apa yang sudah dimulainya dan mengobsesinya, Poin penting Apple Event kemarin, Macbook Air terbaru menggunakan Alumunium daur ulang 100%, mungkin sudah jalan panjangnya sambil merilis standar ‘Macbook’ dan ‘Macbook Pro’.


Silakan kritik dan suggesti atas jurnal pendek ini, firasraf@kicikku.com

%d blogger menyukai ini: