Indonesia Drive

You are currently browsing articles tagged Indonesia Drive.

Apakah ini pertanda dunia tidak mengikuti prinsipnya lagi?, apakah dunia hanya tergantung kepada sebuah hal — hal yang viral. Mementingkan diri sendiri, egois untuk tidak menerima keterbukaan orang berbagi ilmu, pengalaman dan lainnya. Inilah kesadaran yang ternyata telah memudar di era persaingan ini, rasa empati.


Rasa empati sudah mencakupi pertanyaan semua, dari produktifitas, kepedulian sosial dan mencari kesempatan baru. Pandangan ku di sini, di mana teknologi sudah mendominasi pikiran dan aktifitas kita, yang sekarang kita cari tahu sekarang adalah bagaimana teknologi menjawab pertanyaan terhadap kemanusiaan kita. Era modernisasi dunia pendidikan sekarang mengesampingkan teknologi menjadi solusi terbaik untuk memberikan pengalaman baru terhadap pelajarnya, hal yang sangat sederhana penyampaiannya, namun efek samping tersebut memberikan pertanyaan lainnya, ‘apakah teknologi sudah siap memberikan kuantitas mental terhadap pelajarnya, untuk tidak sekedar belajar dari ilmu namun bagaimana cara bertahan hidup’.

Kita tidak butuh lagi yang namanya teknologi bermutakhir, namun teknologi yang cukup sudah menyesuaikan apa yang kita butuhkan. Buku favoritku minggu ini ‘Reclaiming Conversation’ dari penulis Sherry Turkle banyak menkritik era Smartphone telah mendefinisikan kehidupan normal baru terhadap komunikasi, ini tidak boleh terjadi menurutnya, apalagi untuk generasi ke depan. Apakah, komunikasi kita hanya tergantung terhadap layar dan kurang berempati terhadap hal — hal sekitar yang seharusnya menjadi prioritas mereka.

Jika saja kita tidak ada prinsip untuk masa ke depannya. Bagaimana kita menerapkan produktifitas terhadap kehidupan kita, percuma Internet yang memberikan banyak informasi bermanfaat dan motivasi, ternyata kita hanya sebagai penikmat informasi yang tidak memiliki konsisten, tidak berpendirian, hingga berdampak buruk. Internet bersifat netral, hanya sebagai tempat informasi semua.


Aku sering memperhatikan permasalahan ekonomi dunia, kita diambang banyak ketidakstabilan, karena teknologi kini tidak lagi menjadi bagian fondasi kehidupan kita, bahkan ada inisiatif untuk menghancurkan satu sama lain karena kompetisi begitu ketat. Ide bukan lagi hal yang diperdalam dan mengorbankan waktu untuk menemukan terobosan baru, karena kekhawatiran terhadap dominasi. Kreatifitas sulit untuk

Hanya kita yang harus bisa mengontrol untuk mengejar ambisi kita, membuat perbedaan, menerima kritikan dengan baik. Ini masa di mana kita sebagai generasi muda selalu memanfaatkan teknologi untuk menerima hal — hal instan, mencari efektifitas, cara sederhana untuk menemukan kesenangan, namun tantangan dunia sekarang begitu kompleksitas yang harus dihadapi dengan perjuangan berpikir, berpikir dan berpikir untuk menemukan ide baru. Dunia memang penuh dengan pertanyaan.

Rasa empati satu — satunya tempat kita untuk belajar, terbuka untuk menemukan inspirasi, mendengarkan yang sedang membutuhkan, berinovasi bersama dan menikmati hasilnya bersama.

Rasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang sedang mengejar ambisi-nya, penuh dengan ketidakpastian dalam hatinya apakah bakal sukses atau gagal, mentalnya selalu diperhitungkan, kadang mengorbankan waktu untuk tidak bersenang — senang bersama teman — temannya, berpendirian kuat dan selalu percaya diri dengan passion-nya.

Tags:


Tujuan untuk memahami, menyederhanakan dan membuatnya instan adalah sisi positif dari inovasi. Mengambil langkah yang tidak biasa, lain dari pendapat orang lain dan investasi yang tidak diperkirakan adalah sisi resiko adalah inovasi.


Kehidupan yang sudah melebihi dari cukup kini mengambil langkah uniknya. Begitulah bagaimana kita sedang menghadapi dunia teknologi sekarang.

Kondisi saat ini, termasuk topik utamanya adalah internet. Pekerjaan cara menikmati dunia bisnis sangat integrasi ketat dengan dunia data. Pandanganku hanyalah teknologi, namun topik ini sudah mengikuti aliran dunia bisnis lebih dari apapun, integrasi ketat yang memungkinkan cerita masa depan kita nanti. Orang berpikiran sekarang, beberapa pekerjaan akan digantikan oleh mereka. Teknologi yang sudah mencakupi semua, kita hanya memikirkan bagaimana membuat suatu inovasi untuk melaksanakan eksekusi pekerjaan kita. Seperti artikel yang aku tulis di ‘Modelling Revenue in API business’, semua kategori bisnis mampu memanfaatkan permainan Data dengan integrasi bisnis mereka. Entah itu, secara fisik ataupun digital.

Kita sedang mengalami itu semua dan akan mempengaruhi cara mengambil tindakan sebelum eksekusi bisnis itu dimulai. Misalnya pengembangan data, dari kita menampilkan di dashboard atau mengambil sumber dari mana, terus membuatnya pintar dari analisanya hingga hitungan atau bisa mengambil tindakan sendiri, menyadari ada manfaat yang dibuat kesimpulan oleh hitungan data kita dan akhirnya berperasaan empati. Dengan ini jelas, bahwa inovasi sekarang integrasi kuat terhadap apa yang harus kita realisasikan terhadap proses pengerjaannya. Sekian dari balik layar data. Inilah yang menyebabkan kenapa data bisa meminimalisir manajemen bisnis yang mungkin lebih efektif dari tenaga kerja manusia.

World Economic Forum banyak membahas dampak terhadap masa depan pekerjaan dan termasuk mengakui inovasi dari teknologi benar — benar memberi partisipasi terbesar. Rapor mereka juga menyebutkan bagaimana pengalaman yang didapatkan dari dampak teknologi, salah satunya fleksibilitas pekerjaan dan efisiensinya. Mereka juga memprediksi tahun 2020, semua akan beradaptasi dengan hal — hal otomatis dan bisa saja dikendalikan oleh robot. Mobile adalah teknologi yang memberikan dampak terbesar. Menurut aku, kesimpulan ini memberikan bahwa cara pikir kita harus digali lebih dalam, kita tidak hanya mengonsumsi hal inovatif-nya, kita bakal berkomunikasi atau lebih mengutamakan kolaborasi dengan permainan data.


Aku berprasangka baik terhadap transformasi ini, pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan, telah diambil alih oleh inovasi. Sekarang tugas kita hanyalah menjalankan, memikirkan resikonya dan ke depannya, cara integrasinya dan rencana ke depan. Tidak semuanya mendapatkan berita bahagia, semakin tinggi angka pengangguran bisa jadi dampak dari ini. Bahkan dunia Fashion pun berpikir untuk memiliki produksi secara instan tanpa memikirkan nilai seninya dengan keadaan trending sekarang, dengan pemanfaatan teknologi sekarang bisa terealisasikan, semua tercampur aduk hingga menjadi hasil secara otomatis dikendalikan oleh Data.

Kita sedang terlalu memikirkan proses, karena kompetisi terlalu cepat, orang mungkin merasa akan cepat melupakan yang telah tiada untuk mengambil langkah baru. Ini koneksi yang terlalu besar untuk di diskusikan, karena banyak bisnis menyuruh data untuk mempelajari apa yang diiingkan para pelanggan sehingga mereka bisa berintegrasikan dengan mudah. Peran manusia di sini hanya sebagai membuat keputusan dan membangun efisiensi dari lingkunan proses bisnisnya.

