Digital Marketing

You are currently browsing articles tagged Digital Marketing.

Perubahan sedikit bulan Agustus, pertama kamu akan menikmati konten selamanya gratis, kedua KICIKKU memberanikan diri untuk mengambil background hitam, agar pembaca tetap fokus dengan jurnal ini.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , , , ,

Data memang tidak pernah bohong.

Read the rest of this entry »

Tags: , , , ,


Sebelumnya aku telah membahas bagaimana beriklan di Facebook, namun di situ banyak mengisyaratkan untuk membuat Facebook Page terlebih dahulu. Tutorial ini aku bakal menjelaskan bagaimana cara hingga mengoptimalkannya, agar Facebook Page memberikan kesan terbaik untuk ke depannya.

Langsung saja klik link ini untuk membuat Facebook Page, sebelumnya login terlebih dahulu ke akun Facebook Pribadi, Pilih sesuaikan jenis halaman denan hal yang sedan dijalani, bisnis lokal, perusahaan atau organisasi besar. Atau juga produk dari perusahaan itu sendiri. Komunitas, tokoh masyarakat atau artis serta jenis hiburan. Semuanya ada.


Setelah itu, kamu akan dipandu untuk mengisi dalam tiga tahap. Pertama, mengisi deskripsi perusahaan, kedua gambar profil dan kover dan ketiga kemungkinan lokasi sekitar bisnis atau interaksinya dan minat pemirsa. Dari tiga tahap ini, setidaknya Facebook bisa membantu mencarikan sasaran tepat.

Bagian Informasi Halaman Facebook — Kicikku

Selamat, kamu telah membuat Facebook halaman / Facebook Page. Sekarang, pertanyaan berikutnya adalah memaksimalkan dan mengoptimalkan, pasar Facebook permainannya semakin menarik dan sengit.


Berikan konten yang terbaik, kualitas dan viral.

Para pakar digital marketer dan sosial media selalu mengutamakan konten adalah kunci segalanya untuk menarik pemirsa, apalagi bersifat pesan penawaran. Pengembangan konten selalu menjadi ide yang tidak ada habisnya. Sederhananya, bagaimana mungkin suatu produk dengan satu tujuan bisa dikembangkan menjadi banyak ide konten untuk dibagikan di Facebook.

Pemirsa yang sedang menyukai halaman Facebook kamu selalu butuh konten segar dari halaman kamu. Konsisten harus menjadi prinsip sini, tidak hanya konsisten secara berkala namun konsisten dalam arti memberikan pesan sesuai visi dan misi yang diterapkan, tanpa kehilangan tujuan utama tersebut.

Ada riset baru mengenai kebiasaan pengguna Facebook, kini pengguna merasa terganggu jika halaman Facebook Page memberikan konten sebanyak 50 atau sekitar 48 per hari, itu bisa menyebabkan jatuh rating secara signifikan. Ini catatan penting untuk para orang — orang media. Karena pengguna Facebook butuh hal — hal kepribadian dari Timeline mereka.

Ada hal lain mengenai pembagian konten, khususnya jika itu beserta link. Rekomendasi Facebook, setiap link website harus memiliki tiga kriteria ini, judul halaman web, deskripsi dan gambar fitur. Ini mungkin juga akan berpengaruh sensitivitas emosional pemirsa dengan kontennya.

Coba promosikan halaman ke teman — teman dan grup terlebih dahulu..

Kini halaman Facebook sudah berisi konten — konten menarik, kini coba bagikan ke teman — teman dan grup di Facebook pribadi kamu, mereka bisa menjadi pelanggan palsu terlebih dahulu, mereka bisa menjadi teman feedback atau kesan bagaimana respons terhadap halaman Facebook.

Jangan langsung promosikan halaman Facebook tersebut jika belum memiliki konten, konten adalah kriteria pertama yang akan dilihat oleh pemirsa. Karena itu, teman — teman pribadi di Facebook tidak boleh merasa rugi terlebih dahulu setelah mereka menyukainya.

Tidak sekedar konten, namun bagaimana membangun pesan interaktif

Dengan konten yang diberikan, apakah sudah mulai memberikan keuntungan?, misalnya komen pertama kemungkinan sebagai pelanggan pertama. Hal ini juga harus dipertimbangkan, tapi jangan terlalu dipikirkan. Pemirsa Facebook hanya butuh sebuah cerita, cerita yang membangun kepercayaan.

Cerita berinspirasi, cerita yang memberikan ilmu, cerita yang bisa mengesampingkan penawaran kamu, cerita dibalik kesuksesan. Jadikan cerita itu menjadi visual, bakal lebih menangkap. Selain itu, Foto — foto kenangan yang bisa di-share di halaman, pemirsa bisa lebih percaya untuk membangun interaksi.

Kelihatan variatif jadinya kan, pemirsa tidak akan habisnya mengunjungi halaman kamu. Sosial Media Examiner membagikan beberapa contoh dari cara brand sukses dalam Facebook Marketing, di situ kamu bakal lebih mengerti bagaimana cerita dari konten yang dibagikan.

Berbagi konten video ternyata lebih cepat menangkap oleh pemirsa, apalagi kesan pertama gambar dan judulnya, bikin mereka gatal untuk melihatnya. Aku membahas ini di sesi Digital Marketing berikutnya, tentang Facebook Video.


Kita kembali ke fitur halaman Facebook Page.

Setelah menpromosikan halaman, konten beserta lainnya. Saatnya mencari tahu performa reaksi dari apa yang telah kita lakukan. Kita langsung saja melihatnya di bagian ‘Alat Penerbitan’, tidak semuanya bisa menjadi cerita kesuksesan ataupun kegagalan kamu, namun ini sudah menjadi bagian sejarah halaman Facebook kamu.

Oh iya, dari pengalaman pemirsa Facebook. pengguna mereka kemungkinan tidak akan melihat kiriman — kiriman kita yang lama, jadi agar pengguna tidak lupa dengan konten lama, bagikan kembali dalam waktu tepat yang kelihatannya konten baru bagi pemirsa dan ternyata mempengaruhi rencana ke depan atau suatu momen baru.

Alat Penerbitan dari fitur halaman Facebook — Kicikku

Apakah pemirsa sekedar menyukai?, apakah pemirsa turut menyampaikan kesannya di komentar?, apakah pemirsa justru ingin berbagi ke teman — teman mereka?. Inilah tantangan yang harus direncanakan, kalau para Digital Marketer sudah menjawab pertanyaan ini semua secara positif. Permainan halaman Facebook sudah kamu kuasai ternyata.

Intinya, setiap konten itu memiliki sebuah emosi jika ingin menarik hal itu semua dan juga jelas konsistensi pesan yang akan disampaikan.

Rincian kiriman beserta analisanya — Kicikku

Akan terus berlanjut perjalanan Kicikku terhadap strategi Digital Marketing, terutama Facebook, sebagai panduan digital bisnis terbaik terlebih dahulu. Klik link di bawah ini untuk cara beriklan di Facebook.

https://kicikku.com/cara-lengkap-beriklan-di-facebook-adverts-1bc80069ec82

Tags: , , ,

Beriklan di Facebook sudah menjadi awal cerita yang bagus untuk menemukan potensi bisnis di dunia sosial media. Kini, apakah kamu sudah siap untuk menjadi bagian cerita tersebut?

Mudah dan Efektif beriklan di Facebook — Kicikku

Aku sedang mencari cara bagaimana mengembangkan tulisan yang sederhana namun efektifias untuk membagikan tutorial ini. Facebook memiliki fitur yang kaya untuk memudahkan bisnis kita.

Karena yang sedang kita bicarakan ini adalah potensi yang tidak perlu ditungguin lagi, apalagi kalau ini berkaitan menuju pintu masuk dunia sosial media bisnis, apalagi penggunannya juga paling banyak di Indonesia. Jadi pembahasan ini harus jelas dengan tujuan yang aku berikan terhadap pemanfaatan iklan Facebook dengan menyusun kerangka jelas, tidak hanya secara tekniknya, namun juga memberikan nilai lebih terhadap dampak positifnya.

Pertama, kamu bisa langsung membawa pemirsa berinteraksi dengan penawaran bisnis kamu, seperti menambah kunjungan ke website dan halaman produk.

Dari Facebook akun pribadi, kamu langsung saja ke tab Kelola Iklan (Harus login terlebih dahulu). Di sini, kamu akan diperlihatkan fitur apa yang bisa digunakan, ada berbagai pilihan yang berada di Marketing Objective setelah kamu menekan ‘Buat Iklan’.


Terdapat tiga pilihan rekomendasi iklan

  1. Kesadaran — Sebelum menggunakan pilihan ini, kamu sebelumnya harus memiliki Facebook Page sebagai identitas brand kamu untuk mengambil tindakan pesan marketing secara bertahap
  2. Pertimbangan — Lebih ke spesifik kepada para pemain bisnis yang sedang menggunakan fitur Facebook lainnya dan memanfaatkannya.
  3. Konversi — Langsung berhubungan dengan penawaran bisnis kamu dan Facebook telah menyusun kategori sesuai modelnya.

Kamu harus tahu, bagaimana mungkin pemirsa mengenal jelas pesan marketing bisnis kamu sesuai dengan minat, lokasi yang tepat dan identitas mereka?, Facebook memberikan kemudahan tersebut, misalnya jika kamu sedang menjalani bisnis lokal dan sasarannya hanya satu kota, Facebook akan memberitahu berapa populasi pengguna Facebook yang aktif. Selain itu, umur mungkin diperhatikan untuk keseleraan penawaran bisnis.


Setelah mendapatkan lokasi yang tepat, saatnya mengikuti minat para pemirsa sesuai yang kamu tawarkan. Usahakan secara spesifik tidak seperti contoh gambar di bawah yang hanya berkategori Bisnis, Desain dan Teknologi. Minatnya bisa saja berkategori umum, namun minat yang dipilih harus secara detail sesuai dengan produk / jasa yang ditawarkan. Jika minatnya desain, itu bisa saja menjadi desain grafis, desain produk atau desain industri.

Setelah itu simpan profil pemirsa tersebut, mungkin akan dipakai kembali untuk pemesanan iklan berikutnya.


Selanjutnya, kita sudah menemukan identitas yang sesuai dengan potensi kita. Sekarang, kita bicara soal anggaran. Berapa investasi iklan Facebook yang akan kamu keluarkan, semakin besar pengeluarannya semakin luas jangkauannya juga. Terus, tetapkan jadwal apakah itu pesan brand kamu hanya mengikuti suatu momen atau berjangka panjang setelah meluncurkan produk baru.


Kini penyesuaian dengan karakteristik iklan. Facebook memiliki peraturan dan kebijakan dan akan menyesuaikannya dengan iklan yang akan diluncurkan, Facebook bisa mendeteksi apakah iklan tersebut telah mengikuti syaratnya atau tidak. Contohnya, banyak tulisan yang terdapat di gambar iklan mungkin tidak direkomendasi oleh Facebook.



Semua tahap sudah kita selesaikan, saatnya melakukan transaksi. Ada berita bagus untuk pengguna Facebook Indonesia, bagi yang tidak memiliki kartu kredit atau debit online. Kamu bisa pakai sistem isi saldo, dengan Bank Transfer.

Akhirnya selesai, iklan bisnis kamu di review terlebih dahulu oleh Facebook selama 1 jam kurang atau lebih dan akan berjalan sesuai dengan jadwalnya. Kamu bisa melihat status dan performanya bagaimana di bagian halaman utama atau dashboard, secara rinci bagaimana pengguna melihat dan berinteraksi dengan penawaran kamu.

Pengalaman tersebut juga akan memberikan strategi marketing ke depan. Barang kali, kamu akan meluncurkan


Kedua, kamu ingin menjaga hubungan konsistensi para pemirsa dengan membuat Facebook Page bisnis terlebih dahulu. [Rekomendasi]


Cara kedua ini bagi kamu yang sudah memiliki Facebook Page dan ingin meningkatkannya, prosesnya hampir sama dengan cara pertama. Akan tetapi, pembawaannya lebih instan. Karena kamu bisa mengetahui bagian mana yang kelihatannya tidak ada perkembangan, sehingga ingin dipacukan hal tersebut.


Facebook sudah menulis ribuan cerita tentang kesuksesan penggunannya terhadap bisnis mereka di Facebook. Dan Selanjutnya, bisnis kamu yang harus jadi bagian cerita tersebut. Kamu bakal menemukan prospek dan tidak akan mengira — gira kalau transformasi bisnis digital benar — benar bisa mengubah cara kamu menjalankannya. Facebook selalu siap untuk menghadirinya.

[Tutorial ini akan diubah secara berkala]

Tags: , , ,


Sederhana penyampaiannya, namun kuncinya adalah penerapannya.


Karena ini pertama kalinya aku membahas digital marketing di kicikku.com, aku akan terlebih dahulu memberikan suatu fondasi yang selalu diperhatikan pada penerapannya. Ini juga sudah cukup bisa beradaptasi dengan perkembangan platform marketing yang terus berkembang pesat, hingga kita bisa menyesuaikannya.

Ketiga prinsip ini harus berlaku di berbagai platform digital marketing,

  1. Consistency / Konsistensi

Pengguna akan lebih cepat melupakan identitas brand-nya karena mereka memperhatikannya hanya sekejap mata, bagaimana brand bisa beradaptasi terhadap hal itu, jika tidak pandai mengambil waktu tepat dan secara berkala. Untuk itu, konsistensi adalah mempertahankan hubungan brand kita dengan audiences-nya.

Konsistensi juga berlaku bagaimana kamu menyampaikan pesan terhadap audiences, mereka akan mengerti apa yang sedang dipersembahkan oleh brand kamu.

2. Openable / Terbuka

Bagaimana kepemilikan brand bisa mengerti apa yang sebenarnya audiences butuhkan sesuai dengan bisnis mereka?, Kenal lebih dekat dengan mendengarkan suara mereka. Fitur seperti like, comment dan share di sosial media adalah perangkat brand untuk memperlihatkan perhatiannya terhadap audiences. Kini berinovasi lebih efektif, jika kita terbuka dengan masalahnya dan menemukan titik kunci solusi tersebut. That’s why you need very openable for this to figure voices matter.

3. Influences & Catchy

Kualitas juga diperhitungkan di digital marketing, ini biasanya disebut sebagai prosess first-impression. Kini pengguna internet pandai memperhitungkan kualitas sebelum melakukan interaksi.

Influences artinya bagaimana pesan brand bisa mengajak para audiences untuk berpatisipasi ataupun berinteraksi.

Catchy memperlihatkan bagaimana menariknya pesan ataupun konten, di sini relatifnya para audience memperlihatkan kualitas juga menjadi hal sensitif untuk para digital marketers sebagai tantangan untuk bisa menyesuaikan kompetisi pasar, yang setiap hari selalu berbeda topiknya.

Tags: , ,