Saat Desainer Buka Peluang Bisnis Baru

Ada kalanya, desainer tidak hanya mencari – cari client untuk membutuhi finansial mereka, desainer bikin poster setiap minggu sehari membagikannya ke Internet, memperlihatkan ini style mereka, mengesampingkan juga hasil karyanya dijual dengan poster. Secara terbuka, desainer ingin membuka peluang bisnis sendiri.

Sekian kalinya berpikir, apa desainer harus tergantung dari karir corporate dan client, bagi mereka yang bekerja ala orientasi agensi. Atau bagaimana memang desainer punya kebebasan untuk menjadi pengusaha?

Ada beberapa tempat yang bisa ku bagikan di sini, entah itu desainer milik punya toko sendiri, ada desainer bikin platform untuk para desainer sewa tempat jualnya, ada desainer dari dulu terkenal memanfaatkan keunikannya sendiri.

Folder Market

Folder Market

Commerce jual beli, di mana desainer bisa menjual atau bagikan aset karya mereka dari Dropbox-nya langsung, ini gunakan pembayaran Stripe. Seperti jual bekas proses karya buatan mereka, terus diperjual lelangkan online. Folder Market membuka peluang alternatif baru menyamakan nilai sebuah karya mereka dengan transaksi.

Desainer + Toko Online

Ini letak sisi entrepreneurship desainer, sebagian besar pada membuat baju, buku, Tote Bag, poster, stickers serta print books dari pameran masing – masing. Ini termasuk kategori seniman Internet juga, memanfaatkan media sekarang untuk potensi kelas Creator.

Segampang – gampangnya membuat toko online, tidak segampang menciptakan karya produk untuk dijual. Contoh dari desainer “The best in the world” JJJound, karena popularitas blog visualnya, orang bertanya tanya kenapa dia bisa menciptakan kesuksesan blognya menjadi daya usaha.

JJJJound

JJJJound mengedepankan, internet tempat mengumpulkan orang, tidak ada tempat yang paling terbaik selain internet, untuk berorientasi bisnis kreatif handmade seperti ini, JJJound merintis sejak 2006 sebagai inspirasi desain global.

Sejak budaya Tumblr berdatangan, yang lain bermunculan budaya platform Digital Mood Board, tidak selegenda milik JJJound. Beberapa lainnya seperti Haw-Lin, Words for Young Men, Ar-Archive juga memanfaatkan Mood Board mereka, untuk membuka peluang bisnis.

Desainer di budaya Internet, yang pasti mereka terbiasa share karya-nya dulu gratis untuk diperlihatkan, selama bisa mengimbangi kebutuhan realitas mereka. Tidak ada yang tidak mungkin untuk mencapai mimpinya, asal desainer tahu tidak selamanya di sekitar ini mengerti profesi kita.

Grafis desainer, merasa dirinya eksperimental dari mengungkapkan ekspresinya, mencoba coba ketika memang ada orang sana menikmatinya, dan melampiaskannya jadi jualan poster. Tidak semua grafis desainer, punya kesempatan untuk bekerja orang lain, cari client ternama, tapi kesempatan tak pernah terbuka bagi yang ga mau mencobanya.

Travis Kane Design

Travis Kane, desainer dari LA kebiasaan bikin satu poster sehari, punya toko online sendiri menjual karya cetakan grafis-nya, kesannya, ini poster – poster memang punya nilai jualnya. Keberuntungan konsep seni sederhana untuk melindungi finansial sendiri.

Lagian para Creator sekarang sudah pandai menguasai konten sendiri, akan memanfaatkan hal tersebut membangun commerce sendiri. Berarti, seandainya memang konten adalah tujuan pertama, di satu sisi bisnis hanyalah permainan kedua. Mencari cari perhatian dulu demi tujuan pertama.

Atau bagaimana jika desainer bikin fondasi untuk desainer lainnya, dengan menjual racikan mentahnya dulu, tempatnya di BM dari domain-nya blkmarket. Kelihatan kalangan underground design yang jalankan retail ini, konsep membuat Vinyl, Stickers, CD Case juga Skate ada semua di sini. Jualan mereka “high resolution quality and full transparency”, pembeliannya memang akan meracik kebutuhan desainer dari bahan mentah mereka.

BM

Tidak tahu bagaimana para pemain sosial media, terlanjur mempamerkan karya – karyanya, bisa juga memperjual belikan hasilnya ke tangan orang lain lewat DM atau beralih ke website lain. Masing – masing desainer pasti menemukan celah, bukan hanya sekedar menunggu permintaan masukan client.