Fiksi We Company dan SoftBank, Memang ‘Best Interface is No Interface’

Sudah Kebanyakan App di pasarnya, pertumbuhan Smartphone semakin turun, inovasi sekedar screen tidak menarik lagi.

Orientasi berbisnis teknologi akan berubah, mengingat para pemerhati teknologi sudah terasa pahit bicara Smartphone terbaru, laptop terbaru dan TV terbaru, itu akan jadi komoditas seperti lainnya.

Bisnis yang berada di screen, cukuplah mereka sudah mendapatkan tanahnya, kita yang masih lapar untuk berbisnis, ada dua pertanyaan?, memilih bersaing untuk dapat perhatian screen di antara tumpukan lainnya? Atau cari dunia luar sana yang masih kosong tanahnya untuk jadikan tumbuhan bisnis tak terpikirkan oleh ketergantungan screen?

Jadi ingat buku ‘Best Interface is No Interface’, penulisnya Golden Khrisna, dia mengkritik ketergantungan apapun itu industrinya, terpaksa integrasi dengan App. Dia tidak setuju dengan App sekarang mayoritas menggunakan ikon burger, ini menandakan App sudah kehilangan tujuan berbisnis, apa saja fitur dicampakkan dalam kolumn menu tersebut, jadilah itu penemuan mereka biar ga merasa ketinggalan mata kita, sengaja!

Jadi kerumunan CES yang hadir perlu gali lagi

Perhatian CES

Walaupun ga bisa seperti pengunjung di CES, aku mengincar alat pelipat baju instan dengan mesin seperti printer kantoran, mungkin aku bisa jadi distributor pertama perwakilan Asia.

Startup bernama Foldimate, menciptakan peluang bisnis baru untuk setiap rumah. Dari liputan The Verge, tantangan mereka sekarang bagaimana investasi produksi mereka harus dibawah $1000, biar ibu – ibu tertarik untuk simpan di dekat jemurannya.

Kembali ke Bisnis

Selama tiga bulan terakhir Samsung juga tidak bisa mengejar ekspetasi-nya, Samsung termasuk mayoritas masokan chip dan screen dari Apple

Kita bicara Samsung berarti pasar dunia, salah satu kekhawatirannya, yaitu pasar China. Walaupun Samsung termasuk perwakilan Android untuk membesarkan kemegahan di produk baru setiapnya, pasar China pandai bicara realistis suara pembeli. Kesimpulannya Analyst terkejut dengan performa ini, apa karena pengaruh lemah ekspetasi Apple, perusahaan Smartphone lain juga ga perlu ambil komponen baru lagi?, Apapun itu kecanggihan Samsung mereka masih agresif menjual masukan ke tech lain.

Dari surat kabar Axios Login, Samsung menunjukkan ambisi bisnisnya di bidang robot, untuk sehari – hari di rumah juga bidang kesehatan, perusahaan Korea merasa teknologi robot adalah evolusi naluri untuk teknologi ke depan dan aku ga merasa.

Produk komersial baru IBM, komputer quantum pertama, belum bisa pesan bebas. Untuk dapatkannya, ambil kontrak IBM Q Network, perusahaan yang sudah tertarik ExxonMobile.

WeWork Berubah brand We Company – Fast Company

“Jadi kita partners kan, terus apa yang harus kita lakukan” Diskusi antara konglomerat dan pemilik properti freelance di seluruh dunia

CEO Adam Neumann sudah bisa melanjutkan ambisinya, setelah SoftBank investasi 2 milliar US Dollar. Dengan modal menumpuk, WeWork mengumumkan perubahan korporate. Perusahaan ini tidak akan hanya mensewa meja kantor Freelancer, semua yang mengambil aspek kehidupan orang, akan jadi arah We Company di antara dunia realitas dan digital. Dibagi tiga bisnis unit, WeWork -> Bisnis utama sewa kantorannya, WeLive -> Bisnis properti dan WeGrow -> Bisnis sekolah dan coding.

Rencana ini sudah jadi ambisi mereka sejak 2009 dan melihat kondisi finansial-nya sudah bisa mengeksekusi ambisi mereka.

Shira Ovide Bloomberg Opinion, “Semua nilai industri Startup itu hanyalah fiksi”, WeWork dan Softbank hanya percaya atas masing – masing dunia fiksi mereka sendiri. Tapi melihat performa SoftBank tidak akan berakhir menyakiti dunia jika memang tetap bertahan atau ingin mati bersama – sama.

“WeWork eksis karena kondisi pasar properti dan permintaan pasar teknologi muda lagi cari tempat”, kritiknya setelah CEO menyampaikan Fast Company, bahwa sisi bawah ekonomi bisa jadi kesempatan mereka. “Jadi kita tidak tahu apa benar WeWorks berjalan lancar, atau memang Son orang jenius atau fool, hingga memang benar keguncangan ekonomi atau sampai WeWork ga bisa ambil modal lagi dari SoftBank”

Pelajaran dari Shira Ovide “Dari dulu Startup memang suka berharap mengkhayal daripada ketegasan fakta berdarah dingin”

Tulisan Shira Ovide lainnya,

30 Persen potong ambil untung dari App terlalu tinggi – Bloomberg, Para perusahaan tech servis yang merasa sudah sukses di Internet dan ketergantungan di platform App, mereka merasa keuntungan Apple dan Google mengambil setiap transaksi, ga boleh lengah permainan ini.

Opini The Verge

Kasus Moral memasang iMessage untuk Android – The Verge

Tulisan ini inspirasi dari iklan Apple di hotel sekitar event CES. Dieter Bohn merasa Apple harus membuktikan identitas privasinya berperang di ladang Android. Resikonya, Apple mungkin kehilangan profit dari iPhone, tapi dari moral Apple bisa mengambil hikmah kemanusiaannya. “Jadi, daripada bicara soal uang, mari kita kembali bicara moral”. Ini tanda juga mengingatkan para pengunjung CES, apapun teknologinya, privasi sangat penting.

Sayangnya, pesan khusus Apple ini tidak sepenuhnya di atas janji privasi-nya. Jurnalis TechCrunch menyusun bukti masih ketidaksempurnaan Apple dalam privasi.

Millennials Misteri Terbuka

Bagaimana Millennials jadi generasi “Burnout”? – BuzzFeed News

Tau kan Burnout?, belum apa – apa atau lagi lakukan udah gelisah, beralasan ga jelas, atau malas, stress duluan.

“Millennial saling mengkritik Millennilal, inilah kenapa generasi ini rusak” dan termasuk aku pernah melakukannya juga, penulis ini benar mencakupi keseluruhan kebutuhan, kelemahan dan realitas Millennial. Orang tua yang mengurus anaknya tergantung sistem, tidak boleh melakukan resiko. Para Millennials sendiri yang menentukan karir seperti robot, pergi kuliah dan cari bekerja, parahnya mereka ga berprinsip sehari – hari melakukannya dengan bayaran rendah.

Di awal artikel, Millennials merasa ‘burnout’ untuk melakukan hal kecil sehari – hari, seperti kirim dokumen administrasi untuk pemilu, bersihkan kamar mandi, harus tergantung reward, ga tau juga Millennials di Amerika sama ga dengan Millennials di Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia?


Kritik, feedback dan cerita lainnya -> firasraf@kicikku.com

Terima kasih