Hanya Facebook 15 Tahun ga Berubah

Facebook, pengalaman terindah masa – masa sekolah, ingin kenalan dengan cewe tanpa ketemu langsung, melihat kumpulan foto cantiknya, sudah merasa kenal sendiri, zaman SMA masih tergantung Facebook, tidak ada kekhawatiran privasi, justru ingin nunjukkan kalau aku cowo begini yang cari – cari perhatian dari kamu, zaman SMA masih belajar romansa.

Kebetulan Facebook mengajari itu secara tidak langsung, dari dulu Facebook internet tak terhindari, menit pertama mesti kunjungi momen – momen kerabat teman, pemikiran orang awam, ga ada Facebook, bukan Internet nama-nya.

Zaman itu, ngunjungi profil wanita cantik saja, walaupun ga kenal, itu sudah membuat-mu semangat, pikir pikir untuk kenalan di Chat, sudah bangga dapat respon pendek dari-nya. Besoknya, kamu sendiri merasa ingin kontak mata dengannya, tapi tidak merasa saling kenal sama sekali. Facebook tahu titik lemah emosi manusia, apalagi kalangan muda.

Sekarang beranjak dewasa, aku banyak mempelajari pergaulan internet dan bisnis teknologi, sudah berhenti dari Facebook, menghapus akunnya, lebih fokus kerjaan-ku, teman jauh bisa email aku, kalau ada acara penting untuk bertemu.

Mungkin aku orang yang setiap tahun paling sedikit mengucapkan ulang tahun, ga ada lagi notifikasi siapa yang ulang tahun hari ini dan menulis status seseorang. Atau, siapa teman SD yang akan merayakan pernikahannya, tidak mengira juga sudah ada yang mengandung. Berterima kasihlah dengan Facebook, kita bisa saling melekat tanpa kunjung bertemu sama sekali.

Siapapun merasa sudah dewasa, sudah nahan – nahan nulis status, sudah ga terlalu kebawa – bawa pengalaman numpang lewat, penting atau tidaknya kamu, yang penting menulis apapun itu atau sharing di profil kamu, itu sudah berkontribusi banyak untuk Facebook. Apalagi para pengusaha kosongan tanpa mengira tidak ada potensi di sekitarnya, menulis bahan promosi di halaman pertama Facebook-nya, itu akan mengira bagi kamu tidak ada cara lain selain minta bantu carikan perhatian dari Facebook.

Apapun yang kamu inginkan di Facebook, terjamin tercapai. Kita bisa menjadi nomor orang satu di Indonesia juga bisa di dunia Facebook, bisa. Antara kamu ingin kelihatan sukses di antara yang lain, antara kamu ingin menasehati satu sama teman lain, merasa tidak sejalan dengan lain, merasa ada perubahan dari teman-mu dengan modal upload – upload mu atau kamu seolah – olah pacaran pura – pura dengannya. Apa yang ga terjadi di realitas-mu, bisa terjadi di Facebook.

Jadi selama 15 tahun ini dengan karya Mark Zuckerberg, apa kita sudah dewasa cara meluapkan sesuatu?, kopi siang hari sambil kerja di Cafe tengah kota, kelihatannya memang kebiasaan kerja, tapi Facebook bisa membuatnya kelihatan penting demi perhatian dari orang sekitar-mu. Tanyakan lagi, perlukah siarkan ke Facebook juga?

Selama 15 tahun kita beranjak dewasa, emosi sudah terkendali, kamu mengalami banyak perubahan, hanya Facebook yang tidak akan berubah. Untung rugi apa yang kamu dapati situ, sedih senang apa yang kamu alami, selama itu cerita untuk kenangan terindah dulu, sekarang dan kedepannya, Facebook rela menerima kejadian – jadian itu, asal itu menjadi keuntungan bagi-nya untuk 15 tahun kedepan nanti-nya.

Tak masalah bagi Mark Zuckerberg untuk maju terus berinovasi demi Facebook. Tiada daya yang menghalangi kekuatannya, karena Facebook berhasil mengumpulkan miliaran orang di belahan dunia untuk berkumpul di sosmed-nya. Asal ini kesadaran masing – masing manusia lagi di tengah bersosial-nya, apa Facebook sudah mengubah dirimu lebih baik atau sebaliknya?

Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: