Apple Mabuk China juga Sukses Retail dari Skate

Penduduk China langka tertarik lagi membeli iPhone terbaru, mereka merasa tidak butuh lagi, mending uangnya untuk pergi libur lagi, itu mindset konsumen China yang bikin lemah untuk Apple.

Minggu ini pasar dunia membicarakan kelemahan Apple karena China dan ekonomi global juga terkena dampaknya Domino Effect. Apa yang bisa kita pelajari dari sini?

Di China ga ada efeknya bagi penduduk memilih antara Android dan iOS, karena sama – sama harus pasang WeChat, keluarga iOS lebih mahal pandangannya, asalkan WeChat masih berjalan lancar, pengguna iPhone belum mau ganti baru. Beberapa pernyataan dari essay dari Ben Thompson, analisa Apple di Pasar China, artikel ini terbit 2017.

Bagaimana dengan CEO sendiri?

Ada dua masalah mengkhawatirkan Tim Cook, pasar negara berkembang dan iPhone

Pembahasan Pasar Negara Berkembang

“Kami percaya lingkungan ekonomi di China kena dampak dari rising trade tensions dengan Amerika Serikat, efek ini kena cara kami meraih konsumen, ada penurunan trafik dari toko retail kami dan partner kami di China di kuarter dalam progress ini”, sebenarnya aku ga tahu apa itu trade tensions, ini penting mengingat Donald Trump dan Xi Jinping selalu membuka cerita masalah trade.

Tentang iPhone

“Ketika Negara China dan pasar berkembang lainnya sebab dari tahun ke tahun revenue turun, di negara berkembang, iPhone upgrades tidak menguat yang kami kira. Tantangan Macroeconomic berkontribusi di trend, kami percaya ada faktor lain kena di performa iPhone ini, termasuk pelanggan mengadopsi sedikit subsidi operator, US Dollar semakin menguat dengan harga lain dan pelanggan lebih mengambil layanan ganti baterai iPhone”

Apple melihat potensi di Negara Berkembang seperti Mexico, Polandia, Malaysia dan Vietnam, dari sisi positifnya. Dari kesimpulan di kuarter desember ini, Apple merasa sedang ada loyalty dan kepuasan semakin tinggi di antara pelanggannya, tumbuh lebih dari 100 juta units selama 12 bulan.

Pandangan dari jurnalis lain?

Lima cara melihat berita mengecewakan dari Apple, salah satunya Apple itu perusahaan iPhone, dari The Atlantic, Ini bisa jadi kaitan publik dari lambat penjualan iPhone di satu negara bisa berpengaruh turun 20 persen growth di produk kategori lainnya. Ini relatif di skala bisnis seperti ini. Selain itu, kebanyakan perusahaan tech, growth perusahaan dan profitnya tergantung dari pasar luar negeri, cara sistem ekonomi US jalan.

Hebatnya, pemicu kelemahan Apple juga mempengaruhi lambat ekonomi global, titik mulanya Wall Street – Reuters.

Kesimpulanku, Apple tidak boleh kelihatan sama di tahun 2019, ini tantangan Tim Cook yang berani mengatakan “tidak ada perusahaan lain di bumi ini yang berinovasi selain kami”, Apple sudah berhasil menjadi satuan konsumen teknologi yang menjadi diskusi dunia, jika saja iPhone terus menerus menjadi ketergantungannya, karena Steve Jobs sejarah mengingat, memang paling berkenang sebagai idealis inovasi untuk konsumen.

Ini peringatan besar untuk Apple tidak terlalu positif dengan trend Apple, padahal sebelumnya bukti mengatakan Supplier Apple sudah mengalami kelambatan di manufacturing. Kita tunggu performa selanjutnya di tahun pendek ini.

Pesan dari “Not Jony Ive” untuk @tim_cook

Tidak lagi tergantung Apple

Netflix ingin pengguna iOS langganan bayar lewat Web Browser – TechCrunch

Sebelumnya, Apple ga lakukan apa – apa lumayan dari potongan langganan Netflix, 700 ribu US Dollar di App Store.

Kabar Inovasi Google

Dari surat kabar SURFACE, aku ga tahu kalau Google lagi kembangkan motion Interface baru, Project Soli, sejak 2015. Kabar barunya, Proyek ini sudah dapat setuju dari FCC dan kemungkinan tidak ada indikasi bahaya untuk industri penerbangan. Ambisi-nya, gerakan sense tanpa menyentuhnya, menggunakan motion tracking, dalam satu chip jajaran sensor antena dalam ukuran objek lebih kecil sebanding koin.

Memang menarik pandangan desain, akan menggantikan layar sentuh?

Kolumn Mading

Untung Bisnis Mensensor Internet China – New York Times

Peraturannya sama, mengikuti cara pemerintah China, sambil bantu juga, justru menguntungkan. Cerita pekerja pensensor Internet dan salah satu firma yang mengaturnya, cara mereka mengaudit setiap konten, sosial media, pornografi dan berita harian di China. Selama tidak ada perlawanan kebijakan politik di setiap konten, meme, semua berjalan lancar. Rata – rata pekerja baru lulus kuliah dan memperhatikan juga jam kerja-nya, agar tetap akurasi, buat kesalahan maklum, asal ga menyinggung pemimpin sana.

China Menguasai Ekosistem App India – Factor Daily

China sudah mengerti di mana negara untuk memanfaatkan growth, India. Aplikasi seperti TikTok saingan Youtube, PUBG Mobile game online saat ini, BIGO LIVE, rata – rata ini berasal dari bisnis China. Tapi yang ku lihat ga hanya di India sebenarnya, negara berkembang lainnya pun juga ikut menikmatinya, termasuk Indonesia. Gampang aja mereka berbisnis, sekali itu hiburan tak terhingga, perhatian akan terus menerus datang.

Vietnam Mengangkat Hukum Siber Kontroversial, Mengurangi Kebebasan Pendapat – NPR

Menyakitkan ekonomi Vietnam dan menguntungkan satu sisi partai komunis, “Badan hukum Siber Vietnam tidak ada kaitannya melindungi hak pengguna Internet sana, justru membatasi dan mensensor kebebasan berpendapat pengguna”.

Catatan terbuka untuk CEO Google dan Facebook untuk tidak ikuti persetujuan Socialist Republic of Vietnam, dari 17 anggota kongres Vietnam tidak setuju atas kebijakan baru cybersecurity ini. Berita bagusnya, Google dan Facebook kemungkinan tidak menyetujui-nya, mengingat komitmen Mark Zuckerberg untuk “Membantu produktivitas Vietnam”

Bagaimana Toko Skate Tetap Hidup? – Jenkem Magazine

“Skate masih jauh dari untuk mati”, ini pelajaran retail dari skate untuk retail lainnya, mereka kuat karena komunitas sekelilingnya, salah satu owner di Seattle, mengatakan konsistennya bikin acara, “grow their scene”, agar orang lokal menghidupkan sekitarnya.

“Pembeli pun bukan orang sembarang, skate bukan tempat cari sumbangan, orang – orang ini juga perlu kerja keras agar komunitas ini kuat”, dari owner di San Mateo

Dari pemilik Barcelona “Ketika suasana lokal hidup, di situlah toko skate selalu ada.“

“Jangan beli papan online, nak!, Pergi keluar belanja, lihat jalanan dan bicara dengan orang. Ada kehidupan luar dari hapemu, Tambah tidak ada yang lebih baik masang papan dari orang yang ada di toko skate sambil bicara omong kosong tentang video terbaru.”

“Dari skate, menghidupkan potensi acara lain, pameran seni, kontes, premiere video dan pesta. Membuat tempat yang mengklaim dirinya.” Lagi – lagi pelajaran bahagia berbisnis kadang datang tak terduga, tidak tergantung bisnis dari corporate dan kebiasaan Mall. Sambil menguatkan culture, realistis perlu di bisnis model-nya

“Kami minta maaf papan skate memang harus naik harganya. Kami harus jual 13 papan setiap hari hanya untuk menutupi gaji karyawan harian”, jawab owner dari Seattle.

Retail memang naik daun, badan kita sendiri memang ingin merasakannya, bukan mata dan tangan yang scroll.

Masa Depan Cerah Retail yang Mengejutkan – Fast Company

Kenyataannya, manusia sudah mulai lepaskan Smartphone-nya, bangkit dari sofanya dan pergi ke toko asli untuk membeli. Di 2018, kami melihat plot twist, banyak retail fisik terlahir kembali, dengan Startups sudah bangun tokonya sendiri dan pengembang properti sedang mendesain ulang Mall. Masalahnya bukan orang malas untuk pergi belanja, tapi brand sekarang sudah membuat belanja pengalaman yang puas.

Cerita retail lainnya

Restoran Sushi terakhir di Tokyo tak tampak  – Reuters

“Orang lebih memilih bayar 100 yen untuk sepiring sushi di tempat paling murah atau mereka akan hamburkan ribuan yen untuk ke restoran sushi terkenal in Ginza yang mereka lihat di TV, tempat seperti kita kelihatannya tidak akan selamat”, Cerita suami Istri selama 35 tahun jualan Sushi, Eiraku, nama Sushi Bar-nya yang tak akan ditemukan mayoritas map turis Tokyo.

Expert -Ecommerce membodohkan pengusaha wanna-be demi cepat kaya – The Atlantic

Dimana – mana ga ada istilah instan di dunia bisnis, kecuali kamu termasuk dari korban ini.

Ini cerita sepasang kekasih menyalahkan duo expert cara mempelajari mengambil barang dari China dan memasukkannya di toko jualan di Amazon, katanya Amazon tinggal mengurus logistik dan pengiriman, biayanya lewat Amazon Program.

Ketika sepasang kekasih frustrasi dengan masalah berdatangan dari finansial Amazon, program yang mereka sewa sebesar 3000 dollar lebih untuk coaching, tidak sesuai dengan kontraknya respon cepat 24 jam.

Kehilangan 40,000 dollar dan hampir tidak ada balik modal, bukan maksud sebagai pasif income, justru ini pekerjaan merugikan bagi mereka. Dari sisi mantan klien duo expert ini “mereka benar punya scam sempurna, semakin kita ingin dapetin nasehat dari mereka setelah tiga bulan masih susah merintis, kita harus tambah bayaran dulu” bahkan dibuat semakin pesimis “Sayang ya udah lebih dari tiga bulan”.

Klien lain bilang “Sebenarnya ilmu mereka jual bisa kita cari sendiri gampang online, tapi mereka paketkan dan pasarkan seolah – olah rahasia yang hanya diketahui untuk kamu, ini pengaruh sesatnya”

Ageism of Advertising, Alex Murrell – Medium

Industri perikalan adiktif dengan kaum muda, realitisnya kaum tua yang sebenarnya bermodal, berdasarkan pemirsa. Juga membuktikan belum tentu kamu muda dengan kreativitasnya, tidak sebanding kaum tua yang sebenarnya berhak mendapat achievement atas pengalamannya.

Smartphone Dilemma

Mendeteksi depresi: App smartphone bisa monitor temperamen remaja – Associated Press

Riset perusahaan, Universitas atau grup non-profit punya berbagai metode membenarkan apa Smartphone mempengaruhi psikolog manusia, terutama kalangan remaja. Dari suara remaja pun juga ada sisi baik buruk bagi mereka “Orang harus melihat sisi terbaikku, namun membandingkan lain selama online, membuatnya drop”, kata Lizzaraga berumur 19 tahun.

Metode antara teknik dan etika, UCLA mengembangkan app sendiri eksperimental dengan screening test, terus data akan dikoleksi melihat indikasi depresi-nya. Stanford University mengembangkan app mensurvei tiga kali sehari tentang mood mereka dari anak remaja terdaftar.


Sekian untuk memulai hari ini dan besok, kritik, suggesti dan feedback -> firasraf@kicikku.com