Penyederhanaan yang kita rencanakan adalah berkaitan dengan pekerjaan. Contohnya, internet sedang mempromosikan suatu pekerjaan baru, disebut #digitalnomad. Orang — orang ini (termasuk aku.) hanya mengandalkan produk digital sebagai fondasi mereka dalam bekerja, kebanyakan mereka sudah keliling dunia untuk berburu harta karun dan bertemu orang — orang baru, mereka membantu perusahaan atau orang — orang yang sedang mengatur bisnis mereka atau mengerjakan proyek tersendiri (Freelancer).

Namun pertanyaan besarnya, mereka adalah individualisme, karena data dari digital produk sudah menjadi kolaborasi mereka. Siapa yang mengatur finansial mereka?, siapa yang menjaga hubungan denan klien?, siapa yang mengurus website-nya?. Jawabannya hanyalah ‘data’. Dunia bisnis sekarang termasuk startup termasuk dalam produktifitas tersebut. Pengembang membuat platform untuk para pengembang lainnya, Pemain bisnis membuat produk untuk pemain bisnis lainnya atas kerja mereka. Hasilnya adalah instan dan hemat waktu.

Setidaknya, data hanya membantu pekerjaan kita dalam kondisi apapun. Bukan, mengganti pekerjaan kita. Jika iya, siap — siap menghadapi perjalanan era globalisasi.

Sekarang, aku tidak mau menanyakan langkah selanjutnya. Namun, apakah kita benar — benar akan beradaptasi dengan hal itu. Kebanyakan Startup hanya menempatkan data sebagai rumus rencana bisnis mereka dengan kegemaran para penemu dan memberikan jasa yang secara otomatis bisa mencapai tujuan kita. Walaupun manusia memang membutuhkannya.

Tags: ,


Ada permulaan cerita, peran baik, buruk, sukses, gagal, skenario dan akhir cerita.


Bukankah begitu cara kita menghadapi era globalisasi. Di tambah dengan dunia digital, terlalu sempit imajinasi kita untuk menangkap sesuatu. Keadaan yang mungkin membalikkan arah solusi, walaupun luasnya lautan informasi sudah mudah didapatkan. Bukankah itu yang menyebabkan kita takut terhadap transformasi?

Kita benar — benar sudah merasakan bagaimana dunia teknologi sekarang di pertengahan abad ke-21. Setiap tahunnya, menunggu apa langkah selanjutnya dari sebuah inovasi. Mungkin awal dari abad 21 atau akhir abad 20 masih menjadi imajinasi kita untuk menangani masalah di sekitar kita. Sekarang pertanyannya, apakah cerita ini masih berlanjut?

Sekilas tentang cara menemukan ide dalam inovasi, bagaimana prosesnya?. Mulai dari hal — hal kecil di sekitar kita atau passion yang sedang kita nikmati, apakah ada titik yang menyebabkan masalah, mulai dari tidak efektif, tidak membawa pengaruh besar atau menganggu sekitar dan memanipulasi hal tersebut higga menjadi solusi. Sangat sederhana pembawannya hingga menjadi topik bisnis dari kesuksesan ide tersebut.

Kenapa permasalahan transformasi ini baru muncul?

Oke untuk dari inovasi internet lambat menjadi internet cepat, itu transformasi yang tidak bermasalah, . Inovasi sudah lebih dari sekedar cukup dan karena itu banyak orang menyadari kenapa permasalahan transformasi ini baru muncul?, teknologi yang akan menggantikan pekerjaan kita?, kini ilmu mudah didapatkan dari internet sehingga banyak orang genius di luar sana tanpa berpendidikan formal atau semua kini serba instan. Menjelaskan definisi internet sudah sangat luas, apalagi teknologi sendiri. Teknologi terbentuk karena simulasi pikiran kita, misal jika sedang berjalan lambat, apa yang harus kita dapatkan agar menjadi cepat dan itu sudah menjadi pengalaman yang harus diterapkan, karena sebagai manusia kadang tidak merasa puas di sekitarnya.

Jika teknologi adalah bagian kehidupan kita, kenapa kita harus merasa terjepit dengan ‘disruption’ atau era baru dari transformasi.

Jelas ini adalah pemikiran orang bisnis dan mereka bukan pemain sejati, sehingga tidak peduli dengan linkungan sumber daya pekerja mereka, berpikir lebih dengankeluar dari zona nyaman mungkin sudah bukan menjadi prioritas. Itulah kenapa, perusahaan teknologi sekarang semuanya hampir memiliki prinsip yang sama, saling berlomba untuk menjadi yang tercanggih, bukan memprioritaskan pelanggannya.

Aku ingin lebih dalam menyikapinya dan kembali ke pertanyaan atau beberapa dasar. Apakah teknologi kita benar — benar sudah mencukupi aktifitas kita?, sekarang zaman kita bukan lagi tahap belajar dengan teknologi, ini sudah bagian kehidupan kita. Salah satu inovasi yang benar — benar mengubah kehidupan kita adalah komputer, bermula dari menghitung matematika, sekarang menjadi pelengkap segala hal dan meminimalisir menjadi alat komunikasi atau jam pintar. Jadi, tidak ada yang original di sini dan itu pun juga tergantung dengan passion kita. Dengan ini bisa menjelaskan kenapa transformasi itu ada, dorongan di mana inovasi kini menjadi lebih unik. Mungkin unik belum cukup menjelaskannya, tapi unik menjadikannya tidak biasa dan pengalaman baru.

Secara tidak sadar, ini sudah menganggap sebagai transformasi dan pemain lain akan mengikuti langkah keunikan kamu. Pemain lain adalah orang — orang yang benar — benar terpengaruhi oleh transformasi kamu. Kenapa?

Orang yang berbisnis teknologi hanya sekedar berbisnis akan kurang sensitif dengan keadaan dunia bisnis sekarang. Mereka tidak hanya menambahkan hal inovatif, tapi mungkin kreatifitas. Kreatifitas bakal melihatkan jati diri dari perusahaan dan mendapatkan prinsip mereka secara mudah. Pengaruh dari transformasi pihak lain akan kebal lapisannya, karena kita bakal mengembangkan prinsip kita dengan membuat transformasi tersendiri.

Jadi solusinya bukanlah sebuah solusi, namun keyakinan.

Tags:


Makanan memiliki branding yang unik. Itulah kenapa, aku menggambar ilustrasi dengan berbagai tipe produk makanan. Menarik, penuh warna dan menarik suasana. Apakah kamu juga bisa membuat demikian?


Gaya hidup kita dipenuhi dengan merek (branding). Jika demikian, kenapa kita tidak mengambil kesempatan untuk membuatnya juga. Ini langkah pertama untuk mem

Dunia bisnis sangat merekomendasikan ini, karena ini akan membangun kepercayaan dari pengalaman — pengalaman yang telah kamu perbuat sesuai dengan bakat kamu. Orang — orang yang mempercayai kamu dengan senjata personal branding kamu, tidak akan melihat apakah karya kamu termasuk gagal atau berhasil, namun mereka sudah melihat kegigihan kamu dan konsistensi yang ada dalam diri kamu. Tidak harus menjadi nomor satu dan terdepan di karya tersebut, namun setidaknya bakal ada orang yang akan membutuhkan.

Seorang desainer tidak akan bisa menjadi handal, jika dia tidak memiliki pengalaman dalam karya — karyanya. Seorang penyanyi tidak akan menjadi terkenal, jika dia belum merasakan kegagalan dari bakatnya. Walaupun waktu yang dibutuhkan lebih dari 5 tahun atau 10 tahun untuk mencapainya. Tapi sejarah sudah menulis jejak tersebut.

Alasan aku menulis ini, karena internet ikut serta membangun kepercayaan kita, dengan adanya internet kita membagikan bakat kita dengan orang lain, walaupun orang bisa saja memberikan pujian atau kritikan, orang — orang di sekitar apalagi untuk sosial media, mereka akan tahu secara sadar, ternyata dia punya bakat dalam hal ini. Contohnya, ada seorang musisi muda yang sedang kuliah asyik membuat melodi sendiri, dia sering membagikan karya pribadinya di sosial media. Orang — orang tahu dia pandai membuat musik karena sosial media. Suatu saat, mungkin ada orang yang bertanya kepada kamu, ‘Apakah kamu punya teman yang bisa membuat musik?’, secara otomatis kamu bakal merekomendasi musisi muda itu, walaupun karyanya tidak banyak dinikmati teman — temannya.

Personal Branding memberikan manfaat dengan mengejutkan. Orang — orang tidak akan tahu apa bakat kamu, jika kamu tidak memperlihatkannya. Dan sekali lagi, itu tidak melihat kualitas antara bagus dan jelek atau antara sukses dan gagal. Itu hebatnya. Suatu saat, ada orang yang bakal menghubungi kamu.

Sekarang, kuncinya adalah komunikasinya. Bagaimana kamu menampilkan portfolio kamu. Website adalah senjata paling efektif untuk orang mengenal kamu secara dasar dan secara tidak sengaja kamu mempromosikan diri. Jika tidak bisa membuat website personal, ada alternatif lainnya. Buat halaman blog dan tulis berkala tentang kepribadian atau bakat. Setelah itu, promosikan dengan teman — teman tersebut. Kamu bakal menjadi pusat perhatian dalam bidang tertentu.

Di dunia kerja, ini termasuk penting. Apalagi orang — orang yang sedang mencari masa depan karirnya. Sekarang, dunia cepat bertransformasi, bagaimana orang berpikir pun berubah. Sekarang di sebagian perusahaan, mereka tidak peduli kamu dari universitas favorit, terkenal atau lainnya. Mereka peduli dengan bertanya ‘kamu bisa apa?’ atau ‘apa yang bisa kamu kontribusi untuk perusahaan ini?’. Itulah saatnya, kamu menyesuaikan personal branding kamu dengan pekerjaan tersebut.

Aku punya ratusan karya, dari aplikasi, gambar, tulisan blog hingga aku pernah membuat musik sendiri untuk game pertamaku. Selain itu, aku semakin memperlihatkan personal branding dengan membuat website sekaligus blog bernama kicikku.com. Itu membuat aku tambah bangga dengan diriku sendiri.

Tags: ,


Tahapan membuat aplikasi atau platform yang berlaku memberikan solusi terhadap masyrakat bukanlah main — main keadannya. Gampang untuk mendapatkan wawasan atau referensi bagaimana membuatnya. Namun, untuk mencapai klimaks-nya. Proses adalah ketetapannya.


Platform berarti karena ada pembelajaran masalahnya. Namun kadang, hal tersebut setelah kita masuk ke dalam zona saat membuat aplikasi. Hal itu sudah biasa terjadi sebenarnya, karena saat menulis beberapa kode , kita sudah fokus terhadap ‘apakah ini berhasil untuk bagian ini?. Setelah mendapatkan sukses di bagiannya, secara otomatis, kita akan mengerjakan apa yang langsung di pikiran kita. Kadang, usaha ini yang akan melupakan apa rencana utama kita. Itulah kenapa, pentingnya memberikan sebuah gaya yang beragam dalam pengembangan platform, itu akan mempengaruhi segala upaya dalam setiap tahap, dari menghangatkan konsepnya, pengalaman pengguna, kualitas, kesederhanaan dan ketertarikan.


Apabila, ada beberapa proses yang menempatkan kita masuk ke dalam dunia instan. Ini bukanlah cara inovator sejati. Untuk mencegah hal tersebut, kita harus mengikuti cara seorang seniman menikmati buatan karyanya. Konsistensi adalah kunci mereka untuk selalu bangga dengan karyanya. Cara Inovator untuk mendapatkan hal tersebut, memerlukan pikiran yang jernih dan berada di jalan yang tetap. Kita tidak boleh memandang terlebih dalulu mengenai maraknya kemajuan bisnis menyebabkan kesempatan untuk mendapatkan potensinya semakin sedikit, itu yang menggoda kita untuk menjadikannya secara instan. Pengguna pun juga tidak konsisten, tidak ada kenikmatan namanya.

Dunia desain sudah mencakupi segalanya, bahkan kita tidak menggunakan proses desain pun, secara tidak langsung sudah menggunakannya. Tahap desain bisa menjadi hal yang tidak di sengaja ataupun tidak. Kita memikirkannya dalam pemecahan masalah, itu sudah termasuk desain. Abstraksi pemikiran dan mengembangkannya juga termasuk demikian.

Dalam tahap awal, kita menemukan sebuah ide, karena menemukan inti dari masalah. Namun, tidak semuanya mengatakan ini berhak menjadi platform ataupun aplikasi. Untuk itu, kita harus memikirkan kembali ide tersebut dengan menulis kembali masalahnya apa, secara tidak langsung pun kita mendapatkan beberapa pertanyaan dari diri sendiri. Jawabannya akan mengembangkan ide mentah tadi menjadi matang. Sangat sederhana pembawaannya, namun efek pengaruhnya besar.


Berpikir visual sudah menjadi pembelajaran yang menarik untuk mengembangkan recana bisnis. Bersifat universal, mencakupi hal — hal yang menciptakan sesuatu. Desain, sekarang menjadi topik hangat untuk proses pengembangan platform. Di titik di mana ide divisualisasikan menjadi prototipe-nya. Desainer akan memusatkan pikirannya untuk berkhayal menjadi pengguna.

Desainer terlebih dahulu memberikan penyambutan yang hangat setelah pengguna masuk ke pintu utama aplikasi, pengenalan fitur, kejutan dan ditambah elemen animasi akan memberikan kesan positif awal terhadap pengguna. Halaman utama sudah pasti menjadi kewajiban di setiap rumus pembuatan aplikasi, karena ini memberitahu fitur mana yang diprioritaskan terhadap aplikasi ini, jika sudah menguasai halaman utama, komponen lainnya bakal bisa beradaptasi dengan baik. Kadang ada pengecualian di sini, di mana desainer atau pengembang bisa saja mulai dari hal — hal yang kecil untuk membentuk fitur utama, ini mungkin desainer dan pengembang melakukan simulasi terlebih dahulu.

Proses keamanan pengguna kelihatannya harus berdampak responsif, karena rata — rata pengguna aplikasi melakukannya dengan cepat. Seperti login dengan perantara Facebook atau Twitter, mereka tidak punya kesabaran untuk hal ini. Namanya saja ‘Mobility’, sifat aplikasinya juga harus demikian. Integrasi data dengan server atau API, adalah tahap yang sedikit eksperimental. Desainer dan pengembang harus mendapatkan keseluruhan kondisi apa yang pengguna akan dapatkan juga. Desainer harus menempatkan posisi bagaimana pengguna mengambil data yang baru, data yang mengalami gangguan, masalah internal atau data bersifat offline. Setiap User Interface memiliki kondisi berbeda di mana itu akan menggambarkan ekspresi pengguna, di mana senang, sedih, merasa terbantu ataupun marah. Jika salah satu kondisi tidak mendapatkan bagian Interface, itu akan menjadi fatal.

Berpikir visual juga bisa menjadi hal yang menghambat proses, jika desainer memiliki sifat terlalu menjadi sempurna. Mereka akan mengganti konsep di waktu yang tidak tepat, jika bekerja sebagai Vendor atau agensi, akan sedikit mengecewakan para pelanggannya. Walaupun standar-nya sudah didapatkan, namun desainer ini masih berprasangka ada celah yang menyimpang baginya.


Orang — orang Enterprise bakal bekerja dua kali untuk menyusun antara data dan konten. Data adalah hal yang terstruktur jika mampu menyesuaikan dengan efisiensi para karyawan. Setiap harinya, perusahaan selalu tanggap dengan angka potensi mereka. Desainer dalam Enterprise harus banyak mengambil resiko dalam kedudukan setiap fitur platform tersebut, karena data adalah sistem kekeluargaan. Kepala keluarga harus bertanggung jawab atas anggota dan anak — anaknya. Kepala keluarga berada sebagai pemimpin dan penanggung jawab, karena dia menjadi kesimpulan dari anak — anaknya atau data spesifik-nya. Inovator Enterprise platform harus mengubah kesimpulan tersebut menjadikan orang — orang internal merasa tidak perlu masuk zona perhitungan atau analisa yang membingungkan. Enterprise tidak sekedar menampilkan data, namun bisa membaca kondisi.


Gaya inovator Enterprise memiliki cara pandang prioritas berbeda, mereka yang pertama lebih memanfaatkan grafik, karena itu salah satu bagian utama paling dimengerti, proses yang sangat populer. Semua menyadari, kita tidak butuh memperhatikan lagi secara spesifik bagaimana membaca data. Solusi yang sangat sederhana, dengan pemanfaatan visual. Kedua, mungkin grafik hanya sebagai ‘distraction’ / gangguan, penglihatan semata tanpa memberikan kesimpulan. Tantangan sekarang dalam pembuatan platform Enterprise adalah, bagaimana menjadikannya sebagai teman, kadang Enterprise tidak memperhatikan ekpresi para penggunanya. Jika pengguna senang, berarti Enterprise sedang memberikan data yang telah mencapai targetnya. Jika pengguna merasa sedih, mungkin Enterprise memberikan data terpuruk, walaupun penggunanya sendiri menghasilkan data tersebut.

Itulah kenapa, Bisnis inteligensi menjadi maraknya wawasan untuk menambah bagaimana Enterprise menjadi pintar dalam pendamping memberikan solusi. Bersikap seolah — olah selalu berada di pihak kita. Enterprise menjadi proses yang selalu berkembang.

Desain hanya sebagai penempatan dari proses ini. Namun, memberikan makna harus diikut sertakan, jika sebuah platform ini berguna bagi semua orang dalam jangka waktu yang lama.


Kesempatan sudah di depan mata. Keyakinan tercapainya aplikasi sudah dikembalikan gambaran atau desain program tersebut. Membuat platform bukanlah hal yang monoton, layaknya seorang detektif, harus mencari setiap celahnya. Dunia memang membutuhkan suatu inovasi dari kehidupan mereka, kadang pun kesederhanaan menjadi permintaan mereka dalam fitur inovasinya. Platform memang membutuhkan kesederhanaan, pengguna menginginkannya secara efektif, hemat waktu dan juga interaktif dari konsepnya. Sebelumnya, aku membahas tentang pematangan ide akan menangkap bagaimana pengguna beradaptasi fitur dengan cepat dan juga responsif tentunya.

Hal ini pasti ada kaitannya satu sama lain, antara koneksi, menyerap data, prioritas konten dan kunci utama fungsi aplikasi. Jika salah satu tidak berjalan dengan baik, pengguna merasa adanya gangguan, berarti mereka potensi kehilangan pengguna aktif. Sayangnya, hal ini tidak berlaku kepada platform yang sudah memiliki name. Seunik apapun ide tersebut, bukan berarti itu yang bakal menjadi nomor satu. Namun, yang dinilai adalah efektifitas, dengan ini pengguna akan bertahan di wilayah kita. Lebih bahaya-nya lagi, ide yang ternyata unik itu sebelumnya, dimanfaatkan inovator lainnya dengan kualitas jauh lebih efektif dan sederhana.

Kita sudah memiliki referensi, proses dan kualitas. Sekarang adalah menuju efektifitas, Banyak kemungkinan yang bisa kita ambil contohnya, Jika aplikasi itu memiliki nilai ketertarikan yang tinggi, namun konsep kesederhanaannya membusuk dan mempengaruhi kinerja platform, berarti pengguna hanya mendapatkan pandangan pertama. Jika platform itu tidak mencolok ketertarikannya namun konsep sederhana diterapkan dari misinya dan pengguna merasa terbantu oleh efektifitasnya, namun pasar harus berpikir dua kali terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Tidak ada yang sempurna, setidaknya membayangkan bagaimana kedua pandangan ini menciptakan keseimbangan.

Itu tergantung dari pengalaman. Pembuat aplikasi baru pastinya bangga dengan karya pertama-nya, walaupun kegagalan pernah ada di tangannya. Selama waktu berjalan, inovator akan lebih menyadari memperhatikan kualitas dan totalitas, berpikir untuk menjadikannya produk. Sebelum kesuksesan dan kegagalan menentukan, yang jelas platform yang kita buat telah menjadi bagian sejarahnya. Inovasi akan berada di tangan siapapun, jika dia mau mengambil resiko dan terus belajar tanpa memperihatikan siapa yang paling hebat atau berkuasa.

Tags: , ,