Art

You are currently browsing articles tagged Art.

Beginikah rasanya berpihak dengan pengaruh terdiam?

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , ,

Seharusnya, tiap bolak — balik halaman internet, ku bagikan di blog. Pernah beberapa, tapi tidak konsisten.

Read the rest of this entry »

Tags: ,

“trying to understand the world I live in by documenting it and theorising about it with humour and humility.”

 

A story where you discovered what’s moments on there. Jean Jullien with his creations are showing the modern life today and our habits in this 21st century, you wouldn’t surprised today with our behaviour what you did everyday weekdays, every page with one subjects and another objects would understand you, this is what you have done with the daily activities.

Especially the era of Smartphone and Internet, those are big ideas from Jean Jullien illustrations, You would see as positive feedback in your life or not, depending what’s your modern life today. Is it fulfill enough our happiness long time. These cartoons are mirroring what we did and would we do.

Beyond the explanations, Jean Jullien have consumed enough draw with a humanity and culture, from his view to imaginations, between works are considerable focus on storytelling in our mind, seeing them would our visual plays lied in those creations. How predictable it is, and evidences by the facts which is collected. A common illustrations are born to be visual narrative, more gorgeous if there are livings have did something adorable in one space. Or catchy, asking by ourselves, why did this illustrator got ideas on our life today?, even small detailed which never be unexpected are discovered by them and made us understandable what illustrator did.

For maniac cartoons, gonna lovely this graphic comedy in your hands right away, Jean introduced us the moments beside a story, are more magical than complexity on drawing. Could be a minimal, in his vision and the thoughts, ‘in a playful way of everything’. This art is fun on his passions, the process begin with looked around him, graphics are another approaching to influence people, and It might get an impact for that. Like another artists, another media of communications, making an art purposively.

We’re smiling, surprised, how variation our life It is, good or bad, this is how our experience did today. Jean Jullien brought our emotions and expose our expressions in every creations, and It succeeded.

Tags: , , ,

Merasa gagal di tengah jalan, itu sudah pasti, sayangnya itu awal dari cerita perjuangan kamu, bahkan tanda — tanda menuju kemenangan untuk petualangan sendiri, terutama bidang kreativitas yang dipenuhi dengan rasa takut dan perfeksionis. Berakhir dan ditangisi terus menerus, menyesal dan bahkan menyerah, itu prinsip Seniman yang tidak bisa mengendalikan ego nya. Sayang sekali, jika artikel ini berhenti di sini karena merasa pesimis.

Kelihatan ada rahasia, jika tidak menyadarinya, dia mungkin terus bekerja keras membuat suatu karya, menikmati nya tanpa tiada akhir, walaupun perasaan nya di tangisi terus menerus, mempelajari hal baru, apakah itu kegagalan ataupun tidak, selalu membuat ketidakbatasan sesuatu, gali gali dan terus menggali, hingga jati diri terbangun kuat tanpa tiada akhir untuk berkarya.

Beruntung sesuai dengan harapan tersebut,

Kini rahasia terungkap di balik layar pemikiran kita dan buku ini menolong untuk membuka tirai layar tersebut, Failed It!: How to turn mistakes into ideas other advice for successfully screwing up.

Diperlihatkan oleh seniman bernama Erik Kessels, lama bidangnya di dunia seni dan desain, kini ia menyadari bahwa kegagalan ada kekuatan segala aspek dalam kreativitas diri kamu, bahkan anggap ini bukan sebagai kreativitas, cukup lakukan apa yang dihadapan kamu dan seharusnya orang menolak dengan apa yang kamu lakukan, padahal di lain waktu ada suatu titik betapa bangga nya dengan hal kecil tersebut nanti.

“But what if the mistakes that contribute to failure are actually early indications of success?”

Daripada tidak melakukan apa — apa, lebih baik menggali harta karun dengan tangan kosongmu sendiri. Seperti buku panduan, buku ini kelihatan menyinggung perjalanan mu dalam kondisi apa pun, tajam untuk bertahan, terutama profesi seniman dan desainer.

Aku pun tidak berhak menyebutnya profesi untuk buku ini, karena buku ini selalu mengingatkan seseorang yang masih belajar atau ‘amateur’ sebenarnya lebih mengejutkan dan menunjukkan kesempatan baru atas ide — ide baru, karena mereka tidak takut untuk bertindak atau berkorban, dibandingkan seorang professional yang dihimpun oleh perfeksionis, mengejar deadline, terlalu asyik dengan proses yang nyaman dengan dia, hingga masalah yang tidak terjadi bisa saja membuatnya terlalu serius mengerjakan nya.

Erik Kessels memberikan contoh yang cocok dengan motivasi nya, dunia Fotografi, menangkap momen kadang tidak bisa diprediksi, direncanakan dan relatif penuh kejutan, mungkin salah satu tantangannya.

Dia juga menyinggung pandangan teknologi menciptakan rasa baru instan di dunia seni, Photoshop dengan mudahnya memanipulasi foto, kebanyakan nya ingin mempercantik foto, hingga naturalitas nya hilang. Bahkan foto — foto di artikel ini, aku mengakui ini ditimpa dengan konsep filter sekarang. Sosial media mempermudah kita untuk mempamerkan karya bersama orang sekitar juga dunia, ini pertanda untuk berani dicap dislike, didampingi juga komen yang kadang pedas.

Sekarang, apabila seorang Fotografi punya pandangan yang tidak selalu mengikuti trend, berbalik arah dari kalangan dominan, di nikmati saja kondisi sekitarnya, bahkan tidak sengaja. Orang pastinya menganggap itu sebuah kegagalan, penolakan. Tatkala lama itu akan berakhir hingga orang menyadari ada pandangan baru di balik itu semua, Erik Kessels bisa saja menganggap Fotografi untuk pembelajaran ini, karena ada manipulasi tersendiri dan imajinasi tidak terbayangkan untuk langkah selanjutnya.

Sesuatu yang datang tiba — tiba, biasanya membawa keajaiban baru.


“These days it seems that everything, everywhere is the same. .. And it’s not just coffee shops and chain stores. It’s everything. The same doormats, shoes, plugs, condiments, coffee makers are everywhere.”

Kelihatannnya dunia sudah diciptakan sama semua, siapa yang memperdebatkannya, salah sendiri saling mengikuti ide orang lain, apalagi makan makanan cerita orang lain dengan kesuksesan nya tersendiri. Sekarang, ada tidak suatu titik yang ingin mencoba hal baru, bahkan mereka tidak takut untuk mengelabuinya, juga.

Perihalnya begini, orang percaya ide selalu membawa ketidakmungkinan menjadi mungkin, juga berpikir tidak ada yang tidak mungkin, namun proses manakah yang sudah bertahan hidup untuk melawan dominasi cerita sukses lainnya karena trendnya, untuk membangun generasi baru tempat ribuan cerita yang siap akan diikuti.

Hebatnya, budaya pikir kita kebanyakan, membawa keberhasilan seseorang dan mempelajari di sekitarnya, itu pengakuan halus bahwa kegagalan adalah ketidakpercayaan kita. Hebatnya, penyamaan mereka juga membawa hasil berkah untuknya dan terus — menerus dunia seni dan bisnis sudah menjadi tempat bosan, jika ide hanya dikucilkan di peternakan asing tanpa menyadari selalu lewat.

Bahkan kata — kata ini bisa membuat ku egois.

Tags: , , ,


It’s unstable definition. Is design the innovation of art?, the beginning thing or plan of manipulate around.

Tags: , ,

Aku tidak menyadari ternyata perkembangan game selalu meledak memberikan angka terhadap peminatnya.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,