Paul Arden, Saat Fashion Mengancam Kreatif

Fashion adalah prediksi, mengikuti apa yang nampak menarik ke kita, yang memancing emosi, melempar kepercayaan satu sama lain.

Jika kamu mengikuti era Fashion, berarti kamu belum kreatif, tidak berani resiko untuk menciptakan sendiri, selama ini Fashion memang tren, Fashion adalah panduan bergaya hidup di atas panduan orang lain.

Setelah membaca buku dari Paul Arden, It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be.

The Villain is not always the client. It is the fashion of the day that usually dictates the layout. Be unfashionable. Take risks

Paul Arden, seorang genius di era emas Advertising Saatchi & Saatchi, dalam proses bernarasi iklan untuk orang – orang ego bisnis, aku mulai terinspirasi kenangan orang tua ini, buku digital-nya gratis di Archive.

Dari sini aku bisa menilai, aku belajar cara kreatif bukan dari orang seni, penulis atau desain. Tapi dari orang advertising dulu, karena dari cara mereka menghasilkan karya, setiap karya-nya dari titik terawam semua orang bisa menikmatinya, entah itu kesan-nya baik atau buruk, semua orang mengerti.

Tokoh terkenal seperti Paul Arden, selalu berdebat dengan client-nya, di pernyataan buku tersebut, “Client ingin brand-nya terpampang, produk dan manfaatnya – Orang kreatif ingin menampilkan diri-nya – Client senang ada logo perusahaan-nya, tapi butuh lain juga – Si kreatif perlu seseorang yang membayar skill-nya – Si Client tahu juga ide kreatif bisa menaikkan bisnisnya”

Karena koneksi seperti ini, kreativitas di tengah – tengah menikmati perdebatan, kritik hingga hasil yang tak mengira akan berhasil atau gagal di jalanan. Bandingkan dengan seni, di era modern ini, seni abstrak tak punya makna, kita yang berharap kritik, tidak tahu cara-nya, bahkan ahli-nya mengkritik belum tentu mengerti oleh orang lain, ujung – ujungnya apresiasi kalangan tertentu.

Saat inilah Fashion selalu berada di jalan yang sama dan menyuruh orang mengikuti gaya hidup-nya, menganggap seni kenikmatan berkelas. Di sinilah kreatif terancam, tidak berani beresiko suatu reaksi baru.

Mulai sekarang, cari orang Fashion yang menciptakan Fashion-nya sendiri.

Atau ciptakan sendiri.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.