Membiasakan “Merek” daripada Brand

Selama ini aku menyebutnya ‘Brand’, seharusnya “merek”

Brand terlalu formal dan kebukuan, “merek” lebih merakyat dan amatir

Brand kelihatan profesional, “merek” kelihatan menjual

Brand kesannya strategis, “merek” maunya hanya logo.

Brand terasa mewah, “merek” terasa diremehkan

Brand ingin sempurna, “merek” bisanya gagal

Padahal “brand” bahasa Inggris dari “merek”,

Lebih malu mengatakan “merek” daripada “brand”

Karena tidak percaya dengan “merek” sendiri dari ngikuti “brand” dari orang lain