Penyakit Penipuan Desain dan Periklanan

“Desain fraud?”, salah satu kutipan desainer baru kenal dari koneksi desainer yang ku tahu di Twitter,

karena kesannya di artikel Forbes, ini majalah memang boleh – boleh lah untuk dunia bisnis, investasi atau finansial, tapi penulis dari artikel-nya membahas desain terlalu serius dengan ilmu konsultasi-nya, pengalamannya di bidang UX

Ini kutipan yang dia respon “fraud”

Executives harus membawa perubahan UX, bukan hanya kompetisi tapi karena membantu dalam bisnis. Riset dari Forrester memperlihatkan, rata – rata setiap dolar investasi-kan ke UX membawa 100 in return. ROI-nya 9,900%

ROI *return on investment

Ga ada buah ilmu kreatif-nya sama sekali, terus terang ini membaca pandangan pasar, profesional desainer tidak boleh terlalu mengikuti pemahaman seperti ini, UX/UI sudah kelihatan robot, setiap produk yang dibuat selalu punya prinsip sama, hebatnya desainer sekarang juga bisa membodohkan client dengan bahasa seperti ini, konsumen desain juga mesti punya prinsip “Aku jauh – jauh ke sini bukan melihat desain seperti ini”

Cukup, kita lanjut ke pembahasan desain berikutnya, jadi aku lagi senang baca dan menikmati karya desainer membuat satu poster sehari, Allan Yu membuat website Mars Maiers, karya poster-nya sudah 800 lebih, mungkin sudah bisa masuk kategori rekor. Experimen grafis-nya, menerima arti gagal dan jauh dari pelajaran desain training sekarang

Mars Maiers

Di situ bisa memahami juga, kadang bisa diprediksi prosesnya, kadang itu memang kemampuan dia mengejutkan, kadang terlalu sederhana, laginya sibuk, satu lingkaran dan garis sudah cukup.

Lainnya ada Braulio Amado – desainer harus pelajari dari desainer lainnya dan pengaruh semacam ini ga ada di inspirasi Pinterest atau Google, harus pandai gali.

BAD STUDIO

Walaupun orang – orang seni bisa bereksperimen bebas seperti ini, ga mungkin mereka tidak menyeimbangkan dengan bisnisnya

Pengenalannya, Desainer paling dilema bicara soal mencari client, ada pelajaran dari MAEKAN, client mana yang harus kamu hindari, client mana yang komitmen-nya

Jadi ada empat rumusan orang kreatif menghadapi bisnisnya

  1. No-Go Zone: Rumus yang kadang tertelan independen freelancer, menghabiskan waktu untuk proyek yang pengembangan bisnis belum jelas, zona ini harus dihindari. Klien pelit selalu memeras sumber daya dari freelancer.
  1. Company Builders: Kalau setidaknya bisa menghindari No-Go Zone, zona ini punya pengalaman untuk mencoba skill-mu di luar operasi bisnis tak terduga. Walaupun secara finansial belum bisa memenuhi, tapi kita sudah berada di lingkaran orang akan memperkenalkan kamu ke lain.
  1. Cash Cows: Ini baru terbuka pintunya, bayaran tinggi untuk proyek kecil – kecilan, klien mahal masih samar – samar untuk bekerja dengan desainer sewaannya, jalan membangun kepercayaan klien sambil menambah portfolio, agar operasional tetap jalan. Berusaha untuk keluar dari zona nyaman ini, karena tingkat selanjutnya di star zone.
  1. Star Zone: Zona sudah berada di kepercayaan klien – klien tinggi, dapat proyek besar, bayarannya juga tinggi, pekerjaan lancar, jaminan motivasi juga ada. Di sini sudah dapat loyalitas dari klien, untuk jangka panjang selanjutnya.

Membayangkan klien mengundang-mu ke perusahaan atau sambil ngopi di Cafe untuk proyek selanjutnya, itu orang – orang di Star Zone.

Kolumn Mading

Brand purpose is a lie – Fast Company

Industri periklanan bicara Gilette, lagi – lagi penyakit brand purpose muncul, dari dummy-ku, kalau memang Gilette jualan alat cukur, ga perlu dilebih – lebih kan?

“Bercukur… Ga susah perempuan mau dekat.. lol” – karena “purpose”,

Perusahaan zaman abad 21-an, seperti nunjukkin visi misi calon presiden berikutnya, jadi artikel ini menunjukkan pelajaran sesat sudah terjangkit di perusahaan besar, tidak

Teknologi Iklan tidak akan betulkan penipuan iklan

Agensi iklan berbasis digital, analytics sudah tahu cara kuantitas, modal murah untuk jadi cepat kaya, jadi lebih memilih diam, daripada membetulkannya. Dan pemerintahan atau regulasi setempat, masih jauh dari harapan untuk membetulkan masalah ini, tahu-nya ini masa depan media.

Aku rasa kalau punya ilmu skenario penipuan seperti ini, akan menghasilkan banyak uang dan perlu sadar juga bagaimana realitas-nya digital. Bisa saja aku punya teknik yang bisa di-share di sini, antara memanfaatkan, mengingatkan atau mencegah. Ini sudah kategori kriminal, kata FBI.

Ada data yang harus kamu perhatikan sini, dari riset survei thinkbox – Orang – orang iklan memang adiktif sosial media, bandingkan dengan orang awam, jauh perbedaan konsumsi-nya, jadi orang – orang iklan mungkin sukses sesama mereka aja

thinkbox

Orang awam kembali jadi petani untuk menafkahkan keluarganya, orang awam kembali jadi sales keliling, promosi selalu ditolak setiap tuan rumah.

Choking of Digital Polution – The Washington Monthly

Apalah makna bisnis fokus, “lebih banyak pengguna, lebih banyak interaksi, lebih banyak respon” untuk keuntungan investor?, keuntungan memalukan. Baik dan buruknya yang terkandung di internet, dipandang sama, platform hanya untuk pengguna. Pengguna sendiri yang kena sakit dirinya sendiri, sebab kelakuannya. Pengguna sendiri sukses, sebab kerja kerasnya.

Pengguna yang kelainan di internet, juga sebab kebiasaannya. Jadi artikel ini idealis-nya bertanya, benar ga yang kita lakukan ini?, memulai selalu tidak pernah berakhir selesai. Terlalu besar sistem di tangan informasi ini, manusia terlalu ngeri juga menggengam-nya.

Shadow of CMS – The Nation

“Yang kita butuhkan versi digital dari makanan organik atau pasar petani lokal: sumbernya jelas, modal seimbang dan integritas sertifikat, itu datangnya dari CMS” – Mungkin bisa jadi solusi dari artikel sebelumnya, Content Management System, sistem yang menjalankan media web sekarang. CMS bisa membedakan diferensiasi sebuah industri, yang bahas donut, ada media yang ahli donut, yang bahas pecinta salmon, ada media khusus salmon.

Sosial media dan search engine tidak akan punya keberagaman seperti ini, walaupun mereka menunjukkan arah pencarian kita, hasilnya tergantung popularitas, belum tentu bisa mencarikan mana khas-nya, atau resep nenek moyang bersembunyi.

Media sekarang apalagi independen, termasuk aku, sudah bisa menghasilkan keuntungan dari konten-nya tanpa iklan. Pasang paywall, ga perlu menjadi teratas di antara lain,penting ahli dalam sesuatu, orang ga mengira ini memang dibutuhkannya, pembaca dapat yang terbayar.


Terima kasih, kritik, suggesti dan pertanyaan -> firasraf@kicikku.com

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: