Search and Hit Enter

Masa Depan Ecommerce Punya Bakat Craftsmanship

Apa arti Craftsmanship?, penjual atau retail yang menjual barang mementingkan kualitas daripada kuantitas, dengan kemampuan dirimu yang tak bisa diikuti oleh orang lain, termasuk kerajinan tangan dan barang – barang obsesi yang satu – satunya ada di tempat kamu.

Sayangnya Ecommerce sekarang hanya bicara growth dan cerita instant sukses, hingga kebanyakan orang harus buka toko di tempat mereka, ujung – ujungnya jejeran pasar hanya jualan Case Smartphone dengan aksesoris kamera.

Craftsmanship enaknya bicara ke Fashion, isi dengan packaging indah, mereka lebih jual kepercayaan gaya lokal, punya nilai keindahan, desainer dari spesialis grafis hingga web, UX ikut senang berkontribusi visi mereka, sama – sama saling berinvestasi antara aset dan human capital.

Kalau mau bicara bisnis Ecommerce tanpa Craftsmanship, ciri – cirinya mereka lebih mementingkan perhatian kamu selama di Internet serta data kebiasaan kamu, daripada mementingkan ‘Kita perlu mencari penjahit berbakat untuk desain produk terbaru ini?’

Yang sudah punya Craftsmanship, Ecommerce adalah teman bisnis onlinemu. Yang punya kemampuan Ecommerce belum tentu punya ide istimewa seperti kamu.

Pemain Blibli, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya cukup mereka berperang satu sama lain karena kategori mereka sudah terlalu umum seperti belanja di Supermarket sedang mencari perhatian – perhatian harga murahmu dan cashback. Karena kalau sudah bicara kualitas, realitasnya memang mahal.

Kemampuan bertangan bersenimu akan membedakan Ecommerce lain daripada yang lain, inilah masa depannya. Ketika kamu ingin memulai, hasil kerajinan tanganmu lebih menjual berjangka panjang daripada rusuh hanya melihat target bulanan selanjutnya di jangka pendek.

Ketika hasil Craftsmanship mu siap komersial,

  1. Temukan bahwa orang sekitar kita selalu punya berbakat bisnis online, minta bantu mereka bahwa kamu yakin dengan hasil tanganmu perlihatkan ke publik. Selalu ada keseimbangan antara orang ‘berbakat’ dan orang pandai ‘menjual’.
  2. Atau kamu orang punya bakat bisnis sebagai Ecommerce antara mengambil supply barang berseni atau Niche dengan menemukan pasarnya.
  3. Desainer lokal berbakat di mana – mana, ternyata mereka juga sedang mencari orang seperti kamu, sebuah harmoni pertemanan untuk saling memberikan ide untuk konsep brandnya juga media visualnya, cari referensi contoh di butik Fashion seperti Visvim atau liputan orang – orang Monocle.
  4. Bisnis ini punya aroma kreativitas retail, di sinilah apa yang kamu cintai akan dicintai oleh calon pembeli baru dan lama kelamaan akan membentuk pasar baru.
  5. Developer Web lokal juga berbakat di mana – mana, ini tugas sang desainer untuk mengoperasikan dari konsep belanja produk hingga halaman utama.

Jangan bicara soal masa depan Ecommerce, kalau komunitas rakyat saja belum tahu di mana resep sebenarnya untuk menjalankan kemewahan bisnis ini.

Contoh bagus, Ecommerce tas ini bernama Bembien oleh mantan orang Vogue Yi-Mei Truxes dan kecantikan brandnya memanfaatkan bambu.

Bembien
BEMBIEN
%d blogger menyukai ini: