Search and Hit Enter

Bruce Sterling Ilusi Internet of Things Corporate

Pertama kalinya mendengar ada yang berargumen masa depan Internet of Things, berarti selama ini aku kurang sumber referensi

Perkenalan dulu siapa dia yang mengkritiknya, dia ahli kritik desain, jurnalis teknologi dan idealisme futurist dari tulisan – tulisan sains fiksi-nya, Bruce Sterling. Di lecture terbarunya, ‘Internet of Things’ hanyalah semua objek switch on/off yang ingin dimasukkan oleh Internet dari pembahasannya dia yakin industri ini tidak akan jadi jaminan tertarikan publik untuk menggunakannya, keberhasilan para perusahaan raksasa teknologi dan anak – anak Startup Internet of Things telah melebih – lebihkan ini adalah masa depan internet.

Karena pandangan desainnya, lingkaran perusahaan teknologi yang ku tidak tahu dari gambar presentasinya, seperti gumpalan pengaruh kisaran legend dari Intel, Cisco dan IBM yang tak tahu sebenarnya apa permintaan orang sana? dan aku perlu menonton berapa kali lecture ini agar mengerti topiknya?

Betul juga kalau memang Internet of Things adalah Chapter selanjutnya, budaya korporasi dan pemegang capital tidak boleh terus menerus mengambil alih perjalanan ini, tidak ada bagian komunitas atau lokal sebenarnya tahu di mana talent tersebut harus terjadi, akan ada ketidakseimbangan. Kalau pernah menonton film Jepang salah satu produksi Ghibli Studio, setidaknya di satu film ada tokoh penyamping tahu cara membetulkan mesin, sihir tinggal di underground, hanya orang pilihan tahu koneksinya untuk ciptakan inovasi dari tokoh utama, orang – orang besar punya kekuasaan selalu antagonist-nya juga punya kemampuan sama, tapi penonton selalu memihak orang kecil dari peran utama happy ending.

Ingat juga dengan beliau Bruce Sterling dengan istilah ‘Dead Technology’ dan ‘Digital Politics’, ‘Siapa yang senang dengan dead technology selain aku?’, statik dan mengerikan dari ambisi – ambisi para raksasa ini, menjadikan semua objek berkomunikasi dalam media apapun. Manajeman yang bisa mempengaruhi negara – negara, apalagi berkembang dan kotanya untuk saatnya baru Internet of Things, visi ‘Smart City’, sangat mudahnya percaya hingga menjadi sebutan ‘Digital Politics’

Apa ya penjelasan paling nyaman ‘Dead Technology’?, Objek komplikasi yang hanya bisa digunakan oleh orang – orang obsesinya dan merekalah yang mengerti kenapa ‘itu’ cantik, kalau bukan dead technology, objek sekarang ingin sederhana kaya fitur, semua orang bisa menikmatinya, semua orang bisa membelinya di kalangan umum, tanpa buku manual.

Pertanyaan, apakah komunitas kita memang membutuhkan Internet of Things?, tapi ini keputusan pilihan , katanya Smartphone remote control sentuhan pertama bangun pagi dan sentuhan terakhir untuk tidur adalah Internet of Things paling sukses di abad ini, ya ini Internet of Things apa saja yang ingin kamu lakukan sudah di genggaman tanganmu dari intenet.

Sudah lama aku tidak diskusi Internet of Things, sebelumnya menyampingkan taman anak – anak untuk inspirasinya.

%d blogger menyukai ini: