Permainan Matematika sedang Terjadi

Fondasi seorang kaya untuk membodohkan kalian dengan kepintarannya sendiri, matematika, nama Wall Street dan nafsu egois di mana – mana, Algoritma sudah menyesalimu sekarang jika tidak beli baju ini di Ecommerce ini, Youtube tidak sepenuhnya memberikan tutorial workout kamu, mereka hanya mau kamu tekan video workout tak sempurna selanjutnya.

The New Yorker ‘The Death of Kings’, kehidupan orang finansial bagaimana mereka produktif sehari – hari di depan angka merah dan hijau, serta hitungan – hitungan spekulatif mereka yang tak pernah ku dengar, pertama kali mendengar Ponzi Scheme oleh penipu terbesar Wall Street pernah menjabat tinggi di NASDAQ, Bernie Mandoff.

David Beim pensiunan Wall Street “Pertama kalinya Matematika melarang manusia untuk mengambil antisipasi. Ahli Math yang dulunya bekerja dengan fisikawan dan program luar angkasa, sekarang pindah ke Wall Street mengukur harga pasar dan model resiko.” Ini semakin kompleks

Jadi karena Math?, kita punya kelebihan menyatakan istilah sesuatu, menyatakan “aku mengatakan sistem kita gagal” gagalnya sendiri bukan gagalnya untuk orang publik, tidak ada getaran kecemasan masyarakat, anehnya “kukatakan sistem ini sukses, pasar global menerima hikmahnya”, justru hal itu terasa sakit untuk publik sana, ketidakseimbangan bersembunyi di keseimbangan.

Selain profesionalitas menyombongkan diri, Math teman kendali rasa pengorbanan untuk mengambil keputusan, lebih yakin dengan prinsip tumpukan rumus daripada rasa percaya dirimu sendiri. Sudah diambil naluri hati oleh firma finansial berbasis teknologi, mereka menganggap masa depan akan merasa berubah dengan adaptasi ‘perubahan cepat’, Investor harus percaya itu, apalagi currency, Math sudah menyuruhmu berhadapan dengan grafis resiko.

Warren Buffet seorang klasik, seandainya punya kesempatan bicara dengannya investasi apa inovasi Matematika di sana?, ku merasa dia tidak percaya metode technical yang biasanya orang kuantitatif bicarakan, tidak ada diskusi kualitas berbicara long game untuk revenue dua tiga tahun ke depan.

Manusia identik ingin mengubah zaman, agresif dan sensitif, terima kasih itu adalah kreativitas kepentingan bisnis sendirimu. Tulisan ini tidak merasa kasihan siapa yang kalah, permainan ini memang siapa yang merasa menang, siapa yang saling percaya, siapa yang merasa benar.

Quants, contohnya, guru terkenalnya Paul Wilmott walaupun mengajar Quants dia tidak mau pasar juga ikut terpengaruh Quants, ada permainan spekulatif yang publik tak perlu tahu masalah ini, yang perlu mereka ketahui ini berkah baru cash-out ini.

Industri finansial tidak punya insting soal nalar dan maksud tulisan literasimu, baru – baru ini aku lagi belajar proses menulis ‘pasar global’ se-legend, John Authers. Cuma itu inisiatifku di dunia finansial, bukan menggali uang, menggali tulisan.

Sehebat apapun sebuah transaksi, mereka selalu mencari celah untuk memanipulasi jalan tengahnya dengan muka corporate mereka dan keuntungan tak terbayar melihat pemandangan di tower tertinggi, Math teman paling polos daripada kepercayaan politik.

Anggap saja Matematika memang sebuah permainan dan yang tahu aturannya hanya sang legend, Paul Erdos.


Cerita Matematika bermasalah lain, etika Algoritma sekarang memengaruhi budaya di penjuru dunia. Ambisi Silicon Valley mencerminkan gampangnya menjadi pengusaha, bertanggung jawab kesalahannya bukan diskusi selain growth.

Menyimak diskusi editor Wired, Tristan Harris mantan desainer etik Google juga penasehat dunia tentang moral teknologi sekarang dan Yuval Noah Harari, seorang filsafat juga penulis buku memahami abad kemanusiaan lalu dan masa depan.

Math akan punya banyak teman dari psikolog dan filsafat hanya untuk menguasai otak manusia, jadilah hasil riset AI mendefinisikan kita terus menerus menuju masa depan baru di sini, ga lupa Biologi pelajaran paling lambat mengambil tindakan manusia akan membantu Math, dari sirkulasi darah, aktivitas otakmu hingga matamu bermain, komputer akan tahu tindakan bohongmu.

Tristan Harris berseru semua punya kemungkinan di sini, semakin cepat semakin berbahaya yang seharusnya kita semakin lambat semakin aman dan Yuval Noah Harari juga menyebut ini hanya ide klasik abad ke-18 yang sedang berlangsung.

Orang – orang komputer sains yang baru lulus, pemerintah dan peran bisnis, mereka hanya bicara teknik dan potensi ekonomi baru ke depan, kegagalan yang sudah terlanjur dan krisis kemanusiaan masih jauh dari prinsip mereka, selagi inovasi akan datang terus – menerus, di situlah diskusi model bisnis yang sebenarnya.

Yuval Noah Harari “Sekarang keseluruhan negara sudah berbeda pembicaraan dari 5 atau dua tahun yang lalu, semua berlomba – lomba menuju AI dan ketika kamu berada di lomba tersebut, itu hanya membuatmu berada di titik terbawah, walaupun ide buruk, ya terpaksa melakukannya, setidaknya tidak ketinggalan zaman dari lain”

Tristan Harris “Kita berada di kompetisi sedang siapa yang bisa membesarkan gunung dan membuat transaksi semakin cepat, ketika sistem itu terjadi yang mengatur manusia untuk bergerak cepat dan memanipulasi budaya dari seluruh dunia.. Kita harus belajar lambat mengambil keputusan, teknologi harus membanting stirnya ke situ ”