Belum terbiasa Podcast?, biasakan sekarang, tahan dulu semangat ingin mendengar musik, mulai dari aplikasi ini

Wilson.FM, mengumpulkan beberapa episode Podcast sesuai tema setiap minggu, kelihatannya sang pembuat memang mengerti industri ini, tanpa algoritma, tanpa mesin pencari, tanpa registrasi, sesuai dirinya Allan Yu, tak perlu banyak langkah, langsung dengar, biarkan pengguna mendengar sesuai editorial-nya, hanya berlaku di app iOS.

Wilson

Digital tidak perlu agresif, biarkan dirinya seperti kura – kura daripada kelinci yang tak tahu arah kemana. Tahunan Nieman Lab, organisasi jurnalisme eksis di Amerika, mengatakan “This is the long game, there is no magic way”

Aku pernah mengatakan berkali – kali bisnis digital tidak bisa kemana – mana lagi selain cari mangsa dengan rakus, sekali berhenti mungkin orang sudah jatuh ke hati lain. Mengajak kita berinovasi digital itu salah, berasumsi memanfaatkan digital juga salah dan parahnya semua orang melakukan hal sama. Bayangkan, semua ingin instan sukses karena digital dan kita lupa kakek buyut berjuang untuk mencapai bahagia, melakukan hal sama dan jam panjang sama.


Atau orang baru sadar apapun itu programmer-nya hebat, ya mereka hanya pekerja biasa, ini ulasan tahunan WIRED mengingatkannya.

“2018 adalah tahun di mana para karyawan sadar produk mereka telah merusak dunia dan manajemen mereka tidak akan mendengar, hingga akhirnya mereka turun ke publik. Salesforce dan Microsoft, menjual Cloud Services ke agensi yang memisahkan keluarga di perbatasan, Google dan Amazon berlomba demi kontrak Artificial Intelligence di Pentagon”

Sistem lama kapitalisme berjangkit di Silicon Valley, kena-nya kesenjangan pekerja


Seberapa besar internet palsu kehidupannya, jauh dari yang kamu bayangkan, essay dari NYMag Intelligencer, trafik pengunjungnya palsu, kontennya palsu, bisnis online nya juga palsu, yang asli cuma pemasang iklan dengan iklannya. Pembahasan ini fokus sirkulasi bisnis berbasis iklan online.

“Pemasok iklan berharap sesuatu: Pertama, pengunjung harus melihat iklan di konten premium di media mapan. Sayangnya ini masalah, Hucksters menginfeksi 1.7 juta komputer dengan malware untuk memalsukan kunjungan trafik website.

Bahkan ada website yang kosongan khusus dirancang untuk pengunjung palsu, website palsu + pengunjung palsu + iklan asli = untung asli. Membodohkan para pengiklan yang mereka kira akan tampil di premium seperti Vogue dan The Economist.”


Orang punya keahlian lebih memilih Freelancer daripada karyawan, ya mereka memprioritaskan kualitas hidup daripada uang bulanan. Dari Fast Company, ini berita anak muda yang selalu mendominasi.

“Teknologi memudahkan mencari Client. Tiga dari empat Freelancer mengakui gampang mencari kerjaan freelance. 64% freelancer menemukannya online, naik 21 poin sejak 2014. Dan kerjaan freelance terbuka online naik 67% untuk freelancer tahun ini.”

Sumber data dari tenaga kerja Amerika.


Bagaimana yang tua sukses menjadi pengusaha teknologi? – Kellogg Insight

Tunggu dulu berasumsi bahwa anak muda yang akan mengambil alih dunia Entrepreneur, profesor artikel ini berkomentar ‘berdasarkan umur kita lihat penghargaan terbesar seorang ahli sains tidak di antara dua puluh-an’. Ada alasan kenapa pengusaha muda lebih talenta terutama di bidang teknologi, karena pemikiran inovasi mereka bisa ketemu prinsip konsumen. Orang berumur tua mereka punya prinsip proses bagus menciptakan manajemen startup. Dan yang tua tau lama di industri, tahu prinsip peluangnya di mana.

Data artikel ini mengatakan dari 27 juta Founder bisnis yang sudah masuk IPO atau asetnya terbeli, rata – rata berumur 40 tahun, kesimpulannya umur 40-an cenderung akan membuka bisnis baru daripada kalangan 20-an.

Score Tinggi, Bayaran Rendah: Gig Economy Seperti Tantangan Main Game – The Guardian

Yang ngerti hitung – hitungan supir Grab atau Gojek berpengaruh hasil untung dan permainannya. Artikel ini sama bahasnya. Perusahaan jenis Sharing ini menganggap supir yang daftar adalah partner mereka, ketika mulai sang partner tinggal memilih waktu bermain game-nya, kalau sudah main, seluruh peran berlaku di setiap tingkatan, semakin susah, semakin tinggi bayarannya, malas berarti rendah. Misal misi-nya “Cari 10 rides hanya berlaku sore dari jam 4 sampai 5 dapat bonus 300 ribu”

“Streambait Pop”, Aransemen Musik demi Perhatian Streamer Spotify – The Baffler

Musik sudah masuk ekonomi cari perhatian

Sebutan Spotify Style salah satu beberapa pop trendtelah berkembang di era streaming. Apa yang para musisi jurnalis tunjukkan, “sekarang kita dengar musik lagu suara hit sebelumnya, sering kali tepat di awal lagu”, sering tambah2 EDM Drop untuk mayoritas konsumsi. Kita juga sering mendengar musik yang ga asing dengan musik lainnya, Youtuber dan Influencer mencicipi karir pop musik masang clickbait kolaborasi. Dan lagu Pop semakin pendek dan pendek.

Para produser musik sudah berorientasi cari perhatian bersama pop artist lainnya, sistem replikasi diri yang terus menerus memberikan gaya sama. Mereka ingin para pendengar terus mendengarnya lagi dan lagi, apa mereka memperhatikan atau tidak.

Masa depan buku di sini, tapi bukan yang kita harapkan – WIRED

Yet ini kejutan: Kita melihat masa depan buku di tempat yang salah – “Aku pikir kita setuju di zaman distraction tak terhingga, buku adalah aset terkuat sebagai buku yang tunggal, berkelanjutan dan anti gangguan.

Tidak mengira juga, apa yang menghidupkan sebuah buku, teknologi juga mengubahnya, dari cari modal, printing hingga membangun komunitasnya, seluruh proses ini mendukung “buku” dengan bermakna. Tapi buku hari ini, apa yang ada di tangan kita, entah itu digital atau cetak adalah “masa depan buku”, unfuturistic dan lembam dari yang kita lihat.

Penulis essay ini, Craig Mod, desainer fotografer tinggal di Jepang juga menjanjikan ‘email’ untuk penulis “Setahuku penulis dan seniman yang ku tahu rata – rata punya newsletter email”. Satu cara yang harus kita ketahui dari sosial media, menghisap perhatian kita, energi yang dulunya blogging sekarang pindah ke email.

Paling menginspirasi Ben Thompson, dengan surat kabarnya Stratechery dan lebih dari 1000 pelanggan sudah bayar $100 per tahun.


Kembali menggairahkan menulis jurnal, karena permainan ini hanya baru permulaan, tidak ada istilah selesai dan berhenti. Silakan kritik, suggesti dan secangkir kopi -> firasraf@kicikku.com

Posted by:Firasraf

Based on Indonesia, designer, iOS Developer, and Art Books Dealer