Menghargai Suasana Kesunyian

Aku adiktif dengan musik, sampe ku hapus App “Music” yang langsung bawaan dari iOS itu. Kalau aku sudah mulai terganggu dengan musik, stress kedengarannya, berarti sudah tidak normal lagi, ini menggangu keseharian kerjaku. Tidak menghargai suasana kesunyian dan kesepian sekitar, kedengarannya meremehkan di zaman modern, tapi apa boleh buat telinga bukan untuk mendengar tempo getaran…

Read More

Arti Menahan Tidak Mengklik

“Oke – oke kelihatannya link artikel ini menjanjikan, judulnya sesuai dengan hobi, passionku, bagaimana jika aku menahannya terlebih dahulu untuk tidak mengkliknya?” Orang saling share tentang sesuatu yang dia nikmati dan aku tertariknya, bagaimana kalau aku tahan dulu untuk membukanya? Tidak mungkin, seperti berburu sambil menghabiskan peluru tanpa kena, alasan media internasional sekarang kasih kunci…

Read More

Jualan Vintage Records ala Jepang; Facebook Ingin Menang Sendiri

Apapun itu badainya, entah dari Mark Zuckerberg sendiri, Sheryl Sandberg terhadap konglomerat George Soros, ancaman suara dari pemerhati privasi, Facebook tetap ingin berjalan apa yang seharusnya terjadi untuk mereka. Di kasus ini manajemen lama mereka, Kemarin parlemen Inggris merilis email orang – orang Facebook, dari tahun 2012 – 2015, sejak Facebook IPO, memikirkan gimana caranya…

Read More

Toko Obat China tak Kemana – Mana

Obat kuno China, terlupakan paling efektif sembuhnya, di zaman modern, obat China hanya buat orang – orang yang penasaran mencoba daripada konsultasi dokter. Penjualnya biasanya seorang kakek bersama anaknya, tidak perlu bahelo bagus, suasana oriental,  tumpukan rempah berkantong besar berserakan belum dikemas oleh kakek. “Ada obat panas demam ga?”, tanya ke sang kakek “ada, tunggu…

Read More

Seni “Menunggu” di antara Jeda Komunikasi

Mungkin sebelum abad 21, orang dulu masih menghormati waktu menunggu setelah mengirim pesan demi kepentingan bisnis, kabar keluarga, bandingkan dengan zamannya instan Internet, menunggu bukan bagian kebiasaan naluri kita lagi, kadang bikin rugi kadang frustasi juga kenapa tidak ada keputusan respon dari boss-kamu. Pemerhati Media Jason Farman dari buku terbarunya membahas kronologi cara setiap zaman…

Read More

Membiasakan “Merek” daripada Brand

Selama ini aku menyebutnya ‘Brand’, seharusnya “merek” Brand terlalu formal dan kebukuan, “merek” lebih merakyat dan amatir Brand kelihatan profesional, “merek” kelihatan menjual Brand kesannya strategis, “merek” maunya hanya logo. Brand terasa mewah, “merek” terasa diremehkan Brand ingin sempurna, “merek” bisanya gagal Padahal “brand” bahasa Inggris dari “merek”, Lebih malu mengatakan “merek” daripada “brand” Karena…

Read More

Obsesi Desainer demi Buku; Ciptaan Venture Capital, Growth Team

Penasaran bagaimana Venture Capital membentuk growth untuk startup-nya, tapi sebelumnya kamu harus memilih antara Startup memilih independen atau venture capital, mumpung aku masih muda, aku ingin kata – kata kaku ini akan hilang di umur tua-ku, cara Venture Capital menjelaskan growth seperti bacaan buku ekonomi, bukan bahasa orang biasa. Aku ingin mengubahnya dari pelajaran pemain…

Read More

Ikan Tanpa Daging Ikan

Pergi ke Jepang hanya ikutan viral, terkenal karena nikmati kualitasnya, Tokyo, Kyoto. Pergi liburan cuma demi sosial media, keluar negeri kalau hanya kepentingan bisnis terasa langka, tanpa orang dekat perlu tahu. Hebatnya lokal Indonesia pergi ke Jepang, bukan main permintaannya, berarti kita memang makmur selama ini. Beda antara ikan tuna dan ikan tongkol, satu dari…

Read More

Tekanan Facebook dari NYTimes; Peringatan Apple di China; Podcast dan Subscription

Selamat datang kembali di mana aku membahas para keluarga dari FAANG lagi, tahu kan FAANG?, para legendnya Silicon Valley sudah melahirkan tulisan opini di mana – mana, aku termasuk perwakilan dari Indonesia, ga tahu bagaimana orang Jepang melihat Facebook, bagaimana orang Korea melihat Google, ketergantungan kuat kita terhadap konsumsi teknologi ini, membuat cemas, apakah United…

Read More