Murah bukan Prinsipku

Kenapa Singapore Airlines salah satu penerbangan termahal di dunia?

Bandingkan penerbangan lain Emirates, Korean Air, All Nippon Airways, mereka juga berasal dari negara hebat, standar kualitas akomodasi sama, standar keselamatan sama, sama – sama punya banyak pesawat raksasa, kenapa satu ini paling mahal?

Apa karena ini jembatan bisnis internasional?, penduduknya hanya keluar masuk luar negeri, standar hidup tinggi, Singapore Airlines menyesuaikannya?

Merah dan biru, kiri dan kanan, hitam putih, murah dan mahal, selalu ada pasangan.

Kedudukan atasnya, Singapore Airlines merasa kesepian penumpang kelas ekonomi, penerbangan lain punya lebih murah dari setiap negara menuju Singapura.

Bicara mahal, berarti ada alasan mahal?, bukan anggota pasar murah di depan dunia, siapa lagi mewakili pasar mahal selain Singapore Airlines?, bahkan rajanya.

Pasar mahal menunjukkan daya tarik sendiri, pasar murah identik mayoritas dan popularitas angka tinggi. Pasar mahal merasa bermain jangka panjang, merasa berbeda dari lain, merasa obsesi sesuatu ‘unik, kreatif, mewah, istimewa’, merasa “kalau ingin mewah dan paling nyaman naik pesawat, di sini tempatnya”. Pesawat lain juga tujuan sama, tapi siapa bangga kalau naiknya Singapore Airlines, inikah kekuatan mahal?

Eksis kekuasaannya di atas kawanan murah, hawa penumpang mahal lebih berkharisma menunjukkan kekuatan daripada penumpang pesawat murah.

Padahal logika mengatakan mayoritas akan memilih harga murah, kenapa lebih memilih harga mahal?, karena murah bukanlah prinsipku.