Seni “Menunggu” di antara Jeda Komunikasi

Mungkin sebelum abad 21, orang dulu masih menghormati waktu menunggu setelah mengirim pesan demi kepentingan bisnis, kabar keluarga, bandingkan dengan zamannya instan Internet, menunggu bukan bagian kebiasaan naluri kita lagi, kadang bikin rugi kadang frustasi juga kenapa tidak ada keputusan respon dari boss-kamu. Pemerhati Media Jason Farman dari buku terbarunya membahas kronologi cara setiap zaman seni menunggu klasik hingga dunia instan.

Kesibukan selalu menghantui, apa ‘menunggu’ punya momen untuk menyimpulkan sesuatu, kejadian terjadi gagal telah berlalu untuk jadi lebih baik atau ekspetasi apa ke depannya, ‘menunggu’ mungkin rasanya bisa merapikan pikiran yang tadinya berantakan dari hari – hari terjadi.

Akselerasi teknologi telah menghapus waktu ‘menunggu’ tersebut, kualitas merefleksikan diri sudah hilang, susah untuk mengenang kata – kata lebih lama, daripada sekarang yang ada kelebihan informasi, keduluan berprasangka terlebih dahulu sebelum memaknainya.

Jason Farman dari risetnya Mobile Technology berbeda dengan kebanyakan optimis akan menyelesaikan banyak masalah, “nyatanya melihat perkembangan ini memicu kegelisahan, sedikit rasa intim, sedikit perhatian dan membuang yang seharusnya bernilai untuk adab kita”


Ramah Lingkungan Apple dan Pidato Jony Ive

Membeli alumunium daur ulang lebih gampang dan harganya murah, karena Apple menganggapnya spesial di casing Macbook Air terbaru, sebenarnya industri lain juga menggunakan alumunium daur ulang tanpa mengumumkannya, menurut artikel ini, Apple tidak berkontribusi ramah lingkungan yang kita lihat biasanya karena sertifikat lingkungan mereka.

Berita bagusnya, Apple memang lebih ramah lingkungan dari firma teknologi lainnya, secara praktek bisnis, Apple termasuk merusak juga, karena meluncurkan iPhone terbaru di tiap tahun, mengingatkan prinsip industri ini harus mengeluarkan model terbaru, satu – satunya jalan untuk menumbuhkan bisnis konsumen monopoli mereka, Samsung juga demikian dengan Galaxynya.

Tapi ada harapan, karena Apple memikirkan dampak lingkungan bumi, yang membuatnya selalu bangga punya standar tinggi, Apple pun juga menawarkan untuk mendaur ulang Macbook dan iPhone lama, sayangnya belum jelas apa konsumen peduli soal itu.

salah satu Investor Apple terinspirasi dari tweet salah satu pembuat iPhone Tony Fadell, beri peringatan, mengirim surat terbuka ke kalangan pejabat sana, tentang kekhawatiran konsumsi iPhone berlebihan menghabiskan waktu anak – anak muda yang seharusnya produktif, lebih memilih stay di indoor main game daripada bercawang di outdoor.

Kita tidak tahu misteri pandang Apple operasinya, pelaku standari tinggi ini Jony Ive termasuk orang paling menginspirasi di kalangan industri desain, obsesinya hanya mencerminkan kalangan mewah ketika objek berbicara hidup dalam kecantikannya, hanya teknologi bisa merealisasikannya.

Melalui Speechnya di Cambridge Union, Jony Ive menerangkan lingkungan kerjanya sebagai Chief Designer Officer, Apple, kelihatan keren namanya.

Mengedepankan Kolaborasi, “Tanpa keraguan, bekerja dengan expert dari berbagai industri adalah favoritku selama di Apple tapi ini juga tantangan sebagai fungsi grup besar, semakin besar grup itu, semakin susah mengaitkan ide dengan opini”

Kenangan Steve Jobs, “Banyak cara manusia untuk mengapresiasi sesuatu mendalam dan salah satunya membuat sesuatu indah dan meletakkannya di situ, di sinilah dengan rasa peduli dan cinta, cara manusia berekspresi untuk spesies kita semua dari apresiasi mendalam”

“Juga belajar mendengar suara yang berusaha tidak membuat suara”, tidak asing bagiku motivasi Jony Ive ini, dia sering memaknai kata silence, suara terdalam selalu punya ide

Proses berinovasi, “Jujur aku tidak bisa bekerja dua cara sekaligus, antara terus bertanya, membuat kejutan, dikonsumsi penasaran atau fokus masalah yang tak dapat diatasi walaupun solusinya itu harus datang tanpa referensi”


Kolumn Mading

BMW siap meluncurkan jasa Ride Sharingnya ReachNow di China,

Setelah lolos lisensi ride-hailingnya. Mulai bulan Desember ini akan beroperasi di provinsi Sichuan, China dengan 100 unit mobil BMW i3 tenaga listrik.

Pewakil Otomotif Jerman masih nyaman walaupun melihat pemain barat Uber tersingkir di 2016, kita tunggu apa Didi Chuxing dominan 90% di China beri kesempatan?

Christian Wolmar, jurnalis transportasi Inggris, mengkritik driverless car justru membalikkan keadaan — ‘kehidupan kita bakal hilang’. Perusahaan Addison Lee targetkan 2021 akan luncurkan mobil tanpa driver di Inggris, beliau ingatkan para menteri  jangan terlalu optimis sebelum melihat konsekuensi, walaupun sudah tak bisa dihindari perkembangannya, “desain jalanan butuh pertimbangan — kendaraan tanpa awak perlu lingkungan rapi,” seolah sudah ga bebas antara pejalan kaki dengan kendaraan.

Kenapa kita selalu merasa sibuk?, sembunyi di antara ‘shadow work’ – The Guardian, — Bisnis ‘jasa serba sendiri’ untuk diri kamu sendiri, sosial sudah terisolasi, yang seharusnya menjadi pekerjaan manusia terbayar, sekarang sudah diambil alih robot, dari karyawan pindah tugas ke konsumen. “Kita tidak kerja lagi dalam jam panjang, cuma sehari – hari sudah semakin kelihatan pekerjaan”

Kalangan anak sekolah Amerika merasa sosial media bagus bagi mereka – The Intelligencer

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: