Obsesi Desainer demi Buku; Ciptaan Venture Capital, Growth Team

Penasaran bagaimana Venture Capital membentuk growth untuk startup-nya, tapi sebelumnya kamu harus memilih antara Startup memilih independen atau venture capital, mumpung aku masih muda, aku ingin kata – kata kaku ini akan hilang di umur tua-ku, cara Venture Capital menjelaskan growth seperti bacaan buku ekonomi, bukan bahasa orang biasa.

Aku ingin mengubahnya dari pelajaran pemain VC, Andrew Chen tentang cara membangun growth team

Intinya growth team eksis karena aset yang telah diserahkan dari VC sudah tidak aman lagi, jadi tim ini harus pandai mengamankan mengolahnya menjadi aset berlipat – lipat untuk kembali ke VC.

Siapa pun di organisasi tersebut, marketing, sales, desain, engineer bercampur tangan untuk growth. Growth berarti berkembang luas, dari 1000 menjadi 10000, dari negatif ke positif, grafis tersebut harus terbang menuju ke atas, minimal ada tanjakan. Terima kasih juga aset dari VC menjadi pengorbanan mereka demi tanjakan, jatuh tidak masalah, jatuh terus – menerus karena waktu merasa lebih benar, ya asumsi VC harus lebih pintar untuk masalah tersebut.

Pelajaran dari founder Instagram, WSJ [paywall], sosial media harus pandai mengalah untuk sekali – kali tidak bicara soal Scale, atau growth.

Growth memang prinsip di setiap bisnis untuk setiap eksekusi, Startup dan dunia digital, kita tidak tahu di luar sana apa yang orang akan lakukan dengan produk kebanggan kita, walaupun niatnya memang positif untuk publik. Kita harus pandai hati – hati, bicara mental dan merefleksi diri, apa maksud bagi kebaikan untuk orang sana?, pelajaran juga dari mantan VP Reddit Dan McComas.


Komitmen Desainer untuk Buku

Kenapa desainer tetap menghabiskan waktunya membuat buku?, walaupun status mereka penerbit indie dan uang sangat jauh untuk bicara.

Kekuatan obsesi tidak akan melakukannya demi uang. Desainer buku dan penerbit independen tahu ini pengorbanan, “ini proses sebagai kedermawanan”

Membuat buku desain seni termasuk investasi besar, mereka memahami pasar desain mengikuti cara alur mereka mencari inspirasi, alur tersebut titik desainer untuk membuat buku, entah itu menulis panduan, mengoleksi dan riset karya – karya orang lain menjadi satu kategori atau kumpulan karya seorang yang sedang naik daun.

Tidak pantas juga seni desain buku dibandingkan dengan digital.

Actual Source

Actual Source

Ketemu toko online buku seni berselera, Actual Source


Kalau ingin komitmen Ecommerce, buatlah website sendiri, jangan numpang di toko lainnya, contohnya bisa cari di sini

Screen Shot 2018-11-23 at 13.36.36

Beautiful Stores

Instagram Story jadi kesempatan pengembang aplikasi foto, mereka menjual template dan tool sederhana, seperti Unfold, ga seperti Snapchat, Instagram boleh ambil foto video dari luar, kesempatan Influencer untuk mempercantik diri dan beda kontennya.

Editor-in-chief The Verge“ Template Powerpoint sudah jadi produk konsumen”

“Kalau mau lihat digital revolusi, itu terjadi di iklan online”, dari Motherboard, sistem iklan berdasarkan kebiasaan kita telah merusak abad internet, sayangnya sudah terlanjur tidak bisa terhindari apa yang telah Silicon Valley sebarkan, Facebook dan Google berhasil menciptakan monopolinya, dari data kita.

Jangan percaya kata – kata Gary Vaynerchuk sebelum baca kritik ini, sosial media tidak apa – apanya dibandingkan TV, radio juga Billboard soal cari perhatian iklan, minoritas media dan industri masih memperhatikan realitas, Facebook dan Instagram hanya tempat iklan bisnis menengah ke bawah, sambil menyerap uang kalian.

Duolingo bukan komitmen belajar bahasa asing, App edukasi ini hanya ingin kamu tetap lengket berinteraksi bahasa asing, komitmen atau tidak, Duolingo tetap menyuruh kamu balik untuk menambah poin, tergantung jadwalnya. Pengalaman penulis belajar bahasa Italia, pemiliknya pun juga mengakuinya.

Pengalaman, kekhawatiran mantan VP product Reddit Dan McComas, apa yang sudah terjadi dengan Dunia selama dirinya di Reddit.

Endorsement, sponsor agar Influencer Instagram mempromosikan produknya, Wired, tidak segampang tertulis di kontrak, Influencer pun harus bisa meraih apa yang perusahaan minta, harus punya prinsip berbisnis, menolak yang tidak sesuai gayanya. Cerita fokus Startup kosmetik Lashify, antara kesan positif negatif, ancaman, dan suksesnya di komunitas Influencer.

Founder Lashify, Sahara Lotti menyimpulkan “Semua orang ingin barang gratis dan menghasilkan uang, aku tidak percaya lagi dengan Influencers dan artis makeup, tidak ada etika di balik ini.”


Kritik, suggesti jurnal berikutnya atau pengen ngopi -> firasraf@kicikku.com

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: