Desain

You are currently browsing articles tagged Desain.

Desainer kalau menyebutnya desainer, walaupun profesinya dia anggap grafis desainer, dia tetap bisa mendesain apapun. Itu pertanyaan tak perlu diperpanjang lagi, buktinya sudah sama Kenya Hara, dia menyebut dirinya ‘grafis desainer’ dari Jepang, setelah melihat segudang karyanya, tidak hanya grafis desain tangannya main, arsitek, kemasan, produk juga punya racikannya sendiri.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Artikel ini hanya untuk pengaruh iOS Apple, silakan memilah sendiri untuk Android.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Aku masih meyakinkan Indonesia, surat kabar KICIKKU adalah petualangan jurnal bisnis dalam cover internasional, langganan berbayar mendorongku untuk menulis disiplin, tak terkecuali ‘berjangka panjang’,

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , , ,

Tanamkan ini, karena kita menegaskan peraturan di sini..

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Aku tahu yang kamu pikirkan,

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Kondisi budaya kreativitas ku belum bisa menangkap dunia luar, terbatas, masih kecil ruangan. Hal demikian produktifitas dan proses, aku pun masih harus mencari — cari cerita bagus di internet, yang mendalam

Read the rest of this entry »

Tags: , , ,

Dear Everyone,

Apa kabar?

Sudah lama tidak lama berkelabu berburu ide, aku senang bisa kembali ke Kicikku, aku harap tulisan — tulisan ku sebelumnya bernilai untuk kamu.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,

Pembelajaran tersendiri, sedikit berbeda dengan dunia seni. Desain menjadi perburuan baru bagi pengunjung internet beserta industri digital, ini juga berkaitan dengan pengembangan internet itu sendiri.

Read the rest of this entry »

Tags: , ,

Bagaimana desainer mengembangkan dari dua arah yang saling memiliki untuk mendapatkan satu tujuan sebagai kebutuhannya.



Singkat saja untuk membangun berbagai inovasi. Mengenal kunci masalahnya, menyusun tujuan dan menciptakan aksi dan kebiasaan baru. Berbagai variasi strategi para desainer untuk mengembangkan produk teknologi, startup ataupun infrastruktur inovatif lainnya, padahal sederhanannya terletak diantara dua pihak, yaitu cause / penyebab dan impact / dampak.

Fondasinya bermain antara mengerti tentang permasalahan hingga selama pembangunan jembatan tersebut mencari tahu jawabannya dan di akhir respon untuk menerima inovasi baru.

‘Cause’ / Penyebab

Mengerti cerita permasalahannya, mengerti intinya dan menemukan tujuan untuk meminimalisir tujuan tersebut. Jika teknologi adalah fondasi utamanya, desainer akan diliput oleh dua pikiran untuk menentukan tujuan membuat jembatan menuju ‘impact’. Pertama, tidak semua kecanggihan teknologi bisa dirasakan kebutuhan pada potensial nanti, itulah kenapa desainer harus bisa menggabungkan hal tersebut dengan pikiran berikutnya, menjadikannya sebuah adaptasi baru.

Para innovator memberikan inovasi kepada masyarakatnya dengan kredibilitasnya, namun juga memberikan dampak bagus untuk kehidupan bisnis mereka. Saling memberikan keuntungan, walaupun innovator berada di sisi yang berbeda.

Bisa saja desainer harus menanggapi pertanyaan seperti ini, bagaimana para desainer mendesain platform agar pengguna terus-menerus menggunakan produk kita, agar performa bisnis kita mencapai bahkan lebih dari target.

Ide yang diberikan memang kelihatannya tidak lagi original, namun penyampaian mereka bisa mempengaruhi user dengan reflek secara cepat. Itulah hebatnya dari inovasi teknologi, orang begitu antusias ketika melihat sesuatu yang baru, walaupun dampaknya akan dipikirkan nanti.

Ketahuilah, dari seluk beluk apa yang orang — orang sedang mengalami masalah, itu bisa menjadi permainan para innovator dan desainer untuk menemukan celahnya. Sehingga Jembatan ini aku rasa akan memiliki dua arah dan salah satu arahnya akan berbalik arah untuk memberikan keuntungan dari bisnis mereka.

Di tengah jembatan antara ‘Cause’ dan ‘Impact’

Saatnya memberikan kemungkinan ide — ide yang berkaitan dengan tujuan utama kita, prioritaskan dua atau tiga hal yang mungkin bisa dibahas lebih dalam oleh para desainer. Jangan berusaha untuk menjadi sempurna, karena ketidakyakinan-mu untuk menerima kegagalan. Itu bakal menghilangkan prinsip kamu atas membangun jembatan ini.

Di tengah — tengah jembatan, sebagai desainer sudah memiliki prototipe fitur utama yang bisa memotivasi untuk memulai kebiasaan baru dari adaptasi inovasi ataupun teknologi kita nanti. Terus, jadikan prototipe tersebut sebagai pembelajaran untuk tanggapan dan kritik, karena belum tentu ide yang kita kembangkan sudah bisa menjawab pertanyaan yang dibutuhkan oleh potensial sana, walaupun sudah disadari dengan analisis yang kuat. Ajak teman atau orang yang ternyata mengerti masalah tersebut atau ahli dari bagian bisnis / proyek untuk mencobanya di pertengahan jembatan, layakkah untuk dikomersialkan?.

Untuk pengembangan prototipe itu sendiri, desainer memiliki variasi proses untuk melakukannya. Hanya saja, yang kita perlukan adalah, melekat tidak tujuan dari produk itu sendiri dengan prototipe. Sehingga, pengguna yang menggunakannya merespon dengan cepat apa yang sedang mereka gunakan saat ini. Kadang kualitas User Interface tidak mencerminkan kualitas jawaban untuk pengguna.

Dari ekspresi warna, layout, font hingga permainan ekspresi animasinya jauh dibawah ekspetasi untuk menarik pelanggan. Coba kita ambil contoh dari aplikasi Instagram, tidak ada yang spesial dari User Interface mereka, hanya saja efek dari konten tersebut membuat aplikasi ini hidup. Sangat sederhanakan pembawaannya. Yang penting adalah, pengguna dari membuka aplikasi hingga akan menerima pengaruh bisa dibawa dengan dengan akhir cerita yang bagus.

Innovator teknologi tidak bisa bermain canggih saja, canggih bukan selera utama untuk membuka kesempatan baru, namun mencari tahu layaknya tidak untuk bisa berinteraksi dengan kehidupan masyarakat.

‘Impact’ / Dampak

Saatnya babak penentuan. Setelah membuat prototipe tersebut menjadi berinteraksi, hingga layak untuk dicoba dan sebagai penilaiannya. Berbagai desainer mencoba mencari tahu dengan mensimulasikan langsung dengan pengguna yang berada diluar pengembangan konteks produk bisnis.

Desainer tidak perlu menjelaskan apa fungsi platform ini keseluruhan, namun dari prototipe itu sendiri-lah yang sendirinya akan menjelaskan dengan proses pengguna nanti, tapi disertai dengan pertanyaan — pertanyaan yang bisa membuatnya untuk berpikir apa yang sebenarnya mereka gunakan saat ini dan menyadari fungsi dan tujuan setelah menggunakannya. Itu bakal mengeluarkan emosi mereka untuk tanggapan prototipe ini, hingga suasananya akan tidak terasa tegang, agar kita pun mendapatkan kritik dan tanggapan mengenai prototipe tersebut nyaman dan menghormatinya.

Jika simulasi itu memang dibutuhkan diluar, banyak aksi yang akan dilakukan, itu harus dilakukan. Desain membutuhkan banyak eksperimen dan penelitian dari berbagai kemungkinan.

Ada salah satu buku desain berjudul Sprint: How to solve big problems and test new ideas in just five days dari Jake Knapp memiliki resepnya cara mendapatkan feedback secara efektif untuk pengembangan ke depannya. Hingga cara berkomunikasi juga diterapkan buku ini, sesuai dengan setiap kepribadian pengguna, sehingga membentuk koneksi terhadapnya.


Sekarang, dari penempatan pekerjaan di setiap sisi jembatan, apa tantangan selanjutnya untuk bisa beradaptasi dengan desain berikutnya. Semua tidak bisa dijawab dengan jawaban yang pasti. Kepribadian, kepemimpinan dan cara memilahnya yang akan menentukan hal tersebut. Karena ini adalah salah satu proses pengembangan bisnis, semua tergantung dengan pengalaman masing — masing dan cara belajarnya.


By Firas Rafislam is tech strategist, designer, instigator in developing tech experience for inner and outer digital biz or business prospective, he’s also passionate discovering idea in design thinking. He was Freelance iOS Developer. Kicikku is his collective experimental ideas and essays platform.

Tags: , , ,

Jika kamu desainer yang serius ingin menunjukkan kebolehan-mu di dunia bisnis digital dan menghasilkan keuntungan sendiri yang bakal tidak dilupakan, di sini tempatnya.


Profesi yang terlahir dari perkembangan internet, yaitu Freelance, sudah lama menjadi hal inovatif di dunia pekerjaan. Keempat Platform ini menurutku sudah terbaik untuk desainer yang ingin menghasilkan uang dari kemampuannya.

Menjadi Freelance, kuncinya hanya konsisten, dari menerima kegagalan terus — menerus hingga menjaga hubungan dengan pelanggan-nya. Terus, kebanyakan orang menganggap profesi sebagai hobi baru untuk mencari uang di internet, aku sarankan jangan menganggap seperti itu. Karena ini berkaitan dengan dunia bisnis, permainannya sudah semakin serius, semakin banyak Freelance berlomba — lomba untuk mendapatkan kesuksesan di sini. Mungkin, aku bakal membahas keseriusan Freelance nanti.


