Sampah Ad Fraud Lebih Untung; Quantum dan China

Dalam keindahan old-fashioned, menghilangkan diri, sabar dan jujur. Belum tentu kerja keras terbayar, tinggal siapa lama bertahan untuk disiplin, pemenang sejati suatu saat akan datang.

Ad fraud tidak akan mengajarkan prinsip orang Jepang berbisnis, puluhan tahun di satu tempat hanya menjual orang – orang tertentu dan loyal, mungkin tidak ada istilah lagi makna sukses, hanya bangga melihat satu orang dari tempat-nya tersenyum puas dengan bisnis-nya.

Kebodohan sistematik periklanan, mengambil resiko tanpa pemandangan jelas. Peringatan kedua untuk semua pemegang bisnis Internet, sayang para raksasa pandai mempengaruhi dengan sistem “cara instan menyesuaikan kepribadian orang”, ego Manusia ingin sebuah kejutan dalam satu pesan membakar emosi lemah titik terbawah, para raksasa berhasil mengambil titik terlemah manusia, kita selalu di luar sadar mengambil jangka waktu pendek daripada waktu panjang.

Kelemahan manusia, kita tidak tahu kenapa untuk pertama kalinya industri periklanan dapat penipuannya,

“Percaya atau ga, itu semua bots bots baik. Google punya puluhan tons di webs seperti spiders yang menjelajah halaman web dan menyusun indeks-nya. Ini tipe bots terkendali, karena beberapa company gunakan ini secara rahasia. Antara trafik manusia dengan trafik sesat sebenarnya sama saja, tapi bingung juga kenapa dianggap sama.”

Apa yang kita lihat di layar belum tentu benar fakta-nya, ad fraud di mana – mana tanpa pengawasan kita, dari Digiday, Marketer sudah punya skenario baik untuk menciptakan skenario penipuan iklan, “Bahkan AI bisa dibodohkan berapa kali”, siapa saja agensi Iklan yang merasa berbasis data analisa, lihat penerapan kerja-nya, ilusi angka impression tinggi demi bayaran mahal atau kualitas realistis di tengah kota.

Mungkin saja kamu seseorang di perusahaan yang baru mengiklankan produk-nya, begitu sambil jalan di kemacetan, melihat iklan produk-mu terpampang gede di jalan tol, jelas antara mobil – mobil macet itu 90% lebih melihat iklan-mu, menunggu macet. Bandingkan iklan sistematis, melihat data dari sandiwara analisa platform sendiri, bukan analisa observasi kita sendiri, walaupun ada daftar orang – orang siapa yang melihat, tak tahu juga antara zombie, hantu, foto profilnya aja yang asli atau Mobile emulator.

Resiko dengan jalan buntu, berapa kali aku terkesan dengan bisnis Internet, karena satu – satunya cara untuk bermain besar hanya menjangkau agresif seperti ini.

Kolumn Mading

Biaya Mahal dari Sampah Online – Adcontrarian

Blogger favoritku, menulis buku baru “Ad Fraud”, logika spesial dari sekian asumsi logika online advertising, salah satunya masalah mencari cari kebiasaan pengguna “Ketika langsung beli dari penerbit media itu akan mengurangi potensi penipuan, artinya kurang potensi juga para penipu memasuki proses kompleks-nya”.

“Programmatic buying, konsep ini merajalela sudah terjual ke industri marketing dari orang – orang yang men-investasikan didesain dengan sistem untuk memeras uang industri beli iklan.” Berbahaya dan pengaruh korupsi dalam advertising untuk masyarakat.

“Masalah Benarnya datang dari Arah Barat” Ai Weiwei salahkan US dan Canada dalam tensi China – artnews

Antara mengejar dan dikejar itulah cerita US dan China, jadi perhatian Ai Weiwei dalam pernyataannya di exhibition-nya di Toronto, Canada. Menyangkut berita sekarang, pejabat tinggi Huawei, Meng Wuanzhou di Vancouver kemarin, sebagai sasaran US. “Pada akhirnya, tidak ada yang berubah”

Soal China

Ilmuan China mendapat penghargaan dari Asosiasi sains US dalam riset Quantum untuk fondasi Internet selanjutnya, lagi US punya perhatian juga untuk balapan ini. “Sebuah partikel misterius dipanggil “Quantum Entaglement” akan bergerak di komunikasi ultra-secure untuk masa depan”

“Grup ilmuan yang dipimpin Jian-Wei Pan, ahli fisika di University of Science and Technology of China di Shanghai, telah membuktikan kelangsungan teknik baru mengurangi degradasi partikel.”

Albert Ensitein sangat ragu – ragu sistem ini, tapi praktis ini bisa jadi solusi sempurna agar komunikasi aman. Dari MIT Tech Review, China dan US memang sedang balapan dari pengembangan Quantum, US punya kecenderungan ambisi ke infrastruktur Militer dan China dari proyek jangka panjang-nya, ternyata sudah memimpin duluan termasuk dukungan pihak penguasa, salah satunya paling menonjol, komunikasi, sudah bisa mengirim pesan enkripsi kuantum dari satelit.

Masalah Quantum, siapa yang lagi mempelajarinya? boleh – boleh email saya dalam riset ini.

Malaikat sistem gambar JPEGs – WIRED

Lena Forsen, “The First Lady of Internet”, wanita yang mendedikasikan riset-nya dalam pixel, dan selama tes menjadi tipe foto komputer sekarang, “Berterima kasihlah dengannya, berkat dia, kamu keseringan share meme”, sempat menjadi model bahan kalibrasi warna perusahaan Kodak. Dan aku tidak percaya juga ada istilah “image processing industry


Terima kasih sudah membacanya – Kritik, suggesti dan masukan -> firasraf@kicikku.com

Tags: , , , ,

%d bloggers like this: