Rencana Kekuatan 5G untuk Kebutuhan Internet Dunia

Rencana Kekuatan 5G untuk Kebutuhan Internet Dunia

5G ditargetkan komersial pada tahun 2020. Kebutuhan internet dunia sudah tidak perlu lagi dibaca secara analisa, karena permintaannya selalu naik secara signifikan. Kebebasan data untuk berkembang telah di lakukannya, dari secara personal hingga aktifitas bisnis. Peran 4G sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan penggunanya, dengan rata — rata kecepatan hingga 75 mbps, 4G memiliki daya tuang untuk menambah skala mereka.

Dari awal tahun 2013, perkembangan 5G telah mulai. Berawal dari negara terbesar di Asia, China. Negara ini yang memiliki kontribusi besar terhadap layanan 5G. Korea Selatan beserta beberapa perusahaan teknologi besarnya, Samsung juga sudah melakukan eksperimennya. Perkembangan 5G itu dilakukan secara bersama dengan hubungan internasional, banyak beberapa lembaga komunikasi yang berpatisipasi. Untuk di Eropa, perusahaan Ericsson telah merilis beberapa eksperimennya dan menetapkan suatu rumus bagaiman

Cara Membuat Sticker LINE

Oke hari ini aku akan memberikan cara membuat Sticker untuk aplikasi chat LINE, LINE kini memberikan peluang kepada desainer atau orang — orang yang suka menggambar untuk mengupload gambar — gambar stikernya ke LINE.


Karena potensi atau peluangnya banyak untuk menjual stiker di LINE dan aku sendiri pernah berpengalaman membuat Stiker LINE. Aku akan memberikan cara dan tipsnya yang bermanfaat.

Ide dan Konsep.

Setiap karya pasti selalu dimulai dengan mencari konsepnya, carilah ide yang menurut teman itu sangat beda dan kreatif, kalau bisa langsung saja lakukan corat coret di kertas supaya lebih yakin lagi dari konsep itu. Oh iya, dari prosedur LINE, kita harus membuat 40 stiker, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan asal mendapatkan ide juga ya, kita harus ikuti peraturan LINE juga untuk tata krama dan tata cara, jangan sampai stikernya itu menghina orang lain atau melecehkan, atau menjelekkan siapa pun deh, untuk lebih lanjutnya ada di Guidlines LINE.

Saatnya menggambar

Setelah mendapatkan ide yang cemerlang, minimal teman sudah punya sepuluh gambar untuk setiap stiker, karena untuk gambar — gambar berikutnya, teman bisa tinggal memodifikasi saja bentuk atau ekspresi wajahnya agar menghemat waktu. Jika tidak, teman bisa juga membuatnya dari nol, mungkin teman ingin gambarnya beda — beda banget, supaya lebih keren. Teman — teman sebenarnya bisa langsung gambar di komputer, jika teman sudah punya pengalaman banyak, tapi rekomendasi aku, gambar saja dari kertas dulu, ini juga menghemat waktu agar tidak banyak mikir setelah di depan komputer. Untuk menggambar di komputer, kamu bisa menggambar di software apa saja, seperti Adobe Illustrator, Corel Draw atau yang gratisan ada juga GIMP, kalau sudah punya manfaatin software dari ketiga itu dengan fitur — fitur terbaik yang diberikannya, gambar anda pasti hasilnya bagus.

Buka dan ikuti prosedur LINE

Setelah gambar teman — teman selesai dengan 40 stiker, saatnya kita mengikuti peraturan dari LINE sebelum menguploadnya, fungsinya untuk menjaga kualitas gambar dan kualitas LINE-nya juga. pertama kita buka LINE Creators Market (http://creator.line.me), website ini khusus buat para pembuat stiker, setelah itu buka tab Guidelines yang ada di menu utama.

‘Main Image’
‘Sticker Images’

Di halaman Guidelines, kita lihat berapa ukuran yang diminta oleh LINE, — pertama, untuk tampilan ‘Main Image’ yang ada di Line Store, kita harus menggunakan ukuran dengan W (Width) 240 * H (Height) 240. Untuk pemberian nama gambar gunakan ‘main.png’.

Kedua, ukuran ‘Sticker Image’ kita harus menggunakan ukuran dengan maksimal W (Width) 370 * (Height) 320, untuk yang ini kita tidak boleh terlalu minimal juga ukurannya. Untuk pemberian nama gunakan angka dua digit seperti ini ‘01.png 02.png 35.png’ sampai ke angka 40. Ada rekomendasi dari LINE, untuk ‘Sticker Image’, kamu harus memberikan celah atau space antara gambarnya dengan pinggiran ukuran, seperti gambar di bawah ini.

‘Chat Room Tab Image’

Ketiga, ukuran ‘Chat Room tab Image’ kita harus menggunakan ukuran dengan W (Width) 96 * H (Height) 74. Untuk pemberian nama gunakan ‘tab.png’.

Maksimal ukuran file adalah 1 MB, untuk tipenya PNG.

Daftar LINE Creators dan Mengupload

Oke, kita sudah menggambar, terus menyimpan gambar finalnya dengan tipe gambar yang direkomendasikan, sekarang kita harus buat Akun LINE Creator dulu sebagai profil anda, profil ini tidak hanya teman mengupload stiker saja, kita nanti juga bisa melihat statistik penghasilan dan berapa banyak yang download stikernya. Langsung saja, kita buka halaman My Page, oh iya kita tidak perlu mendaftar lagi, kita langsung saja sign in dengan akun chat LINE kita, langsung saja masukkan, usahakan akun anda sudah berintegrasi dengan e-mail, jika tidak teman harus mengubah settingnya yang ada di aplikasi LINE.

Ada tombol hijau besar yang berisi tulisan ‘New Submission’, tekan saja langsung, setelah itu anda akan dibawa ke halaman berisi formulir untuk mendeskripsikan Stiker kita, isi lengkap yang diwajibkan, jika ada yang diminta options (tidak wajib) anda bisa membiarkannya kosong atau isi, setelah lengkap data yang kita masukkan, tekan tombol hijau dengan tulisan ‘Save’. Setelah menyimpan, anda akan melihat informasi — informasi stiker anda, terus, saatnya mengupload gambar dengan menekan tab tulisan ‘Stiker Images’. LINE punya dua cara untuk mengupload gambar, pertama kita mengupload gambarnya secara manual yang berisi angka dan tulisan seperti tampilan kalendar, kedua kita menggabungkan stiker — stikernya dengan file ZIP, jika teman tidak tahu tidak tahu file ZIP, kita uploadnya secara manual saja, walaupun banyak memakan waktu.

Check dan submit

Setelah memasukkan data dan mengupload, cek — cek dulu, dari prosedurnya, terus data — datanya, ukuran filenya, setelah di cek dan memenuhi syarat, saatnya menekan tombol ‘submit’ yang berada di atas sebelah kanan dengan berwarna hijau, akhirnya selesai juga.

Setelah submit stiker, stiker teman tidak langsung ada di LINE Store-nya, kita harus menunggu untuk di review stiker kita, jika stiker kita tidak memenuhi prosedur atau syarat dari LINE, stiker kita bakal tidak diterima dan waktu untuk menunggu ini tidak sebentar, jika trafiknya lagi ramai mungkin bisa menunggu satu bulan lebih.

Catatan penting, untuk penerimaan uang hasil penjualan. LINE menggunakan pembayaran Paypal, jika belum punya, teman — teman harus punya dulu, kalau sudah punya teman — teman tinggal isi email paypalnya di halaman settingnya.

Aku punya beberapa di LINE, ada satu mengenai momen di bulan ramadhan dan profesi pilot dari saudaraku. Ini sudah cukup banyak menghasilkan lebih dari satu juta. Yang paling penting ekspresif dan semakin lucu akan makin menarik. Kualitas dan ide kreatif harus diperhatikan ya.

Semoga bermanfaat.. 😀

The Next Apple TV could be your Business Platform


It will get more innovation for Apple TV.


“The future of television is apps”, this is what Tim Cook said in Apple Events yesterday. Apps is the base solution for daily life and the problem we’ve ever faced. The questions is how does apps could be in television?, and what challenge would be for developers to make innovation?

And i’ve got one, The vision Apple TV is get priority in entertainment zone or your living room. But, it’s more than that when i’ve got this idea. Apple TV is more innovate when in your business zone, this is what i thought. When i read reference of tvOS in Apple Developers page, suddenly i got idea app for Apple TV, but not for your living room, it’s in your business room, for details in your meeting room. It’s about presentation or innovation in meeting with your Apple TV which integrated Email Services or Cloud like iCloud or Dropbox.

It’s interesting, right. After that, i feel challenged to developed and push this idea to business world. If Apple TV could get more supported accessories not only third party controller, like camera. There will be one more idea for that, I wanna make app with streaming web cam for collaborations team or talk with your client. Another accessories which i imagined is Apple TV could integrated television with stylus and i wanna make app for drawing in big screen, Surface Hub from Microsoft would be lose. :p. Every class in the school would use that for their board.

Tim Cook said Apple working hard for developed the latest Apple TV and with their vision “The future of televisions is apps” would be true, if Apple is not only thinking that future in living room, but every categories.

Although, there’s categories in their App Store. Apple doesn’t be sensitive what’s more than entertainment section.

Apple just think about the app firstly, but they don’t think about how we deliver the app.

If Apple wanna be game changer, they should think far more than that. If just watch movie or something entertain and app. Every tech companies have that, Microsoft has Xbox One, Google has Chromecast or Google Nexus Player, Amazon has Amazon Fire TV. With that, The World would think Apple TV was late for this war.

What about dashboard to read your live data, it’s gonna be awesome if we make it in app for Apple TV. Some big companies have their dashboard with big screen in their office to see their analytics. Apple TV is featured with internet connection and that app can fetch API data lively. So, you don’t need to plug-in computer in that big screen with waste time of boot and access the data.

If you wanna app is the future of television, please think television is not only in your living room, but everywhere.

Kenapa aku tidak menggunakan Facebook lagi


Pastinya hal ini menjadi sebagian kewajiban kita sepertinya, memiliki akun Facebook itu seperti halnya aktifitas makan dan minum.


Dari kehidupan, bisnislah yang telah mempengaruhi cara masyarakat melakukan sesuatu dan aktifitas sebagainya, itu termasuk juga ke strategi bisnis Facebook. Sebenarnya, apa yang kita lakukan dengan sosial media ini?. Setiap kali membuka internet, kebanyakan menjadi prioritas utama, bahkan Facebook menjadi aplikasi sosial media nomor satu paling banyak di buka. Hal biasa itu, mesin uang mereka selalu lancar dipenuhi iklan di sekitarnya. Ya begitulah perusahaan Internet, pekerjaannya memberikan jasa inovatif.

Jika kita tanyakan kepada orang, apa sih fungsi Facebook itu. Jawabannya pasti berhubungan dengan satu kunci, berinteraksi dengan orang lain. Jika kita bandingkan dengan fungsi internet sebenarnya yaitu menjelajah. Apakah Facebook itu sifatnya hampir sama dengan internet. Mungkin ada dua alasan antara ya atau tidak. Jika ya, kita menjelajah hanya sebatas lingkungan sosial kita. Jika tidak, kita tidak menjelajah informasi atau ilmu yang di dapat, itu pun tergantung apa yang dibagikan oleh pengguna.

Aku tahu inovasi apa yang mereka lakukan. Intinya, memudahkan komunikasi antara sesama teman, keluarga dan sebagainya. Namun, aku kurang setuju bagaimana Facebook memberikan pelayanan terhadap pengguna. Seperti menonton televisi selama satu jam lebih dengan acara tidak bermanfaat. Sebenarnya, sudah banyak fakta mengenai bagaimana Facebook mempengaruhi kita dari eksperimen — eksperimen pengamat sosial, dengan kesimpulan adiktif-lah, membuang waktu dan lainnya.

Kita balik lagi dengan fungsi Internet. Ada juga orang berpendapat, internet itu telah membuat kita tidak produktif, semakin kita menjelajah semakin lama kita akan menjelajah. Sebenarnya ini juga bisa berkaitan dengan desain penggunaan Web Browser, seandainya web browser seperti Chrome atau Firefox hanya memiliki satu tab, internet mungkin hanya seperti membaca buku secara berurutan saja. Pribadi aku saja, hobi dan pekerjaan ku banyak di depan komputer kadang membuatku untuk menjelajah terus dan itu melupakan aku untuk fokus dan berfikir. Karena penjelajahannya, aku semakin banyak mendapatkan referensi atau ilmu dan kadang membuat aku bingung untuk memulai dari mana. Jika aktifitas tadi diganti dengan membuka Facebook setiap sekitaran menitnya, itu justru memperburuk suasana aku untuk kreatif, karena internet yang kita lakukan hanya sebatas itu saja.

Sekarang, Facebook itu seperti taman bermain.

Setidaknya Facebook hanya memiliki tiga fitur, berbagi, bercerita dan bercerita. Faktanya, Facebook memiliki puluhan kategori yang membuat orang penasaran dan mungkin membuat Facebook tidak jelas dengan misi mereka. Kadang, aku tidak bisa membaca peraturan penting teman lewat status hanya karena dihimpitkan oleh rapor pengguna Facebook yang suka bermain game dan timeline aku hampir dipenuhi dengan itu. Facebook mampu mempertahankan penggunannya dan mereka manfaatkan dengan mengisi apapun, agar pengguna terus bertahan di halaman web mereka. Heran juga, Facebook itu tempat pusat bermain atau sosial media. Hal pertama ini yang membuat aku lepas dari Facebook.

Sosial media yang aku inginkan, ada tiga komponen yang membuat internet tidak terasa liar dan menjadi bahan positif. Pertama, menginspirasi. Kita tidak boleh menghabiskan waktu kita terhadap hal yang tidak bermanfaat, kasus sebagian Internet telah melakukan itu. Kehidupan ini hanya sekali, manfaatkan sebaik — baiknya.Dengan inspirasi, internet akan membuka pikiran kita untuk hal — hal cemerlang. Kedua, memotivasi, di dunia ini banyak orang yang sukses dan cerita mereka beredar di Internet, sosial media bisa menjadi alat untuk memotivasi dari cerita mereka. Bukan menjadikan orang iri, kadang ada yang iri kalau seseorang mengupload barang — barang keren. Ketiga, menjelajah, ini sifat utama Internet dan kita perlu mengetahui apa yang orang lakukan di dunia luar, inovasi apa yang bisa menjadi bahan pembicaraan kita suatu saat dan juga sebagai lanjutan kita untuk terus berkarya. Tiga komponen ini sebenarnya sudah terdapat di Facebook, tetapi konten begitu disembunyikan oleh fitur — fitur Facebook, itu tergantung juga bagaimana pengguna menyikapinya.

Beberapa pelopor internet lainnya juga banyak memenuhi tiga komponen, karena mereka memiliki visi dan misi yang kuat dan konsisten, pengguna mereka pun mengerti. Pertama di Pinterest, ini kumpulan inspirasi yang dikoleksi orang, mereka juga punya sosial media, fitur chatting mungkin untuk membicarakan inspirasi dan komunikasi kreatif. Kedua adalah Tumblr, awalnya sebagai platform Blog dan fiturnya tidak jauh beda dengan Pinterest, Bahkan, Tumblr juga mengajak kita untuk belajar menulis kode, agar halaman inspirasi dan konten yang kita upload menjadi ketertarikan. Ketiga terdapat di Google+, sosial media ini konsisten untuk membangun komunitas sebenarnya, ada di fitur circle-nya, contohnya kamu ingin mengenal seseorang di situ dan kita bisa mengelompokkan orang itu sebagai zona kenalan, sehingga jika dia merespon ingin berkenalan akan termudah. Google+ pun tidak ribet suasananya, mereka tidak berlebihan sebagai sosial media.

Facebook sedikit samar sebenarnya, kamu menjadi teman di sana tidaklah menjadi teman sebenarnya. Jika ingin berteman paling efektif tidak berdasarkan meminta respon menjadi teman, ya komunikasi menjadi nomor satu. Kadang ada beberapa kasus yang aku dapat dari cerita — cerita di internet. Ada seorang cowok yang tertarik dengan cewek cantik sana di tempatnya, sekolah atau kampus. Dia tahu nama cewek itu dari orang — orang yang membicarakannya, karena perempuan itu terkenal. Sebagai tempat paling bagus, dia mencari cewek itu di Facebook, aku penasaran juga bagaimana cewek itu menyikapinya. Jika diterima respon itu, cowok itu memiliki kesempatan untuk melihat aktifitasnya di Facebook. Jika berani, dia akan memulai chatting, memperkenalkan dirinya dan menampakkan dirinya. Jika tidak, itu hanya akan pertemanan samar yang ternyata tidak kenal satu sama lain. Sebagian teman yang ada di Facebook kamu bukanlah teman sebenarnya.

Secara pribadi, aku pun masih menggunakan Facebook, buktinya website ini masih dipromosikan dengan Facebook, karena pemanfaatan bisnis di situ cukup efektif. Berbagi artikel, menyukai halaman dan promosikan karyaku juga masih ku gunakan. Sisanya, tidak aku gunakan. Merasa bersalah juga aku rasakan, kebanyakan teman — teman lamaku menghubungiku lewat Facebook, sekarang tidak ku gunakan. Ini juga bisa menyebabkan dianngap sombong dan itu kelemahannya tidak menggunakan Facebook lagi, kita bisa saja kehilangan teman lama. Itu tergantung terhadap diri kita sendiri, kita harus bisa mengendalikannya dan menyadarinya.

Karena aku kontra terhadap Facebook, aku tidak akan menggunakannya selama ingin berkarya dan produktif.

Pelaku Desain dalam Proses Berbisnis


Ini adalah bagaimana pemikiran desainer terhadap kita dalam berbisnis, apakah ada suatu inovasi dalam proses atau manajemennya.


Menurut desainer ternama bernama John Maeda, ini salah satu desainer favorit aku. Dari tahun ke tahun, para pelopor internet membeli agensi desain yang fokus kepada teknologi, termasuk User Interface. Mereka mengakui desain adalah komponen penting untuk produk yang mereka jual. Ini sebenarnya suatu teori lama, namun perkembangannya menyadari pemikiran kita.

Desain adalah sebuah ide dimana perannya sebagai awal dari sebuah objek. Itu definisi yang bisa aku terapkan terhadap bisnis, ini hal yang relatif. Sebagai pemerannya, kita membutuhkan strategi dan penguasaan terhadap konsumen, inikan ilmu yang biasanya kita tangkap dalam bisnis. Hal untuk menentukan tersebut, kita butuh sebuah proses untuk mendapatkan hal tersebut. Desain adalah pelakunya. Jika mereka berinteraksi, hasil kombinasi yang didapat bisa jadi menentukan kualitas bisnis dan penilaiannya dilakukan oleh para konsumen.

Sekarang, orang yang sedang berbelanja di bisnis online, mereka bisa saja tertipu dengan kualitas desain websitenya dan kreatif promosinya. Dan website yang kurang berkualitas dan kelihatan tidak terurusi, bisa saja itu adalah penipuan padahal tidak. Ini adalah pelajaran umum untuk kita.

Dalam penglihatanku, aku mendefinisikan terhadap antara bisnis dan desain dalam teknologi. Salah satu artikel yang pernah aku bahas sebelumnya dalam programmer seharusnya belajar desain dari judulnya, itu telah menandakan teknologi beraduk campur proses desain. Di sini, desain sudah mencampuri urusan bisnis. Studi ini bisa menjadi induk solusi untuk masalah apa pun.

Kita membutuhkan suatu produk canggih yang inovatif. Kunci yang perlu diperhatikan adalah kata ‘inovatif’, ini adalah sifat pertama untuk produk kita. Dari kasus ini, produk tersebut sudah beredar di dunia, namun kita membutuhkan yang lebih dengan sifat inovatif. Yang harus kita butuhkan adalah sebuah ide. Ide berasal dari permasalahan sekitarnya dan datang menjadi solusi. Untuk melakukan hal itu, kita bisa mencari tahu produk sebelumnya, apa yang konsumen katakan terhadap produk tersebut. Tahap pertama akan menjadikan kita pendengar yang baik. Kita sudah dapat permasalahannya, setelah itu bagaimana mengubahnya menjadi solusi. Kita membutuhkan tahap proses dan itu saatnya desain yang mengambil alih.

Desain bukan lagi hanya untuk visualisasi, namun proses menuju visualisasi. Proses tersebut akan menjadikan kita sebuah ide yang secara bertahap akan menjadi produk inovatif tersebut. Aku sering membaca majalah atau buku mengenai web desainer dan referensi yang aku dapat, kini bukanlah ilmu teknik dan tips atau trik menjadi desain yang terbaik. Namun yang menjadi prioritas adalah proses. Seorang arsitek juga demikian, mereka membangun rumah berawal dari desain. Jika saja seorang arsitek memiliki kemampuan gambar yang bagus, namun dia tidak memiliki manajemen waktu atau proses yang efektif terhadapnya, itu bisa jadi membuat kesalahan dalam pembangunan rumah nanti. Web desainer sebenarnya bisa mengikuti langkah proses apa yang dimiliki oleh arsitek.

Bagaimana proses untuk mendapatkan ide tersebut dengan desain dan menerapkannya?. Sekarang, web desainer tidak hanya menggunakan text editor, Photoshop / Illustrator saja, namun sebuah strategi. Pengembang web seharusnya berterima kasih kepada pemain bisnis, karena mereka yang telah mendefinisikan bagaimana desain sebenarnya. Untuk mendapatkan ide inovatif, kita harus mengerti karakteristiknya secara seksama dan coba untuk menanyakan diri sendiri. Ini proses desain pertama, dengan itu kita akan mendapatkan visi dan misi produk tersebut secara otomatis. Pelan — pelan tapi pasti, daripada cepat tapi tidak jelas. Desainer tidak memiliki sifat cepat, jadi mereka orang yang sabar. Begitu juga pemain bisnis, uang adalah hal nanti, yang penting perasaan kita terhadap produk itu. Tulisan yang telah membentuk deskripsi dan fungsi produk bagaimana membuatnya, setidaknya kita sudah memiliki gambaran atau khayalan bagaimana produknya nanti. Jangan meremehkan sebuah tulisan, web desainer saja sebelum memulai menggambar User Interface, mereka mendahulukannya dengan menulis. Itu akan membuka pikiran kita untuk mencari ide.

Desain bukan lagi hanya untuk visualisasi, namun proses menuju visualisasi.

Gambarannya sudah jelas dengan khayalan idenya. Sekarang, bagaimana menuangkannya dalam bentuk desain, sebelum membuatnya. Seorang desainer, dia akan memilah mana komponen yang termasuk mudah, susah, cepat atau lambat. Agar selama mendesainnya tidak berantakan dan lebih rapi manajemennya. Kita pun memerlukan referensi selama proses desain. Karena kondisi bisa saja berbeda saat tahap mendesain dan membuatnya, agar tidak mengulanginya lagi dari awal. Namun, kita tidak boleh terlalu teliti juga sebenarnya. Itu membuat kita takut mencoba. Memang desainer kebanyakan pekerjaannya merencanakan sesuatu, tetapi mereka memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil menerapkannya, itulah kenapa desainer tidak pernah menyerah jika mencoba, apalagi mereka sudah menikmati pekerjaannya, jadi itu hal yang kecil.

Itulah sebuah desain yang berperan dalam dunia bisnis. Tim desainer dari Apple saja, membutuhkan tiga tahun sejak Steve Jobs meninggal untuk mengembangkan produk terbarunya Apple Watch-nya, mereka melakukan eksperimen terlebih dahulu, mereka harus membuat banyak kemungkinan objek dari desainnya, setelah itu apa penerapan mereka yang mengandalkan kesederhanaan dalam Apple Watch tersebut. Penuh pengorbanan semuanya untuk melakukan hal tersebut.

Aku, sejak suka menulis blog. Aku banyak membahas dan mencari ilmu mengenai desain. Definisinya tidak pasti dan relatif, itu bisa membuat aku untuk mengembangkan apa itu desain terhadap kehidupan sekitar kita. Dan aku menyadari ilmu desain ternyata terbaik untuk proses berbisnis, apalagi pengembangan produk. Perusahaan IBM, salah satu pelopor teknologi informasi dan fokus terhadap platform manajemen bisnis saja, mereka membuat anak perusahaan khusus untuk menangani desain.


Desain adalah induk untuk menyelesaikan masalah, bukan mencari warna kombinasi yang sesuai. Jika desain hanya mengandalkan objek, warna dan garis untuk produk bisnis kamu. Iitu bisa saja membuat ketidakjelasan dalam produk kamu setelah pengguna menggunakannya, walaupun mereka sedang membuatnya mengatakan itu jelas.

Aku yakin, para perusahaan Smartphone yang sedang berperang saat ini memiliki proses tersebut, mereka tidak akan bermain — main untuk membuat seri terbarunya. Mereka membutuhkan proses semaksimal mungkin dan mencari celah para kompetitor apa kelemahan mereka. Kemarin, aku banyak mendapatkan berita. Oneplus One dengan seri terbarunya bisa menyamai Smartphone andalan lainnya Samsung atau Apple.

Kehidupan berbisnis itu penuh dengan permasalahan. Desain seharusnya menjadi bagian untuk solusinya, dari mendapatkan inspirasi sampai merencanakan sesuatu. Mungkin itu bisa berlaku dalam, mempromosikan produk. Minimal kreatif dengan pembuatan iklan, itu sudah termasuk bagian pembelajaran desain.

Yang lagi banyak dibicarakan oleh orang — orang desain di dalam perusahaan teknologi, mereka sedang mengandalkan sebuah kata ‘sederhana’. Mereka butuh yang sederhana, namun memberikan nilai lebih kepada konsumen produknya. Di era zaman sekarang ini, menilai sebuah desain mana yang paling bagus itu adalah salah. Itu terletak pada kepribadian kita bagaimana memandangnya. Itu akan berlaku dalam dunia bisnis juga, kesempurnaan tidak mungkin kita dapatkan. Buktinya di antara dua game konsol raksasa antara Playstation 4 dan Xbox One, mereka dikatakan relatif sama fiturnya, tetapi orang menilainya berbeda — beda dengan gayanya dan mereka dikatakan seimbang, tidak ada menang dan kalah.

Pekerjaan seorang desainer memang unik. Di Silicon Valley, Pelaku desain, orangnya universal. Mereka bisa menjadi bagian pekerjaan apa saja. Dalam proses berbisnis, desainer bisa menjadi pemimpin. Harus berpikir cepat untuk mengatasi masalah, punya pengalaman untuk berkomunikasi. Hal ini penting, desainer tidak akan sukses jika mereka tidak punya kemampuan komunikasi, apalagi yang mereka bekerja dalam dunia bisnis, itu bakal menjadi langkah selanjutnya. Selain itu, kemampuan menganalisa juga penting. Setelah komunikasi menyampaikan ide dengan pikiran terbuka, analisa mengambil hal — hal yang harus diterapkan dalam produk atau proyek kamu.

Klien atau konsumen lebih suka berbicara aktifitas mereka sesuai produknya, mereka tidak menyampaikan masukannya secara langsung. Namun sebuah Teka — teki yang harus dicari jawabannya untuk mejadi fitur produk tersebut. Itu tugasnya. Dalam berbisnis pun, kita tidak boleh egois, harus mendengar satu sama lain terhadap timnya. Desainer juga demikian, justru bagian ini nomor pertama yang dilakukan dalam perusahaan.

Pelajaran yang menarik ini, sering aku dapatkan informasi mengenai bagaimana perusahaan teknologi membuat produknya dari nilai proses tersebut. Bisnis bidang lain bisa kita ambil langkah bagaimana pelaku desain menerapkannya. Walaupun aku belum punya pengalaman dalam berbisnis, kemampuan desain bisa menunjukkan kesuksesannya terlebih dahulu.

Cara Merekam Suara Vokal dengan Ableton Live

Ableton Live, ini adalah software membuat musik favorit aku.

Untuk ini, aku ingin memberikan bagaimana merekam suara vokal di Ableton Live, walaupun kamu tidak memiliki alat yang professional, sesuaikan saja dengan headset yang kamu miliki. Menurut aku, Ableton bisa menyesuaikan apa yang kamu punya.

Aku ingin menyampaikan sebuah pesan untuk melanjutkannya. Jangan paksakan, jika kamu tidak menggunakan software Ableton. Karena ini hanya berlaku untuk pengguna yang baru membeli Ableton dan menguasai fitur — fiturnya. Jika kamu ingin menjadi produktif, berusalah untuk menggunakan lisensi yang asli. Itu akan mendorong motivasi kamu, untuk mendapatkannya.

Caranya gampang. Dari arrangement view, tempat untuk bereksperimen musik. Di situ terdapat audio track di mana ada sebuah tombol kecil dengan bentuk lingkaran paling bawah.

Tombol tersebut tidak langsung merekamnya, namun mengaktifkannya. Setelah menekan tombol tersebut, tombol itu berwarna merah dan tombol barisan Audio Track tersebut berubah menjadi lingkarannya artinya siap untuk merekam.

Pastikan kita memeriksanya terlebih dahulu mic-nya, apakah berfungsi dengan baik dengan melihat grafik bar di samping tombol tersebut, namun itu tidak mengeluarkan suara selama pemeriksaan, tidak ada alat output khusus di dalam tersebut.

Saatnya perekaman, tinggal menekan tombol lingkaran di antara barisan audio track, rekaman sudah mulai. Selama kita rekaman nanti, bakal ada grafik besar di bawahnya, untuk hasil rekamannya dalam bentuk visual. Selesai sudah.

Jika ada masalah terhadap rekaman, seperti mic headset tidak berfungsi. Coba periksa preferences atau settings dari Ableton, setelah itu bagian Audio. Di situ, komputer kamu memiliki sumber Audio Input lebih dari satu. Dan kita harus mencobanya, mana yang akan berfungsi dengan Ableton. Oh iya, sebenarnya mic yang terdapat di komputer, juga berfungsi.

Bagaimana masalah dengan suara jernih untuk vokal. Itu adalah hal yang relatif. Jika ingin mendapatkan suara tersebut, lihat sekitar kita, apakah ruangan sekitar sudah kelihatan sepi. Sebenarnya ada teknik khusus untuk memberikan suara jernih, namun itu tidak akan sempurna. Suara yang jernih, itu berasal dari sumbernya.

Rekaman di Ableton terbilang sangat instan, namun kaya fitur yang bisa kita manfaatkan. Dari memanipulasi suaranya, menjernihkannya, mencampuri dengan suara lainnya. Itu bisa kita gunakan dengan efek — efek dari Ableton.