1. 99designs

99designs

99designs lebih personal untuk desainer, di mana tempat ini memang difokuskan ke berbagai profesi desainer. Cara kerjanya cukup sederhana, kita akan mengikuti kontes langsung dari pilihan proyek tersebut dan pemegang proyek akan berhak memilih mana yang tepat bagi mereka. Konsekuensinya, ada yang menang dan juga kalah.

Daftar Kontes dari 99designs

Walaupun kalah, secara otomatis kamu sudah menambah karya untuk porfolio kamu di 99designs, mungkin ada calon pelanggan yang mau bekerja dengan kamu secara personal, tanpa mengikuti kontes. Itu juga salah satu fitur, 99designs.

Tapi aku berpesan, Freelance di 99designs adalah soal keyakinan dan bagaimana niat kamu di sini akan kelihatan, karena begitu kamu menang, proyek-mu sudah terbayar. Pengalamannya bersakit dahulu, baru senang kemudian. Berikan kelebihan kamu kepada calon pelanggan tanpa disadari bayaran terlebih dahulu, itulah salah satu prinsip berbisnis di dunia digital.


3. Freelancer

Freelancer

Sesuai dengan namanya, Freelancer.com sebagai pasar freelance paling ramai dan terkenal di dunia internet. Pasar Freelancer lebih mengutamakan profesi mana yang sedang banyak dicari, jika profesi tersebut lebih aktif di dunia maya. Ya, seperti desainer, pengembang mobile aplikasi, engineer teknologi informasi di bidang bisnis. Mereka adalah profesi yang mudah aktif untuk dijangkau dalam internet secara pengalamannya, mengikuti bagaimana arus internet bisa saling mempercayai, bisa jadi itu termasuk bagaimana profesi berkaitan bisa terbentuk.

Daftar Kontes / Projek dari freelancer.com

Karena semakin besarnya permintaan di pasar platform Freelancer, persaingan pun semakin ketat. Bagaimana bisa menguasai sistem mereka, sehingga mendapatkan kebanggaan pelanggan pertama. Pengalaman aku di sini, aku mencari proyek yang biasanya tidak kelihatan di halaman pertama, biasanya proyek — proyek yang berada di bagian pertama, proyek berharga tinggi. Sebagai pembelajaran pertama ku waktu itu, aku coba mencari proyek yang sedikit bersembunyi, kurang menjadi perhatian Freelancer lainnya dan harganya juga terjangkau dan strategi itu menjadi kesuksesan pertama ku sebagai Freelancer.

Dengan ini aku merasa untuk jadi perhatian kita,Jangan terlalu egois dari memilih proyek hanya untuk bayaran tinggi, itu pun penawaran biasanya berada di kedua pihak, selain itu juga jangan mudah menyerah setelah gagal menjadi pemenang, karena Freelancer memiliki sistem kontes mengajukan proposal untuk meyakinkan calon pelanggan.


3. Upwork

Upwork

Kesamaannya hampir sebanding dengan Upwork, ini termasuk berlaku dengan sistem kontes ajukan proposal dan sesi interview, untuk meyakinkan .Namun, di sini berbagai perusahaan teknologi besar dan startup lebih kelihatan menunjukkan, mereka mendapatkan talenta — talenta dari Freelancer di Upwork.

Salah satu proyek dari Upwork

Sistem kolaborasi antara Freelancer dan Pelanggan di Upwork, lebih ditunjukkan oleh Upwork secara profesional pengalaman kerja, untuk memperlihatkan integritas yang kuat.


4. Fiverr

Fiverr

Untuk yang memiliki keunikan tersendiri ini tempatnya, Fiverr adalah pasar jual-beli online jasa profesi untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan dari setiap permintaannya. Jika kamu menjadi Freelance di Fiverr, sistem mereka sangat sederhana, namun dibalik itu penyampaian pesan apa yang bakal dipertanyakan oleh calon pembeli, bisa dijawab oleh pelanggan. Lihatlah bebarapa penawaran di Fiverr, pengalaman bagaimana para Freelance menawarkan jasanya dibawa dengan pesan singkat dan spesifik. Ini membuktikan, para pembeli sudah mengetahui jawabannya langsung, tanpa proposal, membeli jasanya setelah apa yang Freelance tawarkan dan pekerjaan dimulai.

Menjual jasa sendiri atau Freelance dari Fiverrr

Kuantitas pasarnya hampir sama dengan Pasar Freelancer. Fiverr menunjukkan, tidak semua satu profesi bisa melakukan satu pekerjaan. Desainer memiliki macam — macam kategori, desainer mesti tahu keyakinan dari kemampuan mereka dari kategori masing — masing dan Fiverr ingin membantu memperlihatkan, kategori apa dari profesi desainer kamu.


Sebenarnya masih banyak, tapi aku gak mau para desainer kebingungan karena kebanyakan pilihan. Karena berbagai pasar Freelancer di sini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Bisnis kadang harus bersifat eksperimental, jika kamu sudah menemukan jalan-nya, kebiasaan menguntungkan akan tertata secara tidak sadar.

Tags: , , ,

« Older